Showing posts with label PIDATO RELIGI. Show all posts
Showing posts with label PIDATO RELIGI. Show all posts

Pidato Singkat, Kebersihan Sebagian Dari Iman

Inilah Pidato Singkat, Lucu, Tapi Berbobot. Judulnya, Kebersihan Sebagian Dari Iman, diformat untuk lomba pidato seusia anak PAUD, TK, SD atau MI. Selamat Membaca, Selamat Berlomba, Semoga Berhasil!

Pidato Singkat, Kebersihan Sebagian Dari Iman

السَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya takzimi, seluruh ustadz-ustadzah.
Yang saya muliakan, seluruh dewan juri.
Yang saya hormati, para penonton.
Yang saya cinta sayangi, semua teman-teman.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن وَبِهٖ نَسْتَعِيْن عَلىٰ أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْن، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْن، أَمَّا بَعْدُ

Hadirin hadirat rahimakumullah.
Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wata'ala, karna berkat Rahmat, Taufiq dan HidayahNya kita berada dalam keadaan sehat wal'afiat, suasana alam yang damai, dan lingkungan bersih tertata rapi.

Hadirin senang nggak diberi kesehatan?
Hadirin senang nggak mendapat kedamaian?
Hadirin senang nggak diam di lingkungan yang bersih?
Tentu saja senang. Karena itu adalah nikmat besar dari Allah Subhanahu wata'ala. Dari siapa? Ya, dari Allah Subhanahu wata'ala. Oleh karena itu kita harus bersyukur dengan mengucapkan: Alhamdu.... Lillaah.

Kedua, marilah kita haturkan shalawat dan salam untuk junjungan kita, Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam. Karena berkat beliau maka kita mengenal islam. Yaitu agama yang mencintai kebersihan.
Sekarang saya mau tanya lagi nih.
Hadirin tau nggak ya, kebersihan itu pangkal apa? Kesehataaan.
Terus, hadirin tau nggak sih, kebersihan itu sebagian dari apa? Imaaaan.
Mantul. Mantap betul!

Hadirin yang saya hormati!
Amel ulang lagi ya...
Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Dan kebersihan adalah sebagian dari iman.
Eh, Amel mau bagi-bagi rahasia nih. Hadirin mau nggak ya? Mau aja apa mau banget? Oke. Begini loh.
Orang tua kita itu suka anak yang bersih loh! Sebaliknya, kawan-kawan kita juga suka orang tua yang bersih loh! Truss, ustadz-ustadzah kita juga suka murid yang bersih loh. Murid juga begitu, suka ustadz-ustadzah yang bersih! Ya. Semua suka yang bersih! Kenapa? Karena kebersihan adalah..... pangkal kesehatan. Dan kebersihan adalah sebagian dari iman.

Kata pak ustadz:
اَلنَّظَافةُ مِنَ الْإِيْمَان

Hadirin tau apa artinya?
Ya. Kebersihan itu sebagian dari iman.

Hadirin yang berbahagia!
Berhubung hadirin sudah pintar-pintar kaya' pak ustadz, jadi Amel mohon maaf ya kalau Amel ngisi ceramah di tempat ini sebentar saja. Amel mau ngisi ceramah yang laaamaaaa di kota lain aja! Hmm! Sepertinya, minggu ini ada jadwal nih. Doakan Amel ya.. Amel juga doakan semua hadirin masuk surga, kita bersama-sama di surga, bertemu Rasulullah, karena kita mencintai kebersihan. Aaamiiin.

Inilah pidato dari saya,
Kalau ada jarum patah jangan disimpan di dalam peti ya..
Kalau ada kata-kata Amel salah, jangan disimpan dihati ya..
Maafin, maafin..!
Burung Irian burung cendrawasih.
Cukup sekian dan terimakasih.

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه

By. TBv
Judul pidato tema lainnya silahkan dicek di Daftar Isi ya..

Bagikan:

Pidato Singkat Tentang Birrul Walidain Versi Anak

Inilah Pidato Singkat Tentang Birrul Walidain Versi Anak, dilengkapi dalil dan cara baca tulisan Arab.



السَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه. بِسْمِ اللهِ، حَمْداً لِلّٰهِ، وَصَلَاةً وسَلَاماً عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلٰى آلِهٖ وصَحْبِهٖ ومَنْ وَالَاهُ، أمَّا بَعْدُ

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Bismillaah, Hamdan lillaah, wa sholaatan wa salaaman ‘alaa rosuulillah, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi waman waalaah. Ammaa ba’du.

Bapak-bapak, ibu-ibu yang saya hormati, ustadz-ustadzah dan dewan juri yang saya muliakan, hadirin dan teman-teman yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan malam hari ini, izinkan kami menyampaikan salah satu hal yang menjadi kewajiban kita semua, yaitu BIRRUL WALIDAIN. Teman-teman ada yang tau apa artinya BIRRUL WALIDAIN? Baik. Birru artinya: Berbuat baik atau berbakti, Alwalidain artinya: Dua orang tua. Maka Birrul Walidain diartikan: Berbuat baik/berbakti kepada kedua orang tua.

Hadirin yang berbahagia,
Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam. Kita wajib berbuat baik kepada ayah, lebih-lebih kepada ibu. Karena ayah yang mencarikan nafkah untuk keperluan hidup kita, dan ibu yang selalu setia menemani kita, siang dan malam, suka maupun duka. Merekalah yang membesarkan dan merawat kita sehingga kita gagah, ganteng/cantik seperti ini. Betul?

Oleh karena itu kita harus malu apabila kita tidak bisa membalas kebaikan ayah dan ibu kita. Lalu dengan apa kita harus membalas? Jawabannya yaitu: BIRRUL WALIDAIN. Ya. Kita balas kebaikan mereka dengan berbuat baik kepada mereka, menaati mereka, dan tidak berkata kasar kepada mereka. In Syaa Allah hal ini cukup membahagiakan mereka. Betul, Pak? Betul, Bu?

Hadirin yang berbahagia,
Kewajiban untuk berbuat baik kepada kedua orang tua difirmankan Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al-Isra’, ayat 23, sebagai berikut:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Wa qodhoo robbuka allaa ta'buduu illaa iyyaahu wabilwaalidaini ihsaanaaaa.
Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (Allah), dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”.

Hadirin yang berbahagia,
Demikian pidato singkat ini, terima kasih atas perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan. Akhir kata, semoga Allah menjadikan kita anak yang soleh/solehah dan selalu berada di jalan Allah. Amin.

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه


Bagikan:

Pidato Singkat Tentang Menuntut Ilmu Versi Anak

Inilah Pidato Singkat Tentang Menuntut Ilmu Versi Anak dilengkapi dalil dan cara baca tulisan Arab.



السَّلَامُ علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن، الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهٖ وصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْن، أمَّا بَعْدُ.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Bismillaahirrohmianirrohiim, Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin, Ash—sholaatu wassalaamu ‘alaa sayyidinaa Muhaaammadin, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajmaa’iin. Ammaa ba’du.

Yang saya ta’zimi, para alim ulama, guru-guru, dan dewan juri, tanpa terkecuali.
Yang saya hormati, Bapak kepala desa dan segenap aparaturnya,
Yang saya banggakan, semua yang hadir di sini dan teman-teman semuanya.

