Showing posts with label HADITS QUDSI. Show all posts
Showing posts with label HADITS QUDSI. Show all posts

HADITS QUDSI KE:40 kenikmatan lain untuk penduduk surga

HADITS QUDSI KE: 40

( TENTANG KENIKMATAN LAIN UNTUK PENDUDUK SURGA)


Dari Abi Sa'id al-Khudri r.a., beliau berkata: “Nabi s.a.w bersabda: ‘Sesungguhnya Allah berfirman (kepada semua penduduk surga): ‘Wahai para penghuni surga’! Mereka menjawab: ‘Kami datang memenuhi panggilan-Mu wahai Tuhan kami dan kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu.’ Allah berfirman: ‘Apakah kalian Ridho (puas terhadap segala nikmat-Ku)?’ Mereka menjawab: ‘Apakah lagi yang membuat kami tidak ridho wahai Tuhanku, sedangkan Engkau benar-benar telah memberikan nikmat yang tidak Engkau berikan kepada seorang lain pun dari makhluk-Mu.’ Kemudian Allah berfirman: ‘Maukah kalian aku berikan nikmat yang lebih baik dari itu semua?’ Mereka menjawab: ‘Wahai Tuhanku, nikmat yang mana lagikah yang lebih utama dari nikmat itu semua?’Allah SWT berfirman: ‘Aku melimpahkan kepadamu keridhoan-Ku, maka tidak akan ada lagi kemurkaan-Ku kepada kalian setelah ini, selamanya”. ( HR. Bukhari dan juga Muslim dan Tirmidzi )

Kandungan Isi Hadits:

1. Kelak, di surga akan terjadi dialog antara Allah dengan para penghuni/penduduk surga.

2. Allah akan bertanya kepada mereka tentang kenikmatan surgawi yang diberikan, apakah telah memuaskan mereka.

3. Para penghuni surga akan menjawab bahwa kenikmatan yang diberikan kepada mereka di surga sungguh sangat memuaskan mereka.

4. Allah masih akan memberikan kenikmatan yang jauh lebih nikmat dari pada itu, yaitu berupa keridhoan Allah kepada mereka.

5. Keridhoan Allah kepada mereka sungguh merupakan kenikmatan tertinggi karena dengan itu Allah tidak akan menunjukkan kemurkaan terhadap apapun yang diperbuat mereka di surga.

TBv

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE 39: penghuni surga dan neraka

HADITS QUDSI KE: 39

( TENTANG PENGHUNI SURGA DAN NERAKA )


Dari Abi Sa'id al-Khudri r.a., dari Nabi s.a.w beliau bersabda: “Surga dan neraka berdebat, kemudian neraka berkata: ‘Bagianku adalah orang-orang yang suka menindas dan sombong'. Sementara surga berkata: 'Bagianku orang-orang dhu'afa (kaum lemah) dan orang-orang miskin'. Maka Allah memberi keputusan diantara mereka; 'Sesungguhnya engkau surga adalah kasih sayang-Ku. Denganmu Aku kasihi siapa saja yang Aku kehendaki. Dan engkau neraka adalah adzab-Ku. Dengamu Aku mengadzab siapa saja yang Aku kehendaki. Dan bagi kamu berdua, Akulah yang menentukan isinya.'”

( HR. Muslim, juga Bukhari dan Tirmidzi )

Kandungan Isi Hadits:
1. Di akhirat hanya ada dua tempat hunian, yaitu surga dan neraka saja.

2. Surga menghendaki dihuni oleh orang-orang lemah dan miskin.

3. Neraka menghendaki dihuni oleh orang-orang yang suka menindas dan sombong.

4. Kedua tempat hunian itu bisa diupayakan oleh setiap orang akan tetapi ketetapan akhir diputuskan oleh Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana lagi Menepati Janji.

5. Hunian bernama surga diperuntukkan bagi orang yang dikasihi Allah dengan Rahmat-Nya.

6. Hunian bernama neraka diperuntukkan bagi orang yang dimurkai Allah dengan azab-Nya.

7. Surga dan neraka tidak berhak menentukan sendiri penghuninya karena ketentuan itu mutlak milik Allah SWT.


Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TBv
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE 38: bungkus surga & neraka

HADITS QUDSI KE: 38

( TENTANG BUNGKUS SURGA DAN NERAKA )

