Showing posts with label HADITS QUDSI. Show all posts
Showing posts with label HADITS QUDSI. Show all posts

HADITS QUDSI KE:40 kenikmatan lain untuk penduduk surga

HADITS QUDSI KE: 40

( TENTANG KENIKMATAN LAIN UNTUK PENDUDUK SURGA)


Dari Abi Sa'id al-Khudri r.a., beliau berkata: “Nabi s.a.w bersabda: ‘Sesungguhnya Allah berfirman (kepada semua penduduk surga): ‘Wahai para penghuni surga’! Mereka menjawab: ‘Kami datang memenuhi panggilan-Mu wahai Tuhan kami dan kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu.’ Allah berfirman: ‘Apakah kalian Ridho (puas terhadap segala nikmat-Ku)?’ Mereka menjawab: ‘Apakah lagi yang membuat kami tidak ridho wahai Tuhanku, sedangkan Engkau benar-benar telah memberikan nikmat yang tidak Engkau berikan kepada seorang lain pun dari makhluk-Mu.’ Kemudian Allah berfirman: ‘Maukah kalian aku berikan nikmat yang lebih baik dari itu semua?’ Mereka menjawab: ‘Wahai Tuhanku, nikmat yang mana lagikah yang lebih utama dari nikmat itu semua?’Allah SWT berfirman: ‘Aku melimpahkan kepadamu keridhoan-Ku, maka tidak akan ada lagi kemurkaan-Ku kepada kalian setelah ini, selamanya”. ( HR. Bukhari dan juga Muslim dan Tirmidzi )

Kandungan Isi Hadits:

1. Kelak, di surga akan terjadi dialog antara Allah dengan para penghuni/penduduk surga.

2. Allah akan bertanya kepada mereka tentang kenikmatan surgawi yang diberikan, apakah telah memuaskan mereka.

3. Para penghuni surga akan menjawab bahwa kenikmatan yang diberikan kepada mereka di surga sungguh sangat memuaskan mereka.

4. Allah masih akan memberikan kenikmatan yang jauh lebih nikmat dari pada itu, yaitu berupa keridhoan Allah kepada mereka.

5. Keridhoan Allah kepada mereka sungguh merupakan kenikmatan tertinggi karena dengan itu Allah tidak akan menunjukkan kemurkaan terhadap apapun yang diperbuat mereka di surga.

TBv

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Buku, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE 39: penghuni surga dan neraka

HADITS QUDSI KE: 39

( TENTANG PENGHUNI SURGA DAN NERAKA )


Dari Abi Sa'id al-Khudri r.a., dari Nabi s.a.w beliau bersabda: “Surga dan neraka berdebat, kemudian neraka berkata: ‘Bagianku adalah orang-orang yang suka menindas dan sombong'. Sementara surga berkata: 'Bagianku orang-orang dhu'afa (kaum lemah) dan orang-orang miskin'. Maka Allah memberi keputusan diantara mereka; 'Sesungguhnya engkau surga adalah kasih sayang-Ku. Denganmu Aku kasihi siapa saja yang Aku kehendaki. Dan engkau neraka adalah adzab-Ku. Dengamu Aku mengadzab siapa saja yang Aku kehendaki. Dan bagi kamu berdua, Akulah yang menentukan isinya.'”

( HR. Muslim, juga Bukhari dan Tirmidzi )

Kandungan Isi Hadits:
1. Di akhirat hanya ada dua tempat hunian, yaitu surga dan neraka saja.

2. Surga menghendaki dihuni oleh orang-orang lemah dan miskin.

3. Neraka menghendaki dihuni oleh orang-orang yang suka menindas dan sombong.

4. Kedua tempat hunian itu bisa diupayakan oleh setiap orang akan tetapi ketetapan akhir diputuskan oleh Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana lagi Menepati Janji.