Hadirin rahimakumullah,
Marilah kita bersyukur kepada Allah dan berhalawat atas Rasulullah, karena kita masih diberi kesempatan untuk menuntut ilmu. Baik ilmu agama maupun ilmu umum. Alhamdu..lillaah 3X.

Hadirin dan teman-teman sekalian,
Kesempatan menuntut ilmu ini harus kita pergunakan dengan baik, misalnya dengan belajar yang rajin, ikut pengajian, memperhatikan nasihat orang tua, mendengarkan ceramah agama, dan sebagainya. Ya. Banyak jalan menuju Roma, Banyak cara untuk mencari lmu yang berguna. Betul?

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, baik anak-anak maupun orang tua. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Tholabul 'ilmi fariidhotun 'alaa kulli muslimin wamuslimatin
Artinya:
Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim dan Muslimah. (Hadits Riwayat Ibnu Majah no. 224)

Hadirin dan teman-teman sekalian,
Karena pentingnya menuntut ilmu, maka Imam Syafi’i menyatakan bahwa “Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunnah. Beliau juga berkata: Tidak ada amalan setelah amalam fardhu yang lebih utama daripada menuntut ilmu. Dan beliau berkata lagi: Barangsiapa yang menginginkan (kebahagian) dunia hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan (kebahagian) akhirat hendaklah dengan ilmu.“
Hadirin ingin hidup bahagia di dunia? Bagus. Hadirin ingin hidup bahagia di dunia? Mantap. Hadirin ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat? Baiklah. Semoga jawaban hadirin menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah. Amin Yarobbal 'alamin.

Hadirin rahimakumullah,
Jalan-jalan ke rumah Pak Camat
Lalu singgah ke AlfaMart
Semoga Allah memberi rahmat
Dan membekali ilmu yang bermanfaat
Aaamiiin. Terimakasih atas perhatian, mohon maaf atas kekurangan.

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه
Wassalamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.

Bagikan:

PIDATO: TENTANG BERAKHLAK MULIA & KEUTAMAANYA

Inilah Pidato Tentang Berakhlak Mulia & Keutamaannya. Naskah dilengkapi mukaddimah dan dalil dari al quran serta al hadits, diketik dgn teks Arab. Bisa dicopy paste utk berbagai kepentingan. Selamat membaca!


PIDATO TENTANG BERAKHLAK MULIA & KEUTAMAANYA
(Naskah/teks dari Taman Baca Virtual)

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh.

اَلْحَمْدُ للهِ. وَالشُّكْرُللهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ. قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاَۗ ( الأحزاب: ٢١ ). أَمَّا بَعْدُ،

Hadirin yang berbahagia,
Marilah kita terus meningkatkan rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat yang diberikan, baik berupa sehat, ilmu, iman, islam dan sebagainya sehingga kita mampu melaksanakan sejumlah kewajiban dan selamat dari berbagai keharaman. Alhamdu...lillaah.

Shalawat beserta salam marilah kita istiqomahkan sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW dan sebagai sarana mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Aaamiiin Allaahumma sholli 'alaa Muhammad.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Termasuk ke dalam bukti upaya meningkatan keimanan dan keislaman kita adalah berusaha memperbagus akhlak di dalam setiap perilaku sehari-hari. Maka pada pidato ini, kami akan menyampaikan pidato tentang akhlak dan keutamaannya.

Hadirin yang berbahagia,
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu kata: khuluqun (خُلُقٌ). Jamaknya yaitu: akhlaaqun (أَخْلَاقٌ). Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akhlak mengandung arti: tabi’at (sifat sejak lahir), adat (sifat melalui latihan), dan watak (sifat yang mencakup tabiat dan adat).

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa:

الْخُلُقُ عبَارَةٌ عَنْ هَيْئَة فِي النَّفْسِ رَاسخَةٌ عَنْهَا، تَصْدُرُ الْأَفْعَالُ بِسُهُوْلَةٍ وَيُسْرٍ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ إلَى فِكْرٍ وَرُؤْيَةٍ

Akhlak adalah sifat yang tertanam di dalam jiwa yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan lagi.

Ya. Itulah akhlak. Beda dengan akting, beda dengan adegan, dan beda dengan pencitraan. Paham? Baiklah.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah sifat manusia yang dibawa sejak lahir, diproses dengan latihan pembiasaan, bersumber dari dorongan jiwa, dilakukan secara sadar, dan terjadi secara spontan. Sifat itu bisa tampak berupa perbuatan baik, kemudian disebut akhlak mulia. Bisa juga tampak berupa perbuatan buruk, kemudian disebut akhlak tercela.

Sekarang saya mau tanya, apakah hadirin ingin punya akhlak mulia atau punya akhlak tercela? Bagus. Apakah hadirin ingin punya anak berakhlak mulia atau berakhlak tercela? Mantap. Semoga jawaban hadirin menjadi doa yang mustajab. Aaamiiin.

Hadirin yang berbahagia,
Sebagai orang Islam kita diperintah untuk berakhlak mulia sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عنْ أبِي ذَزّ رضي الله عنه قال، قال رسولُ اللهِ صلعم: اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (رواه الترميذي)

Artinya:
“Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka kebaikan itu akan menghapus keburukan. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang bagus.” (HR. At-Tirmidzi).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Berdasarkan objeknya, Akhlak dibagi menjadi empat peruntukan, yaitu; 1. Berakhlak kepada Allah, 2. Berakhlak kepada sesama manusia, 3. Berakhlak kepada semua makhluk. 4. Berakhlak kepada diri sendiri.

Apa saja contoh berakhlak mulia kepada Allah, kepada sesama manusia, kepada semua makhluk, dan kepada siri swndiri? Baiklah. Mari kita simak bersama!

Contoh berakhlak mulia terhadap Allah diantaranya: beriman kepada-Nya, taat menjalankan perintah-Nya, bertakwa di dalam setiap keadaan, ikhlas di dalam beramal dan beribadah, bersyukur atas segala macam nikmat, bertawakkal setelah berusaha dan berdoa, berharap ketentuan yang disenangi Allah, merasa takut akan siksaan Allah, dan bertaubat atas perbuatan buruk yang pernah dilakukan. Inilah contoh berakhlak mulia kepada Allah.

Lalu, apa saja contoh berakhlak mulia terhadap sesama manusia? Contohnya banyak. Diantaranya: saling menyayangi, saling menasehati, saling memaafkan, saling tolong menolong dalan kebaikan, saling memberi jika ada rezeki, berkata benar, berprasangka baik, bersikap santun, tidak meremehkan orang lain, dan suka menepati janji.

Selanjutnya, apa saja contoh berakhlak kepada semua makhluk? Misalnya: menyayangi hewan, menyayangi tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kelestarian alam, dan sebagainya.

Trus, bagaimana kita berakhlak mulia terhadap diri sendiri? Berakhlak terhadap diri sendiri dapat dilakukan dengan cara: menjaga kehormatan diri, rendah hati, jujur, amanah, tanggung jawab, disiplin, tepat waktu, senantiasa berharap kepada Allah, qana’ah atau menerima pemberian dari Allah, sabar atas berbagai ujian, serta tenang menjalani amal dan ibadah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Orang yang berakhlak mulia akan dikenang sepanjang masa, bahkan setelah ia wafat. Namun ada keutamaan yang lebih agung dari pada itu, dijaminkan kepada orang yg berakhlak mulia. Hadirin mau tau? Mau tau saja atau tau banget? Baiklah.