Dari Abu Hurairah r.a., bahwas Rasulullah s.a.w., bersabda: “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat neraka, lalu berfirman: ‘Lihatlah apa yang ada di dalamnya, dan kenikmatan yang Aku janjikan kepada penghuninya di dalamnya .’” Rasulullah s.a.w., melanjutkan: “ Kemudia Jibril datang ke surga dan melihat ke dalamnya serta kenikmatan yang disiapkan oleh Allah SWT kepada para penghuninya di dalamnya.” Rasulullah s.a.w., melanjutkan lagi: “Kemudian Jibril kembali kepada Allah SWT seraya berkata: ‘Demi kemuliaan-Mu, tidak seorangpun yang mendengar tentangnya, kecuali akan memasukinya’. Lalu Allah SWT memerintahkan untuk melingkupi surga dengan perkara-perkara yang dibenci (berupa kesulitan). Kemudian Allah SWT berfirman (kepada Jibril): ‘Kembalilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah Aku persiapkan bagi para penghuninya di dalamnya.’ Rasulullah s.a.w., melanjutkan: “Kemudian kembalilah Jibril ke surga. Maka ketika dia sampai di sana, benar-benar (surga) telah dilingkupi dengan berbagai kesulitan.” Kemudian Jibril kembali menemui Allah SWT dan berkata: 'Demi Kemuliaan-Mu, aku benar-benar khawatir, bahwa tidak seorangpun akan masuk ke dalamnya'. Lalu Allah SWT berfirman: 'Pergilah ke neraka, dan lihatlah di dalamnya, serta perhatikan terhadap apa yang Aku persiapkan bagi para penghuninya'. Kemudian ketika Jibril sampai di neraka, dia melihat neraka terdiri dari beberapa tingkatan, yang satu di bawah tingkatan lainnya. Kemudian dia kembali menemui Allah SWT dan berkata: 'Demi Kemuliaan-Mu, Tidak seorangpun yang mendengar tentangnya mau untuk memasukinya'. Lalu Allah SWT memerintahkan untuk melingkupi neraka dengan syahwat/kesenangan, kemudian berfirman kepada Jibril: 'Kembalilah ke neraka.’ Kemudian Jibril pun kembali ke neraka, lalu berkata: 'Demi Kemuliaan-Mu, aku benar-benar khawatir, tidak seorangpun akan selamat melainkan akan memasukinya'.”
( HR. Tirmidzi, beliau berpendapat hadits ini hasan shahih. Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud & Ibn Majah)

Kandungan Isi Hadits

1. Surga dan neraka adalah tempat hunian terakhir, kelak di akhirat.

2. Surga dihiasi dengan berbagai keindahan serta kenikmatan di dalamnya akan tetapi terbungkus oleh berbagai kesulitan di sekitarnya.

3. Neraka dipenuhi dengan berbagai azab/siksan di dalam kobaran apinya akan tetapi ditutupi dengan berbagai kesenangan syahwat di luarnya.

4. Karena bungkus/tutupan yang melingkupi itu, malaikat Jibril menduga bahwa surga tak akan ada penghuninya, sedangkan neraka akan banyak peminatnya.

5. Bungkus/tutupan itu merupakan ujian yang diberikan kepada setiap hamba-Nya sejak ia mukallaf hingga akhir hayat.

6. Siapa lulus ujian akan selamat, dan siapa gagal ujian akan celaka.

7. Mereka yang selamat akan dimasukkan ke surga, dan mereka yang celaka akan dimasukkan ke neraka.

8. Di akhirat hanya ada dua tempat hunian, yaitu surga dan neraka saja.

9. Surga akan dihuni oleh orang-orang muslim shaleh atau pelaku dosa yang sudah diazab/diampuni oleh Allah.

10. Neraka akan dihuni oleh orang-orang kafir dan orang-orang muslim yang pernah bebuat dosa dan belum diampuni oleh Allah.

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TBv
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 37 surga teristimewa nan tak terbayangkan

HADITS QUDSI KE: 37

( TENTANG SURGA TERISTIMEWA BAGI ORANG SHALEH )


Dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Allah SWT. berfirman: “Aku telah mempersiapkan bagi hamba-Ku yang shalih, surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di benak manusia”. Abu Hurairah selanjutnya berkata: Maka bacalah jika kamu kehendaki:
{ فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنْ } 
‘Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa ( bermacam-macam kenikmatan ) yang menyedapkan pandangan mata. {QS. As-Sajadah, ayat 17}
( HR. Bukhari, Imam Muslim, Tirmidzi & Ibnu Majah )

Kandungan Isi Hadits

1- Allah Maha Belas Kasih terhadap hamba-hamba-Nya, akan tetapi Allah lebih berbelas kasih lagi kepada hamba-hamba-Nya yang shaleh.

2- Allah memprioritaskan surga teristimewa-Nya kepada mereka yang dicap sebagai orang shaleh menurut Allah.

3- Keadaan surga teristimewakan itu sangat rahasia, tidak pernah ditangkap panca indera, tidak pernah bisa dibayangkan dalam khayalan, juga tidak pernah bisa difikirkan oleh akal manusia.

4- Itulah balasan surga khusus bagi orang-orang shaleh, yakni surga yang tak pernah bisa dibayangkan oleh akal fikiran dan rasa semasa di dunia. Inilah perumpamaan hakikat Rahasia Ilahi.

