Showing posts with label PIDATO RELIGI. Show all posts
Showing posts with label PIDATO RELIGI. Show all posts

Pidato Singkat, Kebersihan Sebagian Dari Iman

Inilah Pidato Singkat, Lucu, Tapi Berbobot. Judulnya, Kebersihan Sebagian Dari Iman, diformat untuk lomba pidato seusia anak PAUD, TK, SD atau MI. Selamat Membaca, Selamat Berlomba, Semoga Berhasil!

Pidato Singkat, Kebersihan Sebagian Dari Iman

السَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya takzimi, seluruh ustadz-ustadzah.
Yang saya muliakan, seluruh dewan juri.
Yang saya hormati, para penonton.
Yang saya cinta sayangi, semua teman-teman.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن وَبِهٖ نَسْتَعِيْن عَلىٰ أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْن، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْن، أَمَّا بَعْدُ

Hadirin hadirat rahimakumullah.
Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wata'ala, karna berkat Rahmat, Taufiq dan HidayahNya kita berada dalam keadaan sehat wal'afiat, suasana alam yang damai, dan lingkungan bersih tertata rapi.

Hadirin senang nggak diberi kesehatan?
Hadirin senang nggak mendapat kedamaian?
Hadirin senang nggak diam di lingkungan yang bersih?
Tentu saja senang. Karena itu adalah nikmat besar dari Allah Subhanahu wata'ala. Dari siapa? Ya, dari Allah Subhanahu wata'ala. Oleh karena itu kita harus bersyukur dengan mengucapkan: Alhamdu.... Lillaah.

Kedua, marilah kita haturkan shalawat dan salam untuk junjungan kita, Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam. Karena berkat beliau maka kita mengenal islam. Yaitu agama yang mencintai kebersihan.
Sekarang saya mau tanya lagi nih.
Hadirin tau nggak ya, kebersihan itu pangkal apa? Kesehataaan.
Terus, hadirin tau nggak sih, kebersihan itu sebagian dari apa? Imaaaan.
Mantul. Mantap betul!

Hadirin yang saya hormati!
Amel ulang lagi ya...
Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Dan kebersihan adalah sebagian dari iman.
Eh, Amel mau bagi-bagi rahasia nih. Hadirin mau nggak ya? Mau aja apa mau banget? Oke. Begini loh.
Orang tua kita itu suka anak yang bersih loh! Sebaliknya, kawan-kawan kita juga suka orang tua yang bersih loh! Truss, ustadz-ustadzah kita juga suka murid yang bersih loh. Murid juga begitu, suka ustadz-ustadzah yang bersih! Ya. Semua suka yang bersih! Kenapa? Karena kebersihan adalah..... pangkal kesehatan. Dan kebersihan adalah sebagian dari iman.

Kata pak ustadz:
اَلنَّظَافةُ مِنَ الْإِيْمَان

Hadirin tau apa artinya?
Ya. Kebersihan itu sebagian dari iman.

Hadirin yang berbahagia!
Berhubung hadirin sudah pintar-pintar kaya' pak ustadz, jadi Amel mohon maaf ya kalau Amel ngisi ceramah di tempat ini sebentar saja. Amel mau ngisi ceramah yang laaamaaaa di kota lain aja! Hmm! Sepertinya, minggu ini ada jadwal nih. Doakan Amel ya.. Amel juga doakan semua hadirin masuk surga, kita bersama-sama di surga, bertemu Rasulullah, karena kita mencintai kebersihan. Aaamiiin.

Inilah pidato dari saya,
Kalau ada jarum patah jangan disimpan di dalam peti ya..
Kalau ada kata-kata Amel salah, jangan disimpan dihati ya..
Maafin, maafin..!
Burung Irian burung cendrawasih.
Cukup sekian dan terimakasih.

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه

By. TBv
Judul pidato tema lainnya silahkan dicek di Daftar Isi ya..

Bagikan:

Pidato Singkat Tentang Birrul Walidain Versi Anak

Inilah Pidato Singkat Tentang Birrul Walidain Versi Anak, dilengkapi dalil dan cara baca tulisan Arab.



السَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه. بِسْمِ اللهِ، حَمْداً لِلّٰهِ، وَصَلَاةً وسَلَاماً عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلٰى آلِهٖ وصَحْبِهٖ ومَنْ وَالَاهُ، أمَّا بَعْدُ

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Bismillaah, Hamdan lillaah, wa sholaatan wa salaaman ‘alaa rosuulillah, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi waman waalaah. Ammaa ba’du.

Bapak-bapak, ibu-ibu yang saya hormati, ustadz-ustadzah dan dewan juri yang saya muliakan, hadirin dan teman-teman yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan malam hari ini, izinkan kami menyampaikan salah satu hal yang menjadi kewajiban kita semua, yaitu BIRRUL WALIDAIN. Teman-teman ada yang tau apa artinya BIRRUL WALIDAIN? Baik. Birru artinya: Berbuat baik atau berbakti, Alwalidain artinya: Dua orang tua. Maka Birrul Walidain diartikan: Berbuat baik/berbakti kepada kedua orang tua.

Hadirin yang berbahagia,
Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam. Kita wajib berbuat baik kepada ayah, lebih-lebih kepada ibu. Karena ayah yang mencarikan nafkah untuk keperluan hidup kita, dan ibu yang selalu setia menemani kita, siang dan malam, suka maupun duka. Merekalah yang membesarkan dan merawat kita sehingga kita gagah, ganteng/cantik seperti ini. Betul?

Oleh karena itu kita harus malu apabila kita tidak bisa membalas kebaikan ayah dan ibu kita. Lalu dengan apa kita harus membalas? Jawabannya yaitu: BIRRUL WALIDAIN. Ya. Kita balas kebaikan mereka dengan berbuat baik kepada mereka, menaati mereka, dan tidak berkata kasar kepada mereka. In Syaa Allah hal ini cukup membahagiakan mereka. Betul, Pak? Betul, Bu?

Hadirin yang berbahagia,
Kewajiban untuk berbuat baik kepada kedua orang tua difirmankan Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al-Isra’, ayat 23, sebagai berikut:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Wa qodhoo robbuka allaa ta'buduu illaa iyyaahu wabilwaalidaini ihsaanaaaa.
Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (Allah), dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”.

Hadirin yang berbahagia,
Demikian pidato singkat ini, terima kasih atas perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan. Akhir kata, semoga Allah menjadikan kita anak yang soleh/solehah dan selalu berada di jalan Allah. Amin.

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه


Bagikan:

Pidato Singkat Tentang Menuntut Ilmu Versi Anak

Inilah Pidato Singkat Tentang Menuntut Ilmu Versi Anak dilengkapi dalil dan cara baca tulisan Arab.



السَّلَامُ علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن، الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهٖ وصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْن، أمَّا بَعْدُ.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Bismillaahirrohmianirrohiim, Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin, Ash—sholaatu wassalaamu ‘alaa sayyidinaa Muhaaammadin, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajmaa’iin. Ammaa ba’du.

Yang saya ta’zimi, para alim ulama, guru-guru, dan dewan juri, tanpa terkecuali.
Yang saya hormati, Bapak kepala desa dan segenap aparaturnya,
Yang saya banggakan, semua yang hadir di sini dan teman-teman semuanya.

Hadirin rahimakumullah,
Marilah kita bersyukur kepada Allah dan berhalawat atas Rasulullah, karena kita masih diberi kesempatan untuk menuntut ilmu. Baik ilmu agama maupun ilmu umum. Alhamdu..lillaah 3X.

Hadirin dan teman-teman sekalian,
Kesempatan menuntut ilmu ini harus kita pergunakan dengan baik, misalnya dengan belajar yang rajin, ikut pengajian, memperhatikan nasihat orang tua, mendengarkan ceramah agama, dan sebagainya. Ya. Banyak jalan menuju Roma, Banyak cara untuk mencari lmu yang berguna. Betul?

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, baik anak-anak maupun orang tua. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Tholabul 'ilmi fariidhotun 'alaa kulli muslimin wamuslimatin
Artinya:
Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim dan Muslimah. (Hadits Riwayat Ibnu Majah no. 224)

Hadirin dan teman-teman sekalian,
Karena pentingnya menuntut ilmu, maka Imam Syafi’i menyatakan bahwa “Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunnah. Beliau juga berkata: Tidak ada amalan setelah amalam fardhu yang lebih utama daripada menuntut ilmu. Dan beliau berkata lagi: Barangsiapa yang menginginkan (kebahagian) dunia hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan (kebahagian) akhirat hendaklah dengan ilmu.“
Hadirin ingin hidup bahagia di dunia? Bagus. Hadirin ingin hidup bahagia di dunia? Mantap. Hadirin ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat? Baiklah. Semoga jawaban hadirin menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah. Amin Yarobbal 'alamin.