Keutamaan Pertama:

Untuk mendapatkan kemakmuran dan keberkahan hidup.

Hadirin mau hidup makmur dan penuh berkah? Baik. Cara hidup makmur yg penuh berkah dapat ditempuh dengan berakhlak mulia. Dalam hal ini Rasulullah SAW memberikan caranya:

قال صلى الله عليه وسلم: (حُسْنُ الْخُلُقِ وَحُسْنُ الْجِوَار يَعْمُرَانِ الدِّيَارِ وَيَزِيْدَانِ فِي الْأَعْمَارِ). رواه أحمد

Artinya: Dari Aisyah RA. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Berakhlak yang bagus dan memiliki hubungan baik dengan tetangga, akan memakmurkan tempat tinggal dan menambah keberkahan umur. (HR. Imam Ahmad).

Keutamaan Kedua:

Keutamaan kedua dari berakhlak mulia adalah untuk mendapatkan derajat agung setara ahli puasa dan shalat malam.

Menjadi ahli puasa dan ahli shalat malam itu sulit loh! Tapi hadirin tidak perlu khawatir. Karena Rasulullah SAW sudah memprediksinya sekaligus memberikan alternatifnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Artinya:
Dari Aisyah dari Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya dengan akhlak yang bagus, seseorang itu akan mendapatkan derajat ahli puasa dan shalat malam.” (HR. Ahmad).

Keutamaan Ketiga:

Yaitu untuk mendapatkan jaminan rumah di surga.

Mendapatkan hadiah rumah di dunia saja tentu sangat membahagiakan hati. Apalagi rumah di surga! Betul? Nah. Bagaimana cara mendapatkan jaminan rumah di surga? Caranya yaitu dengan berakhlak mulia juga. Dalilnya yaitu hadits Rasulullah SAW sebagaimana berikut:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ: أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Artinya:
Dan dari Abu Umamah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku menjamin dengan suatu rumah di tepian surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berhak, menjamin dengan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun bercanda, dan aku menjamin dengan rumah di puncak surga bagi orang yang memperbagus akhlaknya.” (HR. Abu Dawud).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Demikianlah pidato tentang akhlak mulia dan keutamaannya. Mudah-mudahan dengan uraian pidato ini, kita termotivasi untuk memperbagus akhlak kita, baik akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama manusia, akhlak kepada semua makhluk, dan akhlak kepada diri sendiri.

Akhirnya marilah kita berharap, semoga Allah SWT membimbing langkah-langkah kita sehingga kita mendapatkan keutaman-keutaman seperti yang dijanjikan dan dijaminkan oleh Rasulullah SAW. dengan rahmat Allah SWT. Aaamiiin yaa robbal 'aalamiin.

Hadaanallahu wa iyyaakum. Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh.

Baca juga:

Lihat juga:

Bagikan:

PIDATO TENTANG BERBAKTI KEPADA ORANG TUA dan Dalilnya

Inilah naskah pidato tentang berbakti kepada orang tua atau birrul walidain, versi singkat plus ayat. Disertai tulisan ayat, cara baca dan artinya dalam bahasa Indonesia. Teks bisa dicopy paste. Selamat Membaca.


السَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

بِسْمِ اللهِ، حَمْداً لله، وصَلاةً وسَلاماً على رَسُوْلِ الله، وعلى آله وصَحْبِه ومَنْ والاه، وعلَى كُلِّ مَنِ اهْتَدَى بِهُدَاه. أمَّا بَعْد

Bismillaah, Hamdan lillaah, wa shalaatan wa salaaman ‘alaa rosuulillah, wa 
‘alaa aalihi wa shohbihi waman waalaah, wa ‘alaa kulli manihtadaa bihudaah. Ammaa ba’du.

Bapak-bapak, ibu-ibu yang kami hormati, dewan juri yang kami muliakan, dan teman-teman yang kami banggakan,

Pada kesempatan yang luar biasa ini, izinkan kami menyampaikan salah satu hal yang menjadi kewajiban kita semua, yakni berbakti kepada kedua orang tua.

Ya. Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban kita sebagai orang Islam; Baik laki-laki maupun perempuan; Baik anak-anak maupun dewasa; Dalam keadaan suka maupun duka.

Mungkin teman-teman ada yang bertanya: Kenapa ya kok kita wajib berbakti kepada orang tua? Okelah. Kalau begitu, dengerin terus pidato ini agar tidak gagal paham! Siap? Baiklah.

Yang pertama:
Karena perintah Allah

Kita harus yakin seyakin yakinnya bahwa setiap sesuatu yang diperintahkan oleh Allah, pasti untuk kebaikan kita dan demi kemaslahatan umat manusia.

Suatu contoh, misalnya: apabila membangkang orang tua dibolehkan agama, maka apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar kita akan berani melawan orang tua. Setiap hari adu mulut, bahkan adu jotos dengan orang tua kita. Teman kita juga begitu. Dan temannya teman kita mungkin lebih parah lagi. Kalau keadaan seperti ini, kira-kira senang nggak ya hidup di dunia? Pasti tidak senang dan sangat tidak menyenangkan. Karena keadaan akan ribut melulu! Betul?

Oleh karena itu, Allah Sang Pencipta Manusia, yang mengetahui betul tentang seluk-beluk manusia memerintahkan agar kita berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada mereka disebut "birrul walidain". Artinya: berbuat baik kepada kedua orang yg melahirkan kita. Sikap ini dihitung kebaikan oleh Allah karena akan menebar kemaslahatan umat.

Tapi contoh sebaliknya misalnya: apabila kita berbakti kepada orang tua, apakah orang tua kita akan bahagia? Ya. Pasti orang tua kita akan bahagia. Lalu tidak tertutup kemungkinan jika kebahagiaan itu diberitakan ke tetangga kita. Dan tetangga kita memberitakan lagi kepada tetangga lainnya. Sehingga akhirnya anak-anak sekampung dididik untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Kalau anak-anak sekampung betul-betul membahagiakan orang tua, kira-kira senang nggak ya tinggal di kampung itu? Tentu saja senang. Karena akan terpancar cahaya senyuman dari para orang tua dan tersebar kedamaian di kampung itu.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman sekalian,

Kewajiban berbakti kepada orang tua telah Allah perintahkan melalui firman-Nya di dalam Al-Qur'an Surah An-Nisaa' ayat 36. Penggalan ayatnya sebagai berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

A'uudzu billaahi  minasy syaithoonirrojiim. bismillaahirrohmaanir  rohiim.
Wa’budullooha walaa tusyrikuu bihii syai-aa, wa bil-waalidaini ihsaanaa....

Artinya:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, (QS. An-Nisaa ayat 36).

Kemudian yang kedua:
Karena taat kepada Allah

Kita sebagai hamba yang tak berdaya ini, wajib taat kepada Allah SWT. Karena apabila kita taat kepada-Nya maka Allah pasti menyayangi kita.

Suatu contoh nyata: Misalnya Si A punya saudara B. Si A taat kepada orang tuanya. Sedangkan Si B suka membantah orang tuanya. Pertanyaannya, kira-kira siapa yang paling sering dipanggil sayang oleh orang tuanya? Tentu saja Si A, kan? Ya. Tentu Si A.