5. Hunian bernama surga diperuntukkan bagi orang yang dikasihi Allah dengan Rahmat-Nya.

6. Hunian bernama neraka diperuntukkan bagi orang yang dimurkai Allah dengan azab-Nya.

7. Surga dan neraka tidak berhak menentukan sendiri penghuninya karena ketentuan itu mutlak milik Allah SWT.


Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TBv
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE 38: bungkus surga & neraka

HADITS QUDSI KE: 38

( TENTANG BUNGKUS SURGA DAN NERAKA )

Dari Abu Hurairah r.a., bahwas Rasulullah s.a.w., bersabda: “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat neraka, lalu berfirman: ‘Lihatlah apa yang ada di dalamnya, dan kenikmatan yang Aku janjikan kepada penghuninya di dalamnya .’” Rasulullah s.a.w., melanjutkan: “ Kemudia Jibril datang ke surga dan melihat ke dalamnya serta kenikmatan yang disiapkan oleh Allah SWT kepada para penghuninya di dalamnya.” Rasulullah s.a.w., melanjutkan lagi: “Kemudian Jibril kembali kepada Allah SWT seraya berkata: ‘Demi kemuliaan-Mu, tidak seorangpun yang mendengar tentangnya, kecuali akan memasukinya’. Lalu Allah SWT memerintahkan untuk melingkupi surga dengan perkara-perkara yang dibenci (berupa kesulitan). Kemudian Allah SWT berfirman (kepada Jibril): ‘Kembalilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah Aku persiapkan bagi para penghuninya di dalamnya.’ Rasulullah s.a.w., melanjutkan: “Kemudian kembalilah Jibril ke surga. Maka ketika dia sampai di sana, benar-benar (surga) telah dilingkupi dengan berbagai kesulitan.” Kemudian Jibril kembali menemui Allah SWT dan berkata: 'Demi Kemuliaan-Mu, aku benar-benar khawatir, bahwa tidak seorangpun akan masuk ke dalamnya'. Lalu Allah SWT berfirman: 'Pergilah ke neraka, dan lihatlah di dalamnya, serta perhatikan terhadap apa yang Aku persiapkan bagi para penghuninya'. Kemudian ketika Jibril sampai di neraka, dia melihat neraka terdiri dari beberapa tingkatan, yang satu di bawah tingkatan lainnya. Kemudian dia kembali menemui Allah SWT dan berkata: 'Demi Kemuliaan-Mu, Tidak seorangpun yang mendengar tentangnya mau untuk memasukinya'. Lalu Allah SWT memerintahkan untuk melingkupi neraka dengan syahwat/kesenangan, kemudian berfirman kepada Jibril: 'Kembalilah ke neraka.’ Kemudian Jibril pun kembali ke neraka, lalu berkata: 'Demi Kemuliaan-Mu, aku benar-benar khawatir, tidak seorangpun akan selamat melainkan akan memasukinya'.”
( HR. Tirmidzi, beliau berpendapat hadits ini hasan shahih. Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud & Ibn Majah)

Kandungan Isi Hadits

1. Surga dan neraka adalah tempat hunian terakhir, kelak di akhirat.

2. Surga dihiasi dengan berbagai keindahan serta kenikmatan di dalamnya akan tetapi terbungkus oleh berbagai kesulitan di sekitarnya.

3. Neraka dipenuhi dengan berbagai azab/siksan di dalam kobaran apinya akan tetapi ditutupi dengan berbagai kesenangan syahwat di luarnya.

4. Karena bungkus/tutupan yang melingkupi itu, malaikat Jibril menduga bahwa surga tak akan ada penghuninya, sedangkan neraka akan banyak peminatnya.

5. Bungkus/tutupan itu merupakan ujian yang diberikan kepada setiap hamba-Nya sejak ia mukallaf hingga akhir hayat.

6. Siapa lulus ujian akan selamat, dan siapa gagal ujian akan celaka.

7. Mereka yang selamat akan dimasukkan ke surga, dan mereka yang celaka akan dimasukkan ke neraka.

8. Di akhirat hanya ada dua tempat hunian, yaitu surga dan neraka saja.

9. Surga akan dihuni oleh orang-orang muslim shaleh atau pelaku dosa yang sudah diazab/diampuni oleh Allah.

10. Neraka akan dihuni oleh orang-orang kafir dan orang-orang muslim yang pernah bebuat dosa dan belum diampuni oleh Allah.

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TBv
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 37 surga teristimewa nan tak terbayangkan

HADITS QUDSI KE: 37

( TENTANG SURGA TERISTIMEWA BAGI ORANG SHALEH )


Dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Allah SWT. berfirman: “Aku telah mempersiapkan bagi hamba-Ku yang shalih, surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di benak manusia”. Abu Hurairah selanjutnya berkata: Maka bacalah jika kamu kehendaki:
{ فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنْ } 
‘Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa ( bermacam-macam kenikmatan ) yang menyedapkan pandangan mata. {QS. As-Sajadah, ayat 17}
( HR. Bukhari, Imam Muslim, Tirmidzi & Ibnu Majah )

Kandungan Isi Hadits

1- Allah Maha Belas Kasih terhadap hamba-hamba-Nya, akan tetapi Allah lebih berbelas kasih lagi kepada hamba-hamba-Nya yang shaleh.