Hadirin rahimakumullah,
Jalan-jalan ke rumah Pak Camat
Lalu singgah ke AlfaMart
Semoga Allah memberi rahmat
Dan membekali ilmu yang bermanfaat
Aaamiiin. Terimakasih atas perhatian, mohon maaf atas kekurangan.

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه
Wassalamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.

Bagikan:

PIDATO: TENTANG BERAKHLAK MULIA & KEUTAMAANYA

Inilah Pidato Tentang Berakhlak Mulia & Keutamaannya. Naskah dilengkapi mukaddimah dan dalil dari al quran serta al hadits, diketik dgn teks Arab. Bisa dicopy paste utk berbagai kepentingan. Selamat membaca!


PIDATO TENTANG BERAKHLAK MULIA & KEUTAMAANYA
(Naskah/teks dari Taman Baca Virtual)

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh.

اَلْحَمْدُ للهِ. وَالشُّكْرُللهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ. قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاَۗ ( الأحزاب: ٢١ ). أَمَّا بَعْدُ،

Hadirin yang berbahagia,
Marilah kita terus meningkatkan rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat yang diberikan, baik berupa sehat, ilmu, iman, islam dan sebagainya sehingga kita mampu melaksanakan sejumlah kewajiban dan selamat dari berbagai keharaman. Alhamdu...lillaah.

Shalawat beserta salam marilah kita istiqomahkan sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW dan sebagai sarana mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Aaamiiin Allaahumma sholli 'alaa Muhammad.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Termasuk ke dalam bukti upaya meningkatan keimanan dan keislaman kita adalah berusaha memperbagus akhlak di dalam setiap perilaku sehari-hari. Maka pada pidato ini, kami akan menyampaikan pidato tentang akhlak dan keutamaannya.

Hadirin yang berbahagia,
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu kata: khuluqun (خُلُقٌ). Jamaknya yaitu: akhlaaqun (أَخْلَاقٌ). Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akhlak mengandung arti: tabi’at (sifat sejak lahir), adat (sifat melalui latihan), dan watak (sifat yang mencakup tabiat dan adat).

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa:

الْخُلُقُ عبَارَةٌ عَنْ هَيْئَة فِي النَّفْسِ رَاسخَةٌ عَنْهَا، تَصْدُرُ الْأَفْعَالُ بِسُهُوْلَةٍ وَيُسْرٍ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ إلَى فِكْرٍ وَرُؤْيَةٍ

Akhlak adalah sifat yang tertanam di dalam jiwa yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan lagi.

Ya. Itulah akhlak. Beda dengan akting, beda dengan adegan, dan beda dengan pencitraan. Paham? Baiklah.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah sifat manusia yang dibawa sejak lahir, diproses dengan latihan pembiasaan, bersumber dari dorongan jiwa, dilakukan secara sadar, dan terjadi secara spontan. Sifat itu bisa tampak berupa perbuatan baik, kemudian disebut akhlak mulia. Bisa juga tampak berupa perbuatan buruk, kemudian disebut akhlak tercela.

Sekarang saya mau tanya, apakah hadirin ingin punya akhlak mulia atau punya akhlak tercela? Bagus. Apakah hadirin ingin punya anak berakhlak mulia atau berakhlak tercela? Mantap. Semoga jawaban hadirin menjadi doa yang mustajab. Aaamiiin.

Hadirin yang berbahagia,
Sebagai orang Islam kita diperintah untuk berakhlak mulia sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عنْ أبِي ذَزّ رضي الله عنه قال، قال رسولُ اللهِ صلعم: اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (رواه الترميذي)

Artinya:
“Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka kebaikan itu akan menghapus keburukan. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang bagus.” (HR. At-Tirmidzi).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Berdasarkan objeknya, Akhlak dibagi menjadi empat peruntukan, yaitu; 1. Berakhlak kepada Allah, 2. Berakhlak kepada sesama manusia, 3. Berakhlak kepada semua makhluk. 4. Berakhlak kepada diri sendiri.