Oleh karena itu apabila kita ingin disayangi Allah, maka kita harus mentaati perintah-perintah Allah, diantaranya ialah berbakti kepada kedua orang tua. Mau nggak disayang Allah? Tentu saja mau. Mau disayang orang tua apa tidak? Tentu mau juga. Baiklah.

Adapun janji Allah terhadap orang yang taat menjalankan kewajibannya termasuk birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, maka Allah akan membalasnya dengan Rahmat kasih sayang-Nya. Di dunia ia diberi nikmat, di akhirat diberi surga. Mau surga nggak? Harus mau. Karena di akhirat nanti hanya ada dua pilihan tempat. Kalau bukan surga ya pasti neraka. Baiklah.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman sekalian,

Dalam hal ketaatan ini, Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an Surah Ali Imran ayat 132:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۚ

A'uudzu billaahi  minasy syaithoonirrojiim. bismillaahirrohmaanir  rohiim.
Wa athii'ullooha warrosuula la'alllakum turhamuun.

Artinya:
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.

Demikianlah pidato singkat ini kami sampaikan. Terimakasih atas perhatian, mohon maaf atas kekurangan. Aakhirul kalaam,

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
.

Lihat juga yaaa
Bagikan:

PIDATO KEUTAMAAN MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW dan Dalilnya

Inilah Pidato Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.  Teks / Tulisan dari Taman Baca Virtual.
Selamat Membaca!

picture from pixabay.com


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الْقَائِلِ: قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلٰى أٰلِهٖ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ،

Assallaamu alaikum war. wab.
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillaahi robbil 'aalamin, al-qoo-il: Qul bifadhlillaahi wabirohmatihii fabidzaalika fal-yafrohuu. Ashsholaatu wassalaamu ’alaa asyrofil ambiyaa-i wal mursaliin, Sayyidinaa Muhammadin shollalloohu 'alaihi wa sallam, wa 'alaa aalihii wa shohbihii wa man tabi'ahuu ilaa yaumiddiin, ammaa ba’du;


Hadirin, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara/i dan Anak-Anak sekalian yg dirahmati Allah,
Pada kesempatan yg istimewa ini perkenankanlah kami menyampaikan sebuah pidato tentang Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kita imani bersama bahwa Nabi Muhammad SAW adalah insan al-kamil, satu-satunya manusia sempurna di muka bumi ini. Beliau terpelihara dari dosa, sabdanya adalah wahyu dari Yang Maha Kuasa, perilakunya adalah Al Quran yang mulia, dan hari lahirnya diperingati di berbagai penjuru dunia. Tak terkecuali di Indonesia sebagaimana kita laksanakan sekarang. 

Yang menjadi pertanyaan, kenapa acara ini dilakukan? Apa sih keutamaan memperingati hari kelahiran Nabi? Kan beliau sudah wafat?! Baiklah, mari kita simak satu persatu:

Pertama:
Turut bergembira atas kelahiran Nabi SAW.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. Ash-Shaf, ayat 6).

Hadirin rahimakumullah,  
Kalau seorang Nabi Isa saja bergembira atas akan datangnya Nabi Muhammad SAW, tidakkah kita terbesit tanya di hati, mengapa nabi Isa a.s. bergembira karena Nabi Muhammad akan datang lalu mengabarkan ke bani Israel?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita ingat² saja ketika akan kedatangan seseorang lalu kita kabarkan rencana kedatangan seseorang itu ke orang lain! Tentu hal ini kita lakukan karena seseorang itu mempunyai keistimewaan yg patut dibanggakan atau karena ia akan mendatangkan kebaikan. Dan hanya orang² tertentu saja yg tidak senang atau bahkan menolak hadirnya kebaikan.

Kita selaku orang Islam sekaligus umat Nabi Muhammad SAW, sudah sepantasnya bergembira pada bulan kelahiran beliau dengan cara memperingati kelahiran beliau, dalam rangka menambah kecintaan terhadap beliau. Betul? Baiklah kita lanjutkan pada keutamaan kedua.

Kedua:
Mengingat Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW.


Dalam hal ini Allah SWT Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab: 21)

Hadirin rahimakumullah,  
Pada diri Rasulullah ada banyak teladan yang mesti kita ikuti. Karena Nabi Muhammad SAW adalah manusia mulia, paling sempurna di muka bumi ini. Beliau terpelihara dari dosa, sabdanya adalah wahyu dari Yang Maha Kuasa, dan perilakunya adalah Al Quran yang mulia. Maka cukuplah beliau kita jadikan suri tauladan pertama di dalam kehidupan. Adapun suri tauladan lainnya, kita nomor duakan atau bahkan dinomor-sebelaskan, tidak masalah.

Kita sebagai anak, cukup meneladani sikap beliau terhadap sesepuh Quraisy. Kita sebagai orang tua, cukup meneladani sikap beliau terhadap anak-cucu beliau. Kita sebagai suami, cukup meneladani sikap beliau terhadap istri-istri beliau. Kita menjadi murid, cukup meneladani sikap beliau terhadap guru beliau yaitu malaikat Jibril. Kita menjadi guru, cukup meneladani sikap beliau mengajari para sahabat. Kita menjadi pemimpin, cukup meneladani sikap beliau terhadap rekan dan bawahan beliau. Dan seterusnya.

Terkalu banyak contoh suri tauladan dari beliau untuk diuraikan satu-persatu dalam satu kesempatan. Oleh karena itu, menghadiri peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya satu kali, melainkan harus berulang kali. Dan mendengarkan ceramah tentang suri tauladan Nabi tidak cukup hanya dari satu penceramah, tapi harus dari banyak penceramah. Dengan demikian maka kita akan semakin banyak mendapatkan pengetahuan tentang suri tauladan Rasulullah untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Hadirin rahimakumullah,
Itulah keutamaan kedua dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Keutamaan selanjutnya yaitu:

Ketiga:
Bershalawat Bersama

Hal ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur'an sebagai berikut:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 
Artinya:
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
(QS Al Ahzab, ayat 56)

Pada ayat ini kami tertarik untuk mengulas kata: يُصَلُّوْنَ
artinya: mereka (orang banyak) bershalawat.
Bukan kata: يُصَلِّيٌ
artinya: dia (satu orang) bershalawat.

Ini menunjukkan bahwa bershalawat bersama orang banyak lebih diutamakan dari pada bershalawat sendirian. Begitulah para malaikat bershalawat. Mereka bershalawat bersama atau berjamaah. Semakin banyak jamaahnya semakin afdol.

Hadirin rahimakumullah,
Dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi tidak terlepas dari shalawat bersama atau shalawat berjamaah. Variasi judul, irama dan rebana shalawat sangat beragam. Namun isi shalawat tidak menyimpang dari syair tentang sejarah kehidupan Rasulullah, pujian atas kemulian jiwa dan akhlak Rasulullah, anjuran mengikuti sunnah Rasulullah, hingga harapan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.

Oleh karena sekarang kita lagi bersama2 memperingati Maulid Nabi, marilah kita langsung praktekkan bersama (bershalawat bersama) :

اَللهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحََّمَّدْ :: يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Demikian pidato singkat tentang Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Atas segala perhatian, kami ucapkan terimakasih, atas segala kekurangan, kami mohon maaf. 
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Wabillaahit taufiiq walhidaayah
Wassalaamu'alaikum War. Wab.