2- Allah memprioritaskan surga teristimewa-Nya kepada mereka yang dicap sebagai orang shaleh menurut Allah.

3- Keadaan surga teristimewakan itu sangat rahasia, tidak pernah ditangkap panca indera, tidak pernah bisa dibayangkan dalam khayalan, juga tidak pernah bisa difikirkan oleh akal manusia.

4- Itulah balasan surga khusus bagi orang-orang shaleh, yakni surga yang tak pernah bisa dibayangkan oleh akal fikiran dan rasa semasa di dunia. Inilah perumpamaan hakikat Rahasia Ilahi.

5- Abu Hurairah r.a, menambahkan sebuah amalan sebagai sarana menuju surga teristimewa tersebut yaitu terdapat di ayat ke 17 dari Surah ke 32 yaitu As-Sajadah,

TBv

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Hadits Qudsi, Umum


Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 36 nabi pemberi syafa'at


HADITS QUDSI KE: 36

( TENTANG NABI PEMBERI SYAFA'AT )


Diriwayatkan dari Anas r.a, dari Nabi s.a.w bahwa beliau bersabda: “Orang-orang beriman akan berkumpul pada hari kiamat, kemudian berkata: “Semestinya kita memohon pertolongan kepada Tuhan kita.”. Kemudian mereka mendatangi nabi Adam dan berkata: “Engkau adalah ayah umat manusia, Allah SWT telah menciptakanmu dengan “Tangan-Nya”, dan telah bersujud kepadamu para Malaikat, dan engkau telah diajarkan (oleh Allah SWT) nama-nama segala sesuatu. Maka mintakanlah pertolongan bagi kita kepada Tuhanmu, sehingga kita bisa beristirahat dari tempat kita ini”. Nabi Adam menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian (memintakan pertolongan kepada Allah)”. Kemudian Nabi Adam menyebutkan kesalahan-kesalahannya, dan diapun merasa malu (kepada Allah, untuk memintakan pertolongan). Kemudian dia berkata: “Pergilah menemui Nuh, karena sesungguhnya dia adalah Rasul pertama yang diutus Allah kepada penduduk bumi”. Kemudian mereka pun mendatangi nabi Nuh. Maka Nuh a.s pun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian”. Kemudian dia menyebutkan kesalahannya yaitu mempertanyakan sesuatu yang dia tidak ada pengetahuan tentangnya, karena itu dia merasa malu (untuk memintakan pertolongan kepada Allah). Kemudian Nabi Nuh berkata: “Temuilah Kekasih Allah Yang Maha Pengasih (Khalilullah, Nabi Ibrahim a.s)”, lantas mereka menemuinya. Nabi Ibrahim pun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian”. Kemudian beliau berkata: “Temuilah Musa, seorang hamba yang Allah bercakap denganya, dan diturunkan kepadanya Taurat”. Lantas mereka menemui nabi Musa a.s.. Dan beliaupun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian”. Kemudian beliau menyebutkan kesalahannya yaitu telah pernah membunuh seorang manusia untuk menyelamatkan diri yang lain. Dan beliau merasa malu kepada Tuahnnya. Kemudian Nabi Musa berkata: “Temuilah Isa, hamba Allah dan Rasul-Nya, kalimat Allah dan Ruhullah”. Kemudian mereka menemui nabi Isa a.s. Nabi Isa pun menjawab: “Aku tidak bisa menolong kalian, temuilah Muhammad, seorang hamba Allah yang telah diampuni dosa-dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang”. Maka mereka menemuiku (Nabi Muhammad ). Maka akupun berangkat (menemui Allah) sehingga meminta izin kepada Tuhanku. Akhirnya Dia memberikan izin kepadaku. Dan ketika aku melihat Tuhanku, akupun jatuh bersujud, dan Dia membiarkanku selama yang dikehendaki-Nya. Kemudian Allah SWT berfirman: “Angkatlah kepalamu, dan mintalah, aku akan berikan (yang kau pinta), dan berkatalah, maka perkataanmu akan didengarkan, dan mintakanlah syafa'at maka syafa'atmu akan dikabulkan”. Maka akupun mengangkat kepalaku, dan aku memuji Allah dengan segenap pujian yang telah Allah beritahu kepadaku, kemudian aku memberikan syafa'at dan Allah menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang dapat diberi syafa'at), kemudian mereka semua dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah SWT. Dan ketika aku melihat Tuhanku (aku pun jatuh bersujud) sebagaimana sebelumnya. Kemudian aku memberikan syafa'at dan Allah SWT., menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang diberi syafa'at). Maka mereka semua kemudian dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah SWT., untuk ketiga, keempat, sehingga aku berkata: “Tidak tersisa di dalam neraka kecuali orang-orang yang telah ditetapkan di dalam al-Qur'an, dan orang-orang yang ditetapkan kekal di dalamnya.” ( HR. Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, & Ibnu Majah).