5- Abu Hurairah r.a, menambahkan sebuah amalan sebagai sarana menuju surga teristimewa tersebut yaitu terdapat di ayat ke 17 dari Surah ke 32 yaitu As-Sajadah,

TBv

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Hadits Qudsi, Umum


Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 36 nabi pemberi syafa'at


HADITS QUDSI KE: 36

( TENTANG NABI PEMBERI SYAFA'AT )


Diriwayatkan dari Anas r.a, dari Nabi s.a.w bahwa beliau bersabda: “Orang-orang beriman akan berkumpul pada hari kiamat, kemudian berkata: “Semestinya kita memohon pertolongan kepada Tuhan kita.”. Kemudian mereka mendatangi nabi Adam dan berkata: “Engkau adalah ayah umat manusia, Allah SWT telah menciptakanmu dengan “Tangan-Nya”, dan telah bersujud kepadamu para Malaikat, dan engkau telah diajarkan (oleh Allah SWT) nama-nama segala sesuatu. Maka mintakanlah pertolongan bagi kita kepada Tuhanmu, sehingga kita bisa beristirahat dari tempat kita ini”. Nabi Adam menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian (memintakan pertolongan kepada Allah)”. Kemudian Nabi Adam menyebutkan kesalahan-kesalahannya, dan diapun merasa malu (kepada Allah, untuk memintakan pertolongan). Kemudian dia berkata: “Pergilah menemui Nuh, karena sesungguhnya dia adalah Rasul pertama yang diutus Allah kepada penduduk bumi”. Kemudian mereka pun mendatangi nabi Nuh. Maka Nuh a.s pun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian”. Kemudian dia menyebutkan kesalahannya yaitu mempertanyakan sesuatu yang dia tidak ada pengetahuan tentangnya, karena itu dia merasa malu (untuk memintakan pertolongan kepada Allah). Kemudian Nabi Nuh berkata: “Temuilah Kekasih Allah Yang Maha Pengasih (Khalilullah, Nabi Ibrahim a.s)”, lantas mereka menemuinya. Nabi Ibrahim pun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian”. Kemudian beliau berkata: “Temuilah Musa, seorang hamba yang Allah bercakap denganya, dan diturunkan kepadanya Taurat”. Lantas mereka menemui nabi Musa a.s.. Dan beliaupun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian”. Kemudian beliau menyebutkan kesalahannya yaitu telah pernah membunuh seorang manusia untuk menyelamatkan diri yang lain. Dan beliau merasa malu kepada Tuahnnya. Kemudian Nabi Musa berkata: “Temuilah Isa, hamba Allah dan Rasul-Nya, kalimat Allah dan Ruhullah”. Kemudian mereka menemui nabi Isa a.s. Nabi Isa pun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian, temuilah Muhammad, seorang hamba Allah yang telah diampuni dosa-dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang”. Maka mereka menemuiku (Nabi Muhammad ). Maka akupun berangkat (menemui Allah) sehingga meminta izin kepada Tuhanku. Akhirnya Dia memberikan izin kepadaku. Dan ketika aku melihat Tuhanku, akupun jatuh bersujud, dan Dia membiarkanku selama yang dikehendaki-Nya. Kemudian Allah SWT berfirman: “Angkatlah kepalamu, dan mintalah, aku akan berikan (yang kau pinta), dan berkatalah, maka perkataanmu akan didengarkan, dan mintakanlah syafa'at maka syafa'atmu akan dikabulkan”. Maka akupun mengangkat kepalaku, dan aku memuji Allah dengan segenap pujian yang telah Allah beritahu kepadaku, kemudian aku memberikan syafa'at dan Allah menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang dapat diberi syafa'at), kemudian mereka semua dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah SWT. Dan ketika aku melihat Tuhanku (aku pun jatuh bersujud) sebagaimana sebelumnya. Kemudian aku memberikan syafa'at dan Allah SWT., menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang diberi syafa'at). Maka mereka semua kemudian dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah SWT., untuk ketiga, keempat, sehingga aku berkata: “Tidak tersisa di dalam neraka kecuali orang-orang yang telah ditetapkan di dalam al-Qur'an, dan orang-orang yang ditetapkan kekal di dalamnya.” ( HR. Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, & Ibnu Majah).

Di dalam riwayat lain dari Imam Bukhari, dengan tambahan: Nabi s.a.w bersabda: Dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah mengucapkan: “Laa Ilaaha Illallaah” dan di dalam hatinyaterdapat kebaikan seberat biji jagung, dan kemudian juga dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah mengucapkan: “Laa Ilaaha Illallaah” dan di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji gandum, dan juga dikeluarkan dari neraka seseorang yang pernah mengucapkan: “Laa Ilaaha Illallaah” dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji sawi (atau seberat atom/dzarrah).

Kandungan Isi Hadits

1.Hari kiamat adalah suatu kepastian namun tak seorang pun tahu kapan akan terjadi.

2.Di hari kiamat nanti seluruh manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar untuk mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya sewaktu di dunia

3.Dalam ‘antrian’ menunggu ‘persidangan’, di bawah matahari yang dekat di atas kepala, di tengah lautan keringat, manusia sibuk mencari pemberi syafa’at (pertolongan).