Lihat juga:

Bagikan:

PIDATO MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIYAH Disertai Dalil

Inilah teks pidato singkat menyambut tahun baru Islam, tahun baru Hijriyah.
Pidato ini dibuat dalam rangka acara lomba Pekan Muharram yg diselenggarakan untuk santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Tingkat Kabupaten. Diposting di situs Taman Baca Virtual sebagai alternatif / pilihan peserta lain dalam ajang lomba serupa.

picture from pixabay.com

PIDATO MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIYAH
(Teks ditulis khusus lomba pidato anak cilik)

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ. رَبّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ. أَمَّا بَعْدُ

Bismillahirrohmanirrohim. Alhamdulillaahirobbil'aalamin. Ashsholaatu wassalaamu 'alaa sayyidinaa Muhamnadin wa'alaa aalihii wa shohbihii ajma'iin. Robbisyrohlii shodrii wayassirlii amrii wahlul 'uqdatam millisaanii yafqohuu qoulii. Ammaa ba'du.

Yang saya hormati, Bapak/Ibu Panitia, Ustadz -ustadzah, dan teman-teman yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kesehatan dan kemampuan sehingga kita bisa hadir dan berkumpul di acara yang meriah ini.

Shalawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, agar kita mendapat syafaat beliau nanti di hari kiamat.

Teman-temanku yang berbahagia,
Sekarang kita baru memasuki tahun baru Islam, yaitu tahun 1443 Hijriyah. Ini artinya kita sudah berada di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender hijriyah. Bulan ini sangat penting bagi umat Islam karena berkaitan erat dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat serta kaum muslimin dari Mekkah ke Madinah.

Tahukah teman, mengapa nabi hijrah? Baiklah.

Nabi Muhammad SAW. hijrah bukan karena harta, bukan karena wanita, dan bukan karena tahta. Nabi Muhammad dan kaum muslimin hijrah yaitu karena pertimbangan matang. Satu hal paling mendasar ialah karena umat islam yang saat itu masih sangat sedikit selalu mendapat perlakuan kejam dari kaum kafir Quraisy Mekkah.

Keadaan ini semakin menjadi-jadi terutama setelah meninggalnya Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW. Sejak itu, tidak ada lagi p
emimpin Quraisy Mekah yg mau bersedia membela dan melindungi Nabi Muhammad SAW. dan umat Islam.

Menghadapi perlakuan kejam tersebut, Nabi Muhammad memutuskan untuk pergi hijrah. Hijrah pertama ke kota Taif, dan hijrah kedua ke Madinah. Dua tempat itu dipilih karena masyarakatnya lebih toleran dan mau menerima kedatangan kaum muslimin dari Mekkah.

Sedangkan tujuan utama hijrah tersebut adalah untuk menyampaikan kebenaran ajaran Islam dan mengembangkannya di sana, semata2 karena menjalankan perintah Allah SWT. Hal ini tercatat dalam Al Qur’an Surah Al-Baqarah, ayat 218.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Singkat cerita, akhirnya, Madinah yang dulu penduduknya masih banyak berperilaku jahiliyah, seperti: menyembah berhala, mabuk, judi, membunuh, zina, dan sebagainya; Berkat perjuangan Nabi dan kaum muslimin, maka perilaku jahiliyah mereka berganti perilaku syar'i sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat. Dan selanjutnya Madinah menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Teman-teman ada yang tau apa artinya: baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur? Baiklah.

Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur yaitu negeri yang baik dan penduduknya mendapat ampunan Allah karena kebaikan akhlak penduduknya.

Ini saja yang dapat kami sampaikan. Semoga dengan pidato ini kita bisa meneladani sikap Nabi Muhammad SAW. terutama dalam menentukan kapan harus berhijrah, bagaimana 
semestinya berhijrah, dan untuk apa berhijrah.

Sekian pidato dari kami. Terimakasih atas perhatian, mohon ma'af atas 
salah dan khilaf. Wabillahit tauufiq walhidayah.

وَاَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bagikan:

PIDATO KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH DAN DALILNYA

Inilah Pidato Tentang Keutamaan Shalat Berjamaah Lengkap Dalil Al Quran dan Hadits.
Selamat Membaca!


KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH
(Naskah teks pidato dari Taman Baca Virtual)

Assalaamu 'alaikum Wr. Wb.
 ( اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ( ٣ كالي
( Alhamdulillah..3x ) mari kita ucapkan dng ketulusan yg mendalam sebagai bukti syukur kita kepada Allah atas segala macam nikmat yg kita rasakan sampai saat ini, utamanya nikmat menjadi ummat Nabi Muhammad SAW.

صَلَاةً وَ تَسْلِيْمًا عَلىٰ رَسُوْلِ اللهِ وَعَلٰى اٰلِهٖ وَأَصْحاَبِهٖ وَمَنْ تَبِعَهٗ اِلٰى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
( Shalaatan wa tasliiman 'alaa Rasulillah.. wa 'alaa alihii wa ash'haahbihii, wa man tabi'ahuu ilaa yaumil qiyaamah), sebagai tanda terima kasih kita atas perjuangan beliau mendidik kita, sehingga bisa shalat dan berjamaah.

Hadirin yang berbahagia!
Pada kesempatan ini perkenankan kami menyampaikan pidato singkat tentang shalat berjamaah beserta hikmah atau keutamaannya.

Allah SWT berfirman sebagaimana dituliskan dalam Al Qur'an:

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. (Al-Baqarah, 43).

Kemudian disampaikan oleh Abu Hurairah r.a: Ada seorang laki-laki buta menghadap Rasulullah saw. dan berkata: “Ya Rasulullah, sungguh aku ini tidak mempunyai seorang penuntun yang menuntunku ke masjid.” Maka beliau memberi keringanan padanya. Ketika ia berpaling pulang, beliau memanggilnya dan bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan untuk shalat?" Ia menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: "Kalau begitu, datanglah." (HR. Muslim).

Hadirin yang dirahmati Allah!
Berdasarkan ayat dan hadits tadi dapat disimpulkan bahwa shalat berjamaah sangat dianjurkan dalam agama Islam; Ditujukan kepada semua umat beragama Islam. Ditujukan kepada siapa hadirin? Baiklah.

Terlepas dari hukum shalat berjamaah yg bersifat khilafiyah di kalangan ulama, ada yg menghukumi wajib, ada yg menghukumi fardhu kifayah, dan ada yg menghukumi sunnah muakkadah, akan tetapi di dalam tema pidato ini kami akan menjajal hikmah dan keutamaannya saja agar kita semakin termotivasi mengamalkannya hingga akhir hayat nanti. Aamiin.

Baik, lantas apa saja hikmah dn keutamaan shalat berjamaah? Inilah jawabannya: 

Pertama:
Yaitu agar lebih dicintai oleh Allah SWT. 

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: 

وَإِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ، وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ، وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى. (سنن أبي داود، ـ جـ ١/ ١٥٢)

Artinya: Sesungguhnya shalat seseorang yang berjamaah dengan satu orang, adalah lebih baik daripada shalat sendirian. Dan shalatnya bersama dua orang jamaah, adalah lebih baik daripada shalat bersama seorang jamaah. Semakin banyak jama'ahnya, maka semakin dicintai oleh Allah Ta'ala." (HR. Abu Daud).