Apa saja contoh berakhlak mulia kepada Allah, kepada sesama manusia, kepada semua makhluk, dan kepada siri swndiri? Baiklah. Mari kita simak bersama!

Contoh berakhlak mulia terhadap Allah diantaranya: beriman kepada-Nya, taat menjalankan perintah-Nya, bertakwa di dalam setiap keadaan, ikhlas di dalam beramal dan beribadah, bersyukur atas segala macam nikmat, bertawakkal setelah berusaha dan berdoa, berharap ketentuan yang disenangi Allah, merasa takut akan siksaan Allah, dan bertaubat atas perbuatan buruk yang pernah dilakukan. Inilah contoh berakhlak mulia kepada Allah.

Lalu, apa saja contoh berakhlak mulia terhadap sesama manusia? Contohnya banyak. Diantaranya: saling menyayangi, saling menasehati, saling memaafkan, saling tolong menolong dalan kebaikan, saling memberi jika ada rezeki, berkata benar, berprasangka baik, bersikap santun, tidak meremehkan orang lain, dan suka menepati janji.

Selanjutnya, apa saja contoh berakhlak kepada semua makhluk? Misalnya: menyayangi hewan, menyayangi tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kelestarian alam, dan sebagainya.

Trus, bagaimana kita berakhlak mulia terhadap diri sendiri? Berakhlak terhadap diri sendiri dapat dilakukan dengan cara: menjaga kehormatan diri, rendah hati, jujur, amanah, tanggung jawab, disiplin, tepat waktu, senantiasa berharap kepada Allah, qana’ah atau menerima pemberian dari Allah, sabar atas berbagai ujian, serta tenang menjalani amal dan ibadah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Orang yang berakhlak mulia akan dikenang sepanjang masa, bahkan setelah ia wafat. Namun ada keutamaan yang lebih agung dari pada itu, dijaminkan kepada orang yg berakhlak mulia. Hadirin mau tau? Mau tau saja atau tau banget? Baiklah.

Keutamaan Pertama:

Untuk mendapatkan kemakmuran dan keberkahan hidup.

Hadirin mau hidup makmur dan penuh berkah? Baik. Cara hidup makmur yg penuh berkah dapat ditempuh dengan berakhlak mulia. Dalam hal ini Rasulullah SAW memberikan caranya:

قال صلى الله عليه وسلم: (حُسْنُ الْخُلُقِ وَحُسْنُ الْجِوَار يَعْمُرَانِ الدِّيَارِ وَيَزِيْدَانِ فِي الْأَعْمَارِ). رواه أحمد

Artinya: Dari Aisyah RA. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Berakhlak yang bagus dan memiliki hubungan baik dengan tetangga, akan memakmurkan tempat tinggal dan menambah keberkahan umur. (HR. Imam Ahmad).

Keutamaan Kedua:

Keutamaan kedua dari berakhlak mulia adalah untuk mendapatkan derajat agung setara ahli puasa dan shalat malam.

Menjadi ahli puasa dan ahli shalat malam itu sulit loh! Tapi hadirin tidak perlu khawatir. Karena Rasulullah SAW sudah memprediksinya sekaligus memberikan alternatifnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Artinya:
Dari Aisyah dari Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya dengan akhlak yang bagus, seseorang itu akan mendapatkan derajat ahli puasa dan shalat malam.” (HR. Ahmad).

Keutamaan Ketiga:

Yaitu untuk mendapatkan jaminan rumah di surga.

Mendapatkan hadiah rumah di dunia saja tentu sangat membahagiakan hati. Apalagi rumah di surga! Betul? Nah. Bagaimana cara mendapatkan jaminan rumah di surga? Caranya yaitu dengan berakhlak mulia juga. Dalilnya yaitu hadits Rasulullah SAW sebagaimana berikut:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ: أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Artinya:
Dan dari Abu Umamah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku menjamin dengan suatu rumah di tepian surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berhak, menjamin dengan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun bercanda, dan aku menjamin dengan rumah di puncak surga bagi orang yang memperbagus akhlaknya.” (HR. Abu Dawud).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Demikianlah pidato tentang akhlak mulia dan keutamaannya. Mudah-mudahan dengan uraian pidato ini, kita termotivasi untuk memperbagus akhlak kita, baik akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama manusia, akhlak kepada semua makhluk, dan akhlak kepada diri sendiri.