4.Selain amal shaleh lagi maqbul, maka syafa’at Nabi Muhammad s.a.w., yang diharapkan bisa menolong manusia di hari itu.

5.Para nabi pilhan enggan memintakan pertolongan Allah, karena beliau-beliau merasa malu dengan dosa yang pernah dilakukan.

6.Kuota/jatah syafa’at ada di bawah kendali Nabi Muhammad s.a.w., di atas kuasa Allah SWT.

7.Semoga kita istiqomah mencintai Nabi Muhammad s.a.w., berpegang teguh pada ajaran beliau sehingga kelak mendapat syafa’at beliau, bisa berjumpa dengan beliau dan selamat di akhirat. Amin Ya Robbal Alamiin.


Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TBv
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 35 sepertiga malam terakhir


HADITS QUDSI KE: 35

( TENTANG SEPERTIGA MALAM TERAKHIR)

Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w., bersabda: “Tuhan kita Subhanahu Wa Ta'ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, kemudian berfirman: “Barangsiapa berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan, dan barangsiapa meminta kepadaku, maka akan Aku beri, dan barangsiapa memohon ampunan-Ku, maka Aku ampuni”. (HR. Bukhari, begitu juga Muslim, Malik, Tirmidzi dan Abu Dawud. Dan dalam riwayat Muslim, dengan tambahan: Allah turun (di langit dunia) hingga terbit fajar.)

Kandungan Isi Hadits

1. Allah SWT Maha Dekat, dan lebih dekat lagi di waktu sepertiga malam terakhir.
2. Di sepertiga malam terakhir, Allah lebih mengabulkan do’a
3. Di sepertiga malam terakhir, Allah lebih mengabulkan permohonan
4. Di sepertiga malam terakhir, Allah lebih mengampuni dosa pemohon
5. Hadits ini menunjukkan bahwa setiap sesuatu yang Allah ciptakan selalu diberi kelebihan, dan kelebihan malam yaitu saat-saat sepertiga terakhir. ibadah di waktu-waktu yg diutamakan lebih afdol daripada ibadah di waktu normal.


TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Hadits Qudsi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 34 keluasan ampunan ALLAH


HADITS QUDSI KE: 34

( TENTANG KELUASAN AMPUNAN ALLAH)

Dari Anas r.a., beliau berkata, aku mendengar Rasulullah s.a.w., bersabda: "Allah SWT. berfirman: “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya bagimu apa yang kamu pintakan kepada-Ku dan kamu mohonkan kepada-Ku, Aku mengampunimu atas apa yang ada padamu dan aku tidak memperdulikannya (berapa besar dan banyak dosa yang ada padamu). Wahai anak Adam, seandainya engkau datang denga dosa-dosamu sebanyak awan di langit, kemudian engkau memohon ampunan-Ku, maka Aku mengampunimu. Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dengan tanpa menyekutukan-Ku sama sekali, maka Kutemui engkau dengan ampunan sejumlah itu pula”. ( HR. Tirmidzi dan juga oleh Ahmad, dan sanadnya Hasan )

Kandungan Isi Hadits:

1. Allah selalu menunggu untuk menerima taubat setiap hamba-Nya yang betul-betul mau bertaubat, yakni taubatan nashuha

2. Sebesar dan seberat apapun dosa seorang hamba terhadap Allah, bagi-Nya tidak manjadi perantara tertolaknya pertaubatan karena keluasan ampunan Allah terlampau luas dibandingkan dengan seluruh dosa anak cucu Adam dari keturunan pertama hingga keturunan yang terakhir kelak menjelang kiamat

3. Allah menerima taubata seorang hamba atas dosa-dosanya selama ia tidak syirik atau menyekutukan Allah dengan yang lain

4. Dosa yang menyangkut dengan hak-hak Adami atau berkaitan dengan kezaliman terhadap orang lain harus diselesaikan secara kemanusiaan dengan cara mengembalikan  hak-haknya/mereka atau meminta ma'af atas kezalimannya

5. Sebagai seorang hamba yang merasa berdosa dan bertekad untuk taubat sehingga menjalani permohonan ma'af terhadap orang yang pernah dizalimi akan tetapi orang tersebut  tidak mau menerima permohonan ma'afnya, maka lepaslah kewajibannya untuk memohon ma'af . Dan akhir upaya dikembalikan kepada Allah SWT Yang Maha Mengetahui dan Maha Menerima Taubat.

TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Religi, Umum
Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 33 - jawaban atas permohonan ampun dari dosa

HADITS QUDSI KE: 33

( TENTANG PERMOHONAN AMPUN KEPADA YANG MAHA PENGAMPUN )


Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam; Salah satu yang diwahyukan dari Tuhannya 'Azza wa Jalla adalah sabdanya:Telah berbuat dosa seorang hamba dengan suatu perbuatan maksiat/dosa, kemudian dia berkata: Ya Tuhanku, ampunilah bagiku dosaku. Maka Allah tabaraka wa ta'ala berfirman:  “Hamba-Ku telah berbuat dosa dengan suatu perbuatan dosa, dan dia mengetahui bahwa Tuhannya maha mengampuni dosa dan menghukum perbuatan dosa.” Kemudian hamba tersebut berbuat dosa kembali, dan kemudian berdoa (lagi) yaitu: Tuhanku, ampunilah bagiku dosaku. Maka Allah tabaraka wa ta'ala berfirman: “Hamba-Ku melakukan perbuatan dosa, dan dia mengetahui bahwa Tuhannya mengampuni dosa dan mengadzab perbuatan dosa.” Kemudian hamba tersebut berbuat dosa kembali, dan kemudian berdoa kembali yaitu: “Tuhanku, ampunilah bagiku dosaku.” Maka Allah tabaraka wa ta'ala berfirman: “Hambaku telah berbuat dosa, dan dia tahu, dia memiliki Tuhan Yang Mengampuni dosa dan mengadzab perbuatan dosa. Lakukanlah apa yang kamu kehendaki, karena Aku benar-benar telah mengampunimu.” (HR. Muslim juga Imam Bukhari)

Kandungan Isi Hadits

1. Allah Maha Tahu terhadap seluk-beluk dosa dan maksiat setiap hamba-Nya
2. Allah Maha Pengampun terhadap dosa, selain dosa syirik yaitu menuhankan sesuatu selain-Nya
3. Anjuran untuk sering-sering muhasabah diri dan beristighfar atas dosa dan maksiat yang dilakukan dengan sengaja atau tidak, dengan sembunyi atau nampak, dengan sendirian atau berkelompok
4. Ampunan Allah sangat luas, melebihi kedahsyatan Azab-Nya
5. Allah mengampuni dosa dan maksiat apapun yang dilakukan seorang hamba selama ia yakin dan beriman bahwa Allah berkuasa untuk mengampuni dosa-dosa dan mengazab karena dosa-dosa.

TB
Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Hadits Qudsi, Umum


Bagikan:

HADITS QUDSI KE:32 takut pada azab ALLAH

HADITS QUDSI KE: 32

( TENTANG TAKUT KEPADA AZAB ALLAH )



Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi s.a.w., beliau bersabda: “ Ada seorang laki-laki telah berbuat melampau batas atas dirinya sendiri, maka ketika ajalnya akan datang, dia berwasiat kepada anak-anaknya, kemudian dia berkata: “Ketika aku mati, bakarlah (jasad) ku, kemudian hancurkanlah sampai halus, selanjutnya sebarkanlah abu (jasad) ku ke udara di laut, karena demi Allah, seandainya Allah menetapkan kepadaku untuk mengadzabku, Dia akan mengadzabku dengan adzab yang belum pernah ditimpakan kepada seorangpun (selainku).”  Maka mereka melakukan apa yang diwasiatkan kepadanya. Kemudian Allah berfirman kepada bumi: “ Kumpulkanlah apa yang telah kamu ambil.” Maka ketika lelaki itu berdiri (dibangkitkan kembali), selanjutnya Allah berfirman: “Apa yang mendorongmu untuk melakukan perbuatan tersebut?” Lelaki itu menjawab: “Karena aku takut ( خشي ) kepada-Mu wahai Tuhanku.” Atau: “Karenat aku takut kepada-Mu.” (dengan menggunakan (خاف)”. Maka Allah pun  mengampuni laki-laki tersebut disebabkan itu (karena rasa takut kepada Allah).
( HR. Muslim, juga Bukhari, Nasa'i dan Ibn Majah )


Kandungan Isi Hadits:

1. Pengakuan terhadap dosa, merupakan langkah awal untuk menerima pengampunan dari Allah SWT.

2. Orang yang menganggap dirinya banyak dosa menunjukkan bahwa ia sedang mendapat pertolongan dari Allah karena ia menyadari fitrahnya sebagai manusia yang tak mungkin terlepas dari dosa.

3. Orang yang menganggap dirinya tidak punya dosa merupakan pertanda bahwa ia sedang jauh dari pertolongan Allah sebab ia tidak diberi kesempatan untuk menyadari hakikat manusia sesungguhnya yang tak mungkin suci dari dosa-dosa.

4. Hanyalah orang-orang yang menyadari dosa-dosanya lalu bertaubat karena takut akan azab Allah-lah yang kelak mendapat keampunan dari Allah.

5. Allah SWT selalu terbuka untuk menerima taubat dari hambanya yang takut kepada-Nya.


TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Hadits Qudsi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 31 sumpah atas nama ALLAH

HADITS QUDSI KE: 31

( TENTANG SUMPAH ATAS NAMA ALLAH )



Diriwayatkan dari Jundub r.a., bahwa Rasulullah s.a.w., diberitakan bahwa seseorang berkata:“Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si Fulan.” Dan sesungguhnya Allah S.W.T., berfirman: “Siapakah yang telah bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni Fulan, sesungguhnya Aku benar-benar mengampuni Fulan, dan Aku membatalkan amal-amalmu”, atau seperti perkataan/sabda yang serupa kalimat tersebut. ( HR. Muslim ).