Mengenai hal ini, hadirin sebaiknya coba pikir2 sendiri. Jangankan dicintai oleh Allah, dicintai Pak Camat saja, Maa Syaa ALLAH senangnya. Apalagi kalau mikir pemberian atau pertolongannya. Pasti jauh lebih menyenangkan daripada tidak dicintai. Betul?

Hadirin yg berbahagia,
Kemudian apa hikmah atau keutamaan yg kedua?

Kedua:
Yaitu utk menyatukan barisan ummat Islam. 

Dalam hal ini An-Nu'man bin Basyir ra. berkata:

عَنِ النُّعْمَانِ بنِ بشيرٍ، رضيَ اللَّه عنهما، قَالَ: سمعتُ رسولَ اللَّه ﷺ يقولُ: لَتُسوُّنَّ صُفُوفَكُمْ، أَوْ ليُخَالِفَنَّ اللَّه بَيْنَ وجُوهِكُمْ متفقٌ عَلَيهِ.

ِArtinya: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kamu sekalian harus meluruskan shaf-mu atau biarkanlah Allah menyelisihkan antara kamu sekalian." (HR. Bukhari & Muslim). 

Jadi shalat berjamaah dapat dijadikan sebagai cara menyatukan perbedaan antar umat Islam seagama. Kenapa? karena disitu ada nilai kebersamaan, disitu ada nilai persaudaraan, disitu juga ada nilai silaturrahim, dlsb. Betul?

Hadirin yg berbahagia,
Hikmah atau keutamaan shalat berjamaah..

Ketiga:
Yaitu agar mendapatkan derajat pahala yg berlipat-lipat. 

Dalam hal ini Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: 

عَنِ عَبْدِ اللهِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَتْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَدِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً. رَواه البُخَارِي و مُسْلِم

Artinya: Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh tingkatan”. (Hadits Riwayat Muslim)


Ya, satu kali shalat... tapi pahalanya 27 kali lipat. Ibaratnya, kita beli 1 motor dapat 27 motor. Ada nggak promo seperti ini? Gak ada hadirin. Gak ada pedagang yg berani melakukannya. Tapi Allah Yang Maha Pemurah 'rela' melakukannya utk orang yg shalat berjamaah.

Allah akan memberikan pahala yg berlipat itu kelak sewaktu manusia membutuhkannya di akhirat.

Hadirin yg berbahagia,
Adapun hikmah atau keutamaan shalat berjamaah..

Keempat:
Yaitu Rahasia, dalam artian utk mendapatkan hikmah dan keutamaan yg masih dirahasiakan. 

Dalil keutamaan keempat sebagai berikut:

عن أبي هريرة - رضي الله عنه - أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال: (ليس صلاة أثقل على المنافقين من الفجر والعشاء، ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبوًا)؛ متفق عليه.

Artinya: "Shalat yang paling berat bagi orang2 munafik ialah shalat Isya' dan Shubuh. Seandainya mereka tahu apa (rahasia) yg ada pada kedua shalat itu, mereka akan mendatanginya walaupun dngn merangkak." (Muttafaq Alaihi). 

Hikmah yg masih terpendam inilah yg selalu diburu para jamaah shalat, baik yg sudah mendapatkan rahasianya, apalagi yg belum. Tapi yg jelas, sungguh tampak terlihat di wajah orang2 yg tulus ikhlas istiqamah shalat berjamaah ada keceriaan, keteduhan & ketenangan yg menyentuh hati org yg melihatnya. Inikah rahasia yg dimaksud? Allahu A'lam.

Hadirin yg berbahagia,
Demikianlah pidato tentang keutamaan shalat berjamaah yg dapat kami sampaikan. Mudah2an pidato singkat ini bisa menggugah hati kami khususnya, dan hadirin umumnya, utk semakin rajin shalat berjamaah, bi idznillah, wa bi rahmatillah, wa lillaahi ta'alaa. Aamiin YRA. 

Akhir kata, jika ada jarum patah, jangan simpan di peti. jika ada salah jangan simpan di hati. Atas salah- khilaf kami mohon maaf, atas perhatian kami sampaikan terimakasih yg sedalam-dalamnya..

Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb.

Bagikan:

PIDATO KEUTAMAAN MEMBACA ISTIGHFAR Lengkap Dalil

Inilah naskah atau teks pidato tentang keutamaan istighfar.
Selamat Membaca!


KEUTAMAAN MEMBACA ISTIGHFAR
(Naskah pidato dari Taman Baca Virtual)

Assalamu’alaikum Warahmatulaahi Wabarakaatuh,

Hadirin yang saya hormati,

Tiada ungkapan yang paling pas untuk kita dahulukan kecuali ucapan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga kita bisa melaksanakan perintah-perintah-Nya, juga menjauhi larangan-Nya.

Shalawat beserta salam marilah kita selalu selipkan di lisan, dengan harapan semoga kita mendapat berkah juga syafa’at, di dunia ini dan di akhirat kelak.

Hadirin yang berbahagia,

Adalah termasuk suatu keajaiban jikalau kita manusia biasa, tidak pernah berbuat dosa selama hidup ini. Karena selaku manusia biasa tak kan pernah lepas dari fitrahnya yakni tempatnya salah dan lupa. Baik kesalahan itu karena disengaja atau memang karena lupa. Jika kesalahan itu kita kerjakan karena betul-betul lupa, maka Allah pasti sudah mengetahui dan mengampuni. Akan tetapi kalau kesalahan itu kita kerjakan dalam keadaan sadar / sengaja, maka satu-satunya jalan menuju ampunan Allah ialah dengan membaca istighfar.

Dan ternyata hadirin, membaca istighfar itu bukan hanya sekedar untuk menghapus dosa-dosa, melainkan juga untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan lain, misalnya seperti yang akan disampaikan pada tema pidato ini:

Hadirin yang berbahagia,

Keutamaan pertama dari istighfar yaitu agar kita diberikan kenikmatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Kenikmatan itu sulit hadirin! Kenapa koq sulit? Karena nikmat itu bukan kaya, bukan jaya, bukan mewah, bukan mahal. Salah satu contoh, ada orang kaya, ia sukses di perusahaannya, ia banyak sahamnya, ia memiliki rumah dan kendaraan mewah, ia makan di restoran kelas internasional. Tapi di saat makan, dia ingat istrinya suka berfoya-foya, anaknya sudah kecanduan narkoba, karyawannya sering uring-uringan bekerja, tambah lagi orang tuanya sebentar-sebentar cek darah ke rumah sakit.

Jika demikian adanya, apakah nikmat hidup akan ia dapatkan? Tidak, hadirin! Karena nikmat itu tdk bisa dibeli, hanya bisa diminta kepada Sang Pemberi Kenikmatan, yakni Allah Subhaanahuu Wataa’aala.

Allah Tabaaraka Wata’aala berfirman:

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى : وَاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا اِلىَ اَجَلٍ مُسَمىَّ وَيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهْ . وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرْ . ( هود , ۳ )

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakannya), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada setiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. ( QS. Surah Huud, ayat 3 )

Hadirin yang dirahmati Allah,

Keutamaan kedua dari istighfar yaitu agar kita dianugerahi berkah dari langit berupa hujan, juga berkah dari bumi berupa biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, dan lain sebagainya, sehingga dengan itu kita mendapatkan kekutan/kebugaran tubuh karena kebutuhan air tercukupi, kebutuhan gizi juga terpenuhi. Inilah berkah istighfar kita atau orang yang meng istighfar kan kita.