Di dalam riwayat lain dari Imam Bukhari, dengan tambahan: Nabi s.a.w bersabda: Dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah mengucapkan: “Laa Ilaaha Illallaah” dan di dalam hatinyaterdapat kebaikan seberat biji jagung, dan kemudian juga dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah mengucapkan: “Laa Ilaaha Illallaah” dan di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji gandum, dan juga dikeluarkan dari neraka seseorang yang pernah mengucapkan: “Laa Ilaaha Illallaah” dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji sawi (atau seberat atom/dzarrah).

Kandungan Isi Hadits

1.Hari kiamat adalah suatu kepastian namun tak seorang pun tahu kapan akan terjadi.

2.Di hari kiamat nanti seluruh manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar untuk mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya sewaktu di dunia

3.Dalam ‘antrian’ menunggu ‘persidangan’, di bawah matahari yang dekat di atas kepala, di tengah lautan keringat, manusia sibuk mencari pemberi syafa’at (pertolongan).

4.Selain amal shaleh lagi maqbul, maka syafa’at Nabi Muhammad s.a.w., yang diharapkan bisa menolong manusia di hari itu.

5.Para nabi pilhan enggan memintakan pertolongan Allah, karena beliau-beliau merasa malu dengan dosa yang pernah dilakukan.

6.Kuota/jatah syafa’at ada di bawah kendali Nabi Muhammad s.a.w., di atas kuasa Allah SWT.

7.Semoga kita istiqomah mencintai Nabi Muhammad s.a.w., berpegang teguh pada ajaran beliau sehingga kelak mendapat syafa’at beliau, bisa berjumpa dengan beliau dan selamat di akhirat. Amin Ya Robbal Alamiin.


Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TBv
Taman Baca Virtual
http://tamanb4c4.blogspot.com
Label: Bacaan, Virtual, Hadits, Religi, Umum

Bagikan:

HADITS QUDSI KE: 35 sepertiga malam terakhir


HADITS QUDSI KE: 35

( TENTANG SEPERTIGA MALAM TERAKHIR)

Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w., bersabda: “Tuhan kita Subhanahu Wa Ta'ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, kemudian berfirman: “Barangsiapa berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan, dan barangsiapa meminta kepadaku, maka akan Aku beri, dan barangsiapa memohon ampunan-Ku, maka Aku ampuni”. (HR. Bukhari, begitu juga Muslim, Malik, Tirmidzi dan Abu Dawud. Dan dalam riwayat Muslim, dengan tambahan: Allah turun (di langit dunia) hingga terbit fajar.)

Kandungan Isi Hadits

1. Allah SWT Maha Dekat, dan lebih dekat lagi di waktu sepertiga malam terakhir.
2. Di sepertiga malam terakhir, Allah lebih mengabulkan do’a
3. Di sepertiga malam terakhir, Allah lebih mengabulkan permohonan
4. Di sepertiga malam terakhir, Allah lebih mengampuni dosa pemohon
5. Hadits ini menunjukkan bahwa setiap sesuatu yang Allah ciptakan selalu diberi kelebihan, dan kelebihan malam yaitu saat-saat sepertiga terakhir. ibadah di waktu-waktu yg diutamakan lebih afdol daripada ibadah di waktu normal.


TB

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
Taman Baca Dot Blogspot Dot Com.
Label: Hadits Qudsi, Umum

Bagikan:

ARSIP BULANAN

PEMBACA TBv

PEMBACA ONLINE