Kandungan Isi Hadits

1.. Dilarang bersumpah atas nama Allah dalam hal yang tidak dibenarkan menurut syari’at atau ajaran Islam.

2. Diperbolehkan bersumpah dengan menggunakan kalimat sumpah seperti: Tallaahi, Wallaahi, dan Billaahi dan mempergunakannya dalam urusan-urusan ketaatan dan kebaikan saja.

3. Allah Maha Pengampun, selalu menunggu dan mengampuni dosa-dosa orang yang meminta ampunan-Nya kecuali dosa syirik.

4. Tidak benar dikatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni sesorang walaupun yang mengatakan itu menguatkan dengan sumpah.

5. Allah akan menghapus pahala amal orang yang bersumpah atas nama Allah dalam hal yang tidak dibenarkan oleh Allah. Wal’iyaadzu Billaah.

TB
Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari TamanBaca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Religi, Umum


Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 30 perjumpaan dengan ALLAH

HADITS QUDSI KE: 30

( TENTANG PER-JUMPA-AN DENGAN ALLAH )


Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw., bersabda bahwa Allah 'Azza wa Jalla berfirman: “Ketika hamba-Ku menyukai untuk bertemu denganku, Akupun senang untuk bertemu dengannya, dan ketika hamba-Ku benci untuk bertemu dengan-Ku, Akupun benci bertemu dengannya” ( HR. Bukhari dan Imam Malik ).

Dan di dalam riwayat Imam Muslim menjelaskan makna hadits tersebut: Dari 'Aisyah r.a, beliau berkata bahwa Rasulullah saw., bersabda: “Barangsiapa senang bertemu dengan Allah, Allah pun senang bertemu dengannya, dan barangsiapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah pun benci bertemu dengannya.” Maka aku ('Aisyah r.a) bertanya: “Wahai Nabi Allah, aku membenci mati? Kita semua membenci kematian.”, Rasulullah Rasulullah saw., bersabda:  “Bukan demikian (maksudnya). Akan tetapi seorang mukmin ketika diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, keridloan-Nya dan surga-Nya, maka dia senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah pun senang bertemu dengannya, sedangkan orang kafir, ketika diberitakan kepada mereka dengan adzab Allah, dan murka-Nya maka mereka benci bertemu dengan Allah, dan Allah pun benci bertemu dengan mereka”.

Kandungan Isi Hadits

1.Setiap seseorang punya peluang untuk bertemu dengan Allah, melihat wajah Allah dan berbicara dengan Allah, kelak di akhirat.

2. Perjumpaan dengan Allah sangat didambakan oleh orang-orang yang beriman karena perjumpaan itu berlimpahkan rahmat-Nya.

3. Perjumpaan dengan Allah sangat dibenci oleh orang-orang kafir karena perjumpaan itu berujung pada azab-Nya.

4. Allah senang berjumpa dengan orang-orang yang beriman dan tidak dengan orang-orang kafir lantaran perbedaan cara mereka menanggapi hukum dan ayat-ayat Allah. Sebagaimana ayat yang menyatakan: Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. (QS. Al-Kahfi, 105)

5. Berbahagialah mereka yang tunduk dan patuh terhadap hukum-hukum Allah karena mereka dijanjikan suatu kenikmatan yang agung, yaitu perjumpaan dengan Allah.

TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TamanBaca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 29 sabar atas kematian seseorang

HADITS QUDSI KE: 29

( TENTANG SABAR ATAS KEMATIAN SESEORANG YANG DICINTAI )



Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasululah saw., bersabda bahwa Allah SWT., berfirman: “Tidak ada bagi hamba-Ku yang beriman balasan dari-Ku, ketika Aku ambil orang yang paling dia sayangi dari penduduk dunia, kemudian dia mengharapkan keridhaan Allah, kecuali (pasti akan Aku balas dengan) surga.” (HR. Bukhari ).

Kandungan Isi Hadits

1. Setiap manusia pasti mengalami kematian sesuai dengan ketentuan ajalnya.
2. Kematian tidak memilah-milih pada seseorang yang dicintai ataupun dibenci.
3. Kesabaran atas kematian seseorang yang dicintai akan dibalas oleh Allah dengan surga.
4. Balasan berupa surga diperuntukkan bagi orang yang sabar dengan landasan iman dan ridha dengan landasan takwa.
5. Kesabaran itu diukur pada saat awal terjadinya musibah.

TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TamanBaca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 28 bunuh diri

HADITS QUDSI KE: 28

( TENTANG BUNUH DIRI )



Dari Jundub Ibnu Abdillah ra., beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Ada seorang laki-laki dari orang-orang sebelummu yang memiliki luka, kemudian dia mengambil pisau dan melukai tanganya, maka darahnya pun terus mengalir keluar hingga dia meninggal. Allah swt., berfirman: “Hambaku telah bergegas menemuiku karena ulahnya, maka Aku haramkan surga baginya.” ( HR. Bukhari )

Kandungan Isi Hadits

1. Melukai diri sendiri adalah merupakan tindakan zalim terhadap diri sendiri.
2. Bunuh diri adalah merupakan dosa besar karena kematian seseorang semata-mata hak Allah.
3. Pelaku bunuh diri akan diazab di akhirat dan diharamkan baginya masuk surga.
4. Anjuran supaya seseorang menjaga dan melindungi diri dari hal yang akan mencelakakan.
5. Ancaman bagi pelaku bunuh diri bagaimanapun alasannya.

TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TamanBaca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 27 ruh fisabilillah

HADITS QUDSI KE: 27

( TENTANG RUH/ARWAH FISABILILLAH )


Dari Masyruq beliau berkata: "Kami bertanya – atau aku bertanya – kepada Abdullah – maksudnya adalah Abdullah Ibnu Mas'ud – mengenai ayat berikut:

تَحْسَبَنَّ  الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِي سَبِيْلِ اللهِ اَمْوَاتاً‘ بَلْ اَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ  يُرْزَقُوْنَوَلاَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. (Ali-Imran, 169).
Ibnu Mas'ud berkata; “Ketahuilah sesunguhnya aku benar-benar telah menanyakan ayat tersebut (kepada Rasulullah saw.,).” Maka beliau bersabda: Ruh-ruh mereka berada di dalam burung-burung berwarna hijau, ruh-ruh itu memiliki pelita-pelita yang tergantung pada 'arasy, ruh-ruh itu terbang ke surga sesuai kehendak mereka, dan kemudian kembali ke pelita, kemudian Tuhan mereka mendatangi mereka dan berfirman: “Apakah ada sesuatu yang kalian inginkan?” Mereka menjawab: “Adakah lagi yang kami inginkan, sedangkan kami bebas terbang ke surga sekehendak kami?” Dan hal tersebut ditanyakan kepada mereka tiga kali. Dan ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak akan ditinggalkan (tidak ditanya lagi) hingga mereka meminta sesuatu, mereka selanjutnya berkata: “Wahai Tuhan kami, kami berharap kiranya Engkau kembalikan ruh kami ke dalam jasad kami, hingga kami terbunuh kembali di jalan-Mu untuk kedua kalinya.” Tatkala Allah melihat bahwa mereka tidak memiliki hajat/keinginan lain lagi, maka mereka ditinggalkan tidak ditanya lagi). (HR. Muslim, juga Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Kandungan Isi Hadits

1. Ruh-ruh orang yang gugur di jalan Allah tidak mati, melainkan hidup di alam barzakh, sebagaimana dalil ayat Al-Qur"an di atas.

2. Ruh-ruh orang mati di jalan Allah itu mendapatkan rizki barzakhi yang jauh lebih nikmat dari pada rizki duniawi.

3. Di antara kenikmatan yang diberikan yaitu diperkenankannya terbang ke surga sekehendak mereka.

4. Hanyalah Allah dan merekalah yang tahu tentang kenikmatan lain yang diperuntukkan bagi mereka.

5. Berbahagialah mereka yang berpredikat gugur di jalan Allah menurut Allah.

TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari TamanBaca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 26 ciri-ciri waliyullah

HADITS QUDSI KE: 26

( TENTANG CIRI-CIRI WALI/KEKASIH ALLAH )


Dari Abu Umamah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Sesungguhnya wali-wali (para kekasih)-Ku yang terbaik adalah seorang mukmin yang ringan (sederhana) kondisinya, punya bagian dari shalat, menyembah Tuhannya dengan baik, menaati-Nya sekalipun saat sepi (dalam keadaan sendiri), tidak dikenal banyak orang dan tidak ditunjuk dengan jari, rizkinya pas-pasan lalu ia bersabar atas hal itu.’ Setelah itu beliau saw.,  mengetuk-ngetukkan tangan beliau, kemudian beliau bersabda: “Kematiannya dipercepat, sedikit wanita yang menangisi dan sedikit harta warisannya.” ( HR. Tirmidzi, dan begitu juga Ahmad, Ibnu Majah dengan sanad hasan )

Kandungan Isi Hadits:

1.Ciri-ciri waliyullah (kekasih Allah) yang terbaik menurut Allah adalah orang mukmin yang sederhana, shalatnya bagus, beribadahnya tepat, taat di setiap keadaan, tidak terkenal, tidak bergelimang harta namun ia sabar dengan itu.

2. Ciri-ciri lainnya adalah kematiannya dipercepat atau tidak berumur terlalu panjang, tidak banyak wanita yang menangisi kepergiannya, dan tidak banyak harta warisannya.

3. Hadits ini merupakan penjelasan lanjutan dari hadits yang sebelumnya tentang keistimewaan kekasih Allah

4. Hadits ini mengisyaratkan bahwa untuk menjadi kekasih Allah tidak terlalu sulit, bisa diupayakan oleh siapapun yang menghendakinya.

5. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk dalam hal menentukan sesorang sebagai wali-Nya.

6. Hadits ini juga mengandung pengertian bahwa waliyullah tidak dapat ditentukan secara pasti, melainkan hanya diduga-duga melalui ciri-ciri zahirnya.

7. Waliyullah (kekasih Allah) selalu dirahasiakan untuk kebaikan dirinya dan orang lain yang menduga-duganya. Ada pendapat mengatakan bahwa tidak dapat mengetahui wali kecuali wali. Ada juga yang berpendapat bahwa waliyullah diketahui setelah kewafatannya. Allaahu A’lam.

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Virtual
TBv
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual,  Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 25 kekasih ALLAH


HADITS QUDSI KE: 25
( TENTANG KEKASIH ALLAH )


Dari Abu Hurairah ra., beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: “Siapa yang memusuhi seorang kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya. Dan tiada mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Kusukai daripada melaksanakan kewajiban yang telah Aku wajibkan, dan hambaku selalu mendekat kepada-Ku dengan melakukan sunnah-sunnah sehingga Aku mencintainya. Maka apabila Aku mencintainya, Akulah yang akan menjadi pendengarannya, dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepada-Ku pasti Aku mengabulkannya dan jika ia berlindung kepada-Ku pasti Aku melindunginya. Dan apa yang tidak Aku lakukan kepada hamba-Ku yang beriman adalah ia memembenci kematian, dan Aku membenci kejelekan terhadapnya.” ( HR.  Bukhari )

Kandungan Isi Hadits:

1. Betapa istimewanya kedudukan seorang kekasih Allah, karena dirinya selalu dipantau, dijaga dan dibela oleh Allah SWT.

2. Sebagai sarana bertaqarrub (mendekat) kepada-Nya, mereka senantiasa menjalankan amalan-amalan fardhu karena merupakan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah SWT.

3. Sedangkan amalan-amalan sunnah dan menghindari perbuatan-perbuatan maksiat merupakan sarana meraih kecintaan Allah SWT .

4. Jika Allah SWT telah mencintai seseorang, maka Allah pasti mengabulkan doanya dan pasti melindunginya selama do’anya akan membawa kebaikan terhadapnya atau orang lain.

5. Orang yang dipilih Allah SWT sebagai kekasih-Nya, disebut Waliyullah yaitu orang yang betul-betul istiqomah menjalankan amalan fardhu dan sunnah karena Allah, meninggalkan maksiat dan syubhat semata-mata karena Allah, atau orang yang Allah kehendaki sebagai pilihan-Nya karena kemungkinan lainnya. Innallaaha 'alaa kulli syai-in qodiir.

TBv

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Hadits Qudsi, Umum


Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 24 jika dicintai dan dibenci ALLAH

HADITS QUDSI KE: 24

( TENTANG CINTA DAN BENCI ALLAH )



Dari Abu Hurairah ra., beliau berkata bahwa Rasulullah saw., bersabda: “Sesungguhnya
jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: “Sesunguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.” Rasulullah selanjutnya bersabda: “Maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit: “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.” Maka para penghuni langit pun mencintainya. Selanjutnya Rasulullah saw., bersabda: “Dan kemudian dibumi pun dia menjadi orang yang diterima.” Dan ketika Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan kemudian berfirman: “Sesungguhnya Aku membenci si fulan, maka bencilah dia.” Maka Jibril pun membenci si Fulan, kemudia Jibril menyeru penduduk langit: “Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah dia.” Rasulullah saw., melanjutkan: “Maka penduduk langitpun membenci si fulan, kemudian di bumi dia mendapatkan kebencian”.
( HR. Muslim juga Bukhari, Malik, dan Imam Tirmidzi )

Kandungan Isi Hadits:

1. Pentingnya seseorang mendapatkan cinta Allah karena jika sudah dicintai Allah akan berimbas pada kecintaan semua makhluk-Nya terhadap orang itu.

2. Pentingnya seseorang menghindari kebencian Allah, karena jika sudah dibenci Allah akan berdampak pada kebencian semua makhluk-Nya kepada orang itu.

3. Untuk menggapai cinta Allah dapat diupayakan dengan jalan mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan tulus dan ikhlas. Selain itu yaitu dgn taubat nasuha dan menjaga kebersihan lahir batin. Allah mencintai orang2 yg bertaubat dan membersihkan diri.

4. Tindakan pembangkangan terhadap perintah-Nya atau ketidakpedulian terhadap larangan-Nya dapat mendatangkan murka Allah. Diantara sesuatu yg mendatangkan murka ALLAH adalah bila sesorang anak dimurkai orang tuanya, bila seorang istri tidak diridhoi suaminya dan bila seorang pemimpin/imam dibenci pengikutnya.

5. Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana dalam setiap sesuatu, termasuk dalam hal menetapkan kecintaan atau kebencian terhadap hamba-Nya.

TB
Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Religi, Umum

Bagikan:

ARSIP BULANAN

PEMBACA TBv

PEMBACA ONLINE