Sebaliknya, jika kita tidak mau beristighfar maka berkah dari langit dan bumi akan tertahan atau hanya menjadi satu ancaman terhadap keselamatan jiwa-jiwa, seperti misalnya berupa bencana atau mala petaka. Na’udzu billaahi min dzaalik. Maka di saat-saat sulit, kejepit, paceklik dan juga rumit, kita semestinya segera istighfar.

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى : وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنْ . ( هود , ۵۲ )

Allah Tabaaraka Wata’aala berfirman:

Dan (Hud berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." ( QS. Surah Huud, ayat 52 )

Hadirin Rahimakumullah.

Keutamaan ketiga dari istighfar yaitu agar kita mendapatkan solusi dari setiap kesulitan, juga mendapatkan rizki tanpa diduga-duga. Kesulitan itu bisa bermacam-macam hadirin! Misalnya sulit cari kerja, sulit dapat jodoh, sulit akur dengan tetangga, sulit memahami ilmu, sulit melaksanakan ibadah, atau bahkan sulit bayar hutang? Solusinya juga istighfar, istighfar dan istighfar. Semakin banyak semakin bagus, semakin sering semakin afdol.

عَنْ عَبْدِاللهِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

مَنْ لَزِمَ الْاِسْتِغْفَارْ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبْ. ( رواه ابو داود وابن ماجه واحمد والطبراني والبيهقي وغيرهم 

Dari Abdullah Bin Ibnu Abbas radhiyallaahu anhuma berkata, Rasulullah Sallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa membiasakn istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar dari setiap kesulitannya dan memberikan rizki dengan cara tak terduga-duga. (Hadits Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Thabrani, Baihaki dan lannya).

Hadirin yang berbahagia!

Ini saja yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan 3 keutamaan istighfar ini bisa memberi semangat kepada kita agar rajin ber istighfar sehingga nantinya tergolong kepada ahli taubat demi kebahagiaan hidup kita di dunia dan di akhirat. Amin

Jika ada jarum patah, jangan disimpan dalam peti. Jika ada kata-kata saya yang salah jangan disimpan ke dalam hati. Ihdinash-shiraathal mustaqiim. Tsumma, Assalamu’alaikum Warahmatulaahi Wabarakaatuh.

Baca juga:

Lihat juga:

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Virtual
TBv
tamanb4c4.blogspot.com 
Label: Bacaan, Virtual, Pidato, Religi, Umum.
Pidato lainnya bisa ditemukan di Menu Daftar Isi.
Bagikan:

PIDATO KEUTAMAAN BERDZIKIR Lengkap Dalil

Selamat Membaca!


PIDATO KEUTAMAAN BERDZIKIR
(Naskah Dari Taman Baca Virtual)

Assalamu’alaikum Wr.  Wb.

Alhamdulillah, mari kita ucapkan dengan penuh keikhlasan sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT. Karna berkat Rahmat, Taufiq, Hidayah dan InayahNya kita dikaruniai kesehatan dan kesempatanan untuk senantiasa menuntut ilmu sepanjang waktu.

Selanjutnya, shalawat dan salam dengan ucapan: Allahumma Sholli Wasallim ‘alaa Sayyidina Muhammad! Marilah sering-sering kita haturkan kepada beliau beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut beliau hingga hari Kiamat, mudah2an kita digolongkan sebagai ummat beliau hingga di akhirat. Amien.

Hadirin yang saya hormati!

Dzikir atau dzikrullah atau mengingat Allah atau menyebut nama Allah, sangatlah banyak sekali jenis, versi dan keutamaannya. Misalnya membaca kalimat thoyyibah (Subhanallah, Alhamdulillaah, Allahu Akbar, Laa haula Walaa Quwwata Illaa Billaaah(il 'aliyyil 'Azhiem), atau Istighfar, atau shalawat, atau ayat-ayat pilihan, atau membaca Al-Qur'an, atau menghadiri majlis dzikir, atau lainnya.

Baiklah. Pada kesempatan kali ini izinkan kami sharing tentang keutamaan atau fadhilah berdzikir secara umum, dengan maksud dan harapan semoga kita terajak untuk mengamalkannya secara kontinyu atau istiqomah. Sehingga dzikir-dzikir itu menjadi wiridan dalam kehidupan sehari-hari yg pada akhirnya kita digolongkan sebagai ahli dzikir dan dianugrahi prioritas di akhirat.

Hadirin yang berbahagia!

Hadirin ada yang tau, apa saja gunanya berdzikir? Ya. Kegunaan dan Keutamaan berdzikir memang sangat banyak sekali. Hadirin mau bukti? Kalau mau bukti, cobalah tanya kepada mereka yang sudah ‘kecanduan’ berdzikir!? Maksudnya... kalau hadirin ingin lebih yakin tentang keutamaan berdzikir, silahkan tanya kepada mereka yang sudah istiqomah menjalaninya. Atau dengerin saja pidato dengan tema keutamaan berdzikir ini sampai tuntas. Betul?

Baiklah, agar tidak berlarut-larut, di sini akan kami sampaikan 5 keutamaan berdzikir sebagaimana berikut:

Keutamaan Pertama yaitu:
1. Agar mendapatkan ampunan dan pahala yang besar

Keutamaan berdzikir yang pertama yaitu untuk mendapatkan pengampunan dari Allah atas dosa-dosa kita selama ini serta diberi pahala yang besar dari sisi-Nya. Sudah diberi ampunan, masih diberi hadiah pahala, lagi! Allahu Akbar! Semoga hadirin gak ada yg menolak penawaran pertama ini. Hmm.

Allah SWT. berfirman:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ( Al Ahzab, 35 ).

Kemudian Keutamaan Kedua yaitu:
2. Agar diingat oleh Allah


Sedangkan keutamaan kedua dari dzikir yaitu untuk diingat oleh Allah. Kita tidak usah jauh-jauh mencari contoh tentang hal ini. Misalnya, apabila kita lagi mendapat rejeki nomplok, siapa yang paling kita ingat? Tentu orang yang pernah mengingat kita sewaktu ia mendapatkan rejeki nomplok juga, kan? Atau sebaliknya, apabila kita sedang sedih, siapa yang akan mengingat kita? Tentu saja orang yang pernah ditolong kita saat ia sedih. Begitulah ketentuan yang Allah berikan kepada kita.

Allah SWT. berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. ( Al-Baqarah, 152 ).

Hadirin-hadirat yang berbahagia!

Keutamaan dzikir yang ketiga yaitu:
3. Agar mendapatkan ketenangan hati

Adapun keutamaan berdzikir yang ketiga yaitu untuk membuat hati tenang. Maka di kala kita gelisah, galau, merana, meratap, merintih, dsb, segeralah mengingat Allah. Ingatlah juga bahwa kegelisahaan itu akibat dari dosa-dosa namun sekaligus penghapus dosa, Allah tidak akan membebani hamba-Nya kecuali sesuai kemampuannya, Allah selalu bersama orang sabar, dsb. Dengan demikian Insya Allah hati akan menjadi tenang.