Akhirnya marilah kita berharap, semoga Allah SWT membimbing langkah-langkah kita sehingga kita mendapatkan keutaman-keutaman seperti yang dijanjikan dan dijaminkan oleh Rasulullah SAW. dengan rahmat Allah SWT. Aaamiiin yaa robbal 'aalamiin.

Hadaanallahu wa iyyaakum. Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh.

Baca juga:

Lihat juga:

Bagikan:

PIDATO TENTANG BERBAKTI KEPADA ORANG TUA dan Dalilnya

Inilah naskah pidato tentang berbakti kepada orang tua atau birrul walidain, versi singkat plus ayat. Disertai tulisan ayat, cara baca dan artinya dalam bahasa Indonesia. Teks bisa dicopy paste. Selamat Membaca.


السَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

بِسْمِ اللهِ، حَمْداً لله، وصَلاةً وسَلاماً على رَسُوْلِ الله، وعلى آله وصَحْبِه ومَنْ والاه، وعلَى كُلِّ مَنِ اهْتَدَى بِهُدَاه. أمَّا بَعْد

Bismillaah, Hamdan lillaah, wa shalaatan wa salaaman ‘alaa rosuulillah, wa 
‘alaa aalihi wa shohbihi waman waalaah, wa ‘alaa kulli manihtadaa bihudaah. Ammaa ba’du.

Bapak-bapak, ibu-ibu yang kami hormati, dewan juri yang kami muliakan, dan teman-teman yang kami banggakan,

Pada kesempatan yang luar biasa ini, izinkan kami menyampaikan salah satu hal yang menjadi kewajiban kita semua, yakni berbakti kepada kedua orang tua.

Ya. Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban kita sebagai orang Islam; Baik laki-laki maupun perempuan; Baik anak-anak maupun dewasa; Dalam keadaan suka maupun duka.

Mungkin teman-teman ada yang bertanya: Kenapa ya kok kita wajib berbakti kepada orang tua? Okelah. Kalau begitu, dengerin terus pidato ini agar tidak gagal paham! Siap? Baiklah.

Yang pertama:
Karena perintah Allah

Kita harus yakin seyakin yakinnya bahwa setiap sesuatu yang diperintahkan oleh Allah, pasti untuk kebaikan kita dan demi kemaslahatan umat manusia.

Suatu contoh, misalnya: apabila membangkang orang tua dibolehkan agama, maka apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar kita akan berani melawan orang tua. Setiap hari adu mulut, bahkan adu jotos dengan orang tua kita. Teman kita juga begitu. Dan temannya teman kita mungkin lebih parah lagi. Kalau keadaan seperti ini, kira-kira senang nggak ya hidup di dunia? Pasti tidak senang dan sangat tidak menyenangkan. Karena keadaan akan ribut melulu! Betul?

Oleh karena itu, Allah Sang Pencipta Manusia, yang mengetahui betul tentang seluk-beluk manusia memerintahkan agar kita berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada mereka disebut "birrul walidain". Artinya: berbuat baik kepada kedua orang yg melahirkan kita. Sikap ini dihitung kebaikan oleh Allah karena akan menebar kemaslahatan umat.

Tapi contoh sebaliknya misalnya: apabila kita berbakti kepada orang tua, apakah orang tua kita akan bahagia? Ya. Pasti orang tua kita akan bahagia. Lalu tidak tertutup kemungkinan jika kebahagiaan itu diberitakan ke tetangga kita. Dan tetangga kita memberitakan lagi kepada tetangga lainnya. Sehingga akhirnya anak-anak sekampung dididik untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Kalau anak-anak sekampung betul-betul membahagiakan orang tua, kira-kira senang nggak ya tinggal di kampung itu? Tentu saja senang. Karena akan terpancar cahaya senyuman dari para orang tua dan tersebar kedamaian di kampung itu.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman sekalian,

Kewajiban berbakti kepada orang tua telah Allah perintahkan melalui firman-Nya di dalam Al-Qur'an Surah An-Nisaa' ayat 36. Penggalan ayatnya sebagai berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

A'uudzu billaahi  minasy syaithoonirrojiim. bismillaahirrohmaanir  rohiim.
Wa’budullooha walaa tusyrikuu bihii syai-aa, wa bil-waalidaini ihsaanaa....

Artinya:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, (QS. An-Nisaa ayat 36).

Kemudian yang kedua:
Karena taat kepada Allah

Kita sebagai hamba yang tak berdaya ini, wajib taat kepada Allah SWT. Karena apabila kita taat kepada-Nya maka Allah pasti menyayangi kita.

Suatu contoh nyata: Misalnya Si A punya saudara B. Si A taat kepada orang tuanya. Sedangkan Si B suka membantah orang tuanya. Pertanyaannya, kira-kira siapa yang paling sering dipanggil sayang oleh orang tuanya? Tentu saja Si A, kan? Ya. Tentu Si A.

Oleh karena itu apabila kita ingin disayangi Allah, maka kita harus mentaati perintah-perintah Allah, diantaranya ialah berbakti kepada kedua orang tua. Mau nggak disayang Allah? Tentu saja mau. Mau disayang orang tua apa tidak? Tentu mau juga. Baiklah.

Adapun janji Allah terhadap orang yang taat menjalankan kewajibannya termasuk birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, maka Allah akan membalasnya dengan Rahmat kasih sayang-Nya. Di dunia ia diberi nikmat, di akhirat diberi surga. Mau surga nggak? Harus mau. Karena di akhirat nanti hanya ada dua pilihan tempat. Kalau bukan surga ya pasti neraka. Baiklah.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman sekalian,

Dalam hal ketaatan ini, Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an Surah Ali Imran ayat 132:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۚ

A'uudzu billaahi  minasy syaithoonirrojiim. bismillaahirrohmaanir  rohiim.
Wa athii'ullooha warrosuula la'alllakum turhamuun.

Artinya:
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.

Demikianlah pidato singkat ini kami sampaikan. Terimakasih atas perhatian, mohon maaf atas kekurangan. Aakhirul kalaam,

وَالسَّلام علَيْكُمْ ورَحْمةُ اللهِ وبرَكاتُه
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
.

Lihat juga yaaa
Bagikan:

PIDATO KEUTAMAAN MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW dan Dalilnya

Inilah Pidato Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.  Teks / Tulisan dari Taman Baca Virtual.
Selamat Membaca!

picture from pixabay.com


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الْقَائِلِ: قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلٰى أٰلِهٖ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ،

Assallaamu alaikum war. wab.
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillaahi robbil 'aalamin, al-qoo-il: Qul bifadhlillaahi wabirohmatihii fabidzaalika fal-yafrohuu. Ashsholaatu wassalaamu ’alaa asyrofil ambiyaa-i wal mursaliin, Sayyidinaa Muhammadin shollalloohu 'alaihi wa sallam, wa 'alaa aalihii wa shohbihii wa man tabi'ahuu ilaa yaumiddiin, ammaa ba’du;


Hadirin, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara/i dan Anak-Anak sekalian yg dirahmati Allah,
Pada kesempatan yg istimewa ini perkenankanlah kami menyampaikan sebuah pidato tentang Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kita imani bersama bahwa Nabi Muhammad SAW adalah insan al-kamil, satu-satunya manusia sempurna di muka bumi ini. Beliau terpelihara dari dosa, sabdanya adalah wahyu dari Yang Maha Kuasa, perilakunya adalah Al Quran yang mulia, dan hari lahirnya diperingati di berbagai penjuru dunia. Tak terkecuali di Indonesia sebagaimana kita laksanakan sekarang. 

Yang menjadi pertanyaan, kenapa acara ini dilakukan? Apa sih keutamaan memperingati hari kelahiran Nabi? Kan beliau sudah wafat?! Baiklah, mari kita simak satu persatu:

Pertama:
Turut bergembira atas kelahiran Nabi SAW.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. Ash-Shaf, ayat 6).