Allah SWT. berfirman:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ - ٢٨
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram. ( Ar Ra’d, 28 ).

Adapun Keutamaan dzikir keempat yaitu:
4. Agar melebur sifat kemunafikan


Dinukil dari Syarh Kifayatul Atqiya’ halaman 108, di sana disebutkan bawa Rasulullah saw. bersabda: “Dzikrullah (ingat kepada Allah) adalah ilmu keimanan, pelebur kemunafikan, pelindung dari syaitan, dan penjaga dari siksa neraka.”

Jadi, dzikir juga dapat menghilangkan sifat-sifat kemunafikan yang bersemayam dalam diri kita. Dengan banyak berdzikir maka sifat-sifat jelek ini akan tergantikan dengan sifat-sifat luhur, seperti sifat jujur, ikhlas, dan cinta atau dicintai karena Allah SWT.

Keutamaan dzikir yang kelima yaitu:
5. Agar tergolong sebagai Pecinta Allah

Masih dalam referensi yang sama, dalam Syarh Kifayatul Atqiya’ halaman 108,
Rasulullah saw. bersabda: “Tanda-tanda mencintai Allah adalah mencintai dzikrullah dan tanda-tanda membenci Allah adalah membenci dzikrullah.” Maa Syaa Allah !

Hadirin Rahimakumullah!

Itulah 5 keutamaan berdzikir atau menyebut nama Allah yang dapat kami sampaikan. Semoga pidato ini dapat memicu kita menjadi orang yang senang berdzikir dalam setiap keadaan dan kesempatan. Baik secara pribadi maupun berjamaah. Semoga Allah membimbing kita menjadi ahli dzikir. Semoga juga Allah melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita agar mendapatkan keutamaan-keutamaannya, baik yang disebut di atas atau tidak. Dan semoga akhir kalam kita kelak diakhiri dengan kalimat Laa Ilaaha Ilallaah, Muhammadur Rasulullah. Amien YRA.

Terima kasih atas segala perhatian, mohon ma’af atas adanya kekurangan dan kekhilafan,
Uushiikum wa nafsi bitaqwallah, Tsummas-salamu’alaikum Warohmatulaahi Wabrokaatuh.

Lihat juga:

VIDEO PIDATO 5 KEUTAMAAN BERDZIKIR 

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Virtual
TBv
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Pidato, Religi, Umum

Pidato lainnya silahkan cek di Menu.

Bagikan:

PIDATO KEUTAMAAN SHALAT, Lengkap Dalil


KEUTAMAAN SHALAT
(Teks pidato dari Taman Baca Virtual)

Selamat Membaca Pidato Tentang Keutamaan Shalat, Lengkap Dalil

Assalamu’alaikum Wr.  Wb.

Alhamdulillah, kita ucapkan dari lubuk hati yang terdalam sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT, karna berkat Rahmat, Taufiq, Hidayah dan InayahNyalah kita dikaruniai kesehatan serta kemampuan sehingga kita dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban kita sebagai muslim diantaranya menunaikan shalat 5 waktu.

Selanjutnya, shalawat dan salam dengan ucapan: Allahumma Sholli ‘alaa Sayyidina Wamaulaana Muhammad! kita haturkan kepada beliau beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut beliau hingga hari Kiamat. Karena berkat perjuangan beliau, kita bisa mengenal Islam, sebuah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai shalat.

Hadirin yang saya hormati!
Shalat itu berasal dari bahasa Arab yang berarti do’a. Shalat dapat didefinisikan sebagai suatu ibadah yang diawali dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan Salam. Kiranya hadirin sudah tau betul tentang hal ini. Kenapa? Karena tanpa diberi tau sekalipun, yang namanya shalat memang terdiri dari do’a-do’a dan memang harus didahului dengan Takbiratul Ihram dan ditutup dengan Salam. Betul?

Baiklah, maka di sini akan kami sampaikan sisi lain lain dari shalat, yaitu tentang keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya atau efek yang akan timbul setelah dilaksanakan.

Yang Pertama: Shalat itu adalah sebagai penolong

Masa sih, shalat itu sebagai penolong? Apa gak salah tuh? Ya emang gak salah. Kenapa? Hadirin ingat apa yang dibaca pada waktu duduk di antara dua sujud? Ya, itu jawabannya. Karena semua orang yang shalat pasti berdo’a: "Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, lapangkanlah aku, tinggikan derajatku, berilah aku rizki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan berilah aku kemaafan." Maka orang yang shalat dengan serta merta akan tertolong karena di dalam shalat sendiri banyak mengandung do’a-do’a pertolongan.

Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqoroh ayat 153).

Hadirin yang berbahagia!

Yang Kedua: Shalat itu adalah pencegah perbuatan munkar

Masa sih, shalat itu dapat mencegah kemunkaran? Apa gak salah tuh? Ya emang gak salah. Kenapa? Karena apabila seseorang shalat dengan didahului wudhu’ yang sebenar-benarnya, kemudian shalat dengan tata cara yang sebenar-benarnya, lalu menyertakan kekhusyu’an yang sebenar-benarnya, maka pasti ia akan menjadi orang yang baik bahkan tawadhu’. Kalau sudah begitu, niscaya ia akan merasa jijik dengan perbuatan-perbuatan yang jelek dan maunya menjauh dari perbuatan yang munkar. Gak percaya? Cobalah shalat khusyu’ sekali saja lalu buktikanlah bagaimana efeknya.


Allah SWT berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. (QS. Al Ankabuut ayat 45).

Hadirin yang dirahmati Allah!

Adapun keutamaan yang ketiga dari shalat yaitu: Menjauhkan dari sifat kikir.

Kebiasaan berkeluh kesah jika sedang susah dan kikir alias pelit jika mendapat nikmat itu adalah sifat manusia secara umum. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengendalikan 2 ‘penyakit’ itu, yaitu apabila ia termasuk orang yang sudah benar shalatnya.

Dengan tanpa ada keinginan menuding seseorang, cobalah lihat diri kita atau orang di sekitar kita. Lalu tanyakanlah kepada diri sendiri. Adakah sifat keluh kesah dan kikir menjangkiti orang yang shalatnya bagus? Silahkan pertanyaan ini dijadikan PR saja dan biarkanlah keheningan yang akan menemani hadirin menilai jawabannya, sebagai bahan evaluasi diri nantinya.

Allah SWT berfirman:
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا 
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
إِلَّا الْمُصَلِّينَ 
Yang artinya: Apabila ia (manusia) ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, 
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, 
kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, (QS. Al Ma’arij ayat 20-22)

Hadirin yang berbahagia!

Tidak hanya itu keutamaan yang akan diberikan kepada orang yang shalat, melainkan banyak. Boaanyak! Oleh sebab itu, marilah kita selalu berupaya menjaga shalat, meningkatkan kwalitas shalat, dan memperbanyak intensitas shalat supaya kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan di akhirat kelak. Amiin. Yra.

Kiranya, inilah yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan ada manfaatnya. Kalau ada jarum yang patah jangan disimpan di dalam peti, Kalau ada kata-kata yang salah jangan disimpan di dalam hati. Wal’afwu minkum.

Tsummassalaamu’alaikum Wr.  Wb.

Bagikan:

ARSIP BULANAN

PEMBACA TBv

PEMBACA ONLINE