Hadirin rahimakumullah,  
Kalau seorang Nabi Isa saja bergembira atas akan datangnya Nabi Muhammad SAW, tidakkah kita terbesit tanya di hati, mengapa nabi Isa a.s. bergembira karena Nabi Muhammad akan datang lalu mengabarkan ke bani Israel?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita ingat² saja ketika akan kedatangan seseorang lalu kita kabarkan rencana kedatangan seseorang itu ke orang lain! Tentu hal ini kita lakukan karena seseorang itu mempunyai keistimewaan yg patut dibanggakan atau karena ia akan mendatangkan kebaikan. Dan hanya orang² tertentu saja yg tidak senang atau bahkan menolak hadirnya kebaikan.

Kita selaku orang Islam sekaligus umat Nabi Muhammad SAW, sudah sepantasnya bergembira pada bulan kelahiran beliau dengan cara memperingati kelahiran beliau, dalam rangka menambah kecintaan terhadap beliau. Betul? Baiklah kita lanjutkan pada keutamaan kedua.

Kedua:
Mengingat Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW.


Dalam hal ini Allah SWT Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab: 21)

Hadirin rahimakumullah,  
Pada diri Rasulullah ada banyak teladan yang mesti kita ikuti. Karena Nabi Muhammad SAW adalah manusia mulia, paling sempurna di muka bumi ini. Beliau terpelihara dari dosa, sabdanya adalah wahyu dari Yang Maha Kuasa, dan perilakunya adalah Al Quran yang mulia. Maka cukuplah beliau kita jadikan suri tauladan pertama di dalam kehidupan. Adapun suri tauladan lainnya, kita nomor duakan atau bahkan dinomor-sebelaskan, tidak masalah.

Kita sebagai anak, cukup meneladani sikap beliau terhadap sesepuh Quraisy. Kita sebagai orang tua, cukup meneladani sikap beliau terhadap anak-cucu beliau. Kita sebagai suami, cukup meneladani sikap beliau terhadap istri-istri beliau. Kita menjadi murid, cukup meneladani sikap beliau terhadap guru beliau yaitu malaikat Jibril. Kita menjadi guru, cukup meneladani sikap beliau mengajari para sahabat. Kita menjadi pemimpin, cukup meneladani sikap beliau terhadap rekan dan bawahan beliau. Dan seterusnya.

Terkalu banyak contoh suri tauladan dari beliau untuk diuraikan satu-persatu dalam satu kesempatan. Oleh karena itu, menghadiri peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya satu kali, melainkan harus berulang kali. Dan mendengarkan ceramah tentang suri tauladan Nabi tidak cukup hanya dari satu penceramah, tapi harus dari banyak penceramah. Dengan demikian maka kita akan semakin banyak mendapatkan pengetahuan tentang suri tauladan Rasulullah untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Hadirin rahimakumullah,
Itulah keutamaan kedua dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Keutamaan selanjutnya yaitu:

Ketiga:
Bershalawat Bersama

Hal ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur'an sebagai berikut:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 
Artinya:
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
(QS Al Ahzab, ayat 56)

Pada ayat ini kami tertarik untuk mengulas kata: يُصَلُّوْنَ
artinya: mereka (orang banyak) bershalawat.
Bukan kata: يُصَلِّيٌ
artinya: dia (satu orang) bershalawat.

Ini menunjukkan bahwa bershalawat bersama orang banyak lebih diutamakan dari pada bershalawat sendirian. Begitulah para malaikat bershalawat. Mereka bershalawat bersama atau berjamaah. Semakin banyak jamaahnya semakin afdol.

Hadirin rahimakumullah,
Dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi tidak terlepas dari shalawat bersama atau shalawat berjamaah. Variasi judul, irama dan rebana shalawat sangat beragam. Namun isi shalawat tidak menyimpang dari syair tentang sejarah kehidupan Rasulullah, pujian atas kemulian jiwa dan akhlak Rasulullah, anjuran mengikuti sunnah Rasulullah, hingga harapan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.

Oleh karena sekarang kita lagi bersama2 memperingati Maulid Nabi, marilah kita langsung praktekkan bersama (bershalawat bersama) :

اَللهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحََّمَّدْ :: يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Demikian pidato singkat tentang Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Atas segala perhatian, kami ucapkan terimakasih, atas segala kekurangan, kami mohon maaf. 
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Wabillaahit taufiiq walhidaayah
Wassalaamu'alaikum War. Wab.

Lihat juga:

Bagikan:

ARSIP BULANAN

PEMBACA TBv

PEMBACA ONLINE