Showing posts with label PUISI UMUM. Show all posts
Showing posts with label PUISI UMUM. Show all posts

PUISI HUT KEMERDEKAAN RI KE-77

PUISI HUT KEMERDEKAAN RI KE-77

Karya: Taman Baca Virtual



Tujuh puluh tujuh tahun berlalu.

Kemerdekaanmu telah kau wujudkan.

Tanah airmu telah kau genggam,

Buah perjuanganmu yang begitu mencekam.


Indonesiaku...

Perjuanganmu pastilah melelahkan,

Korban harta dan nyawa jadi taruhan.

Demi sebuah impian diidamkan,

Kemerdekaan dari sekecil penjajahan.


Merdekalah Indonesiaku,

Meneriakkan suara keadilan.

Merdekalah Indonesiaku,

Menggerakkan roda kemakmuran.


Indonesiaku...

Kini rakyatmu tak lagi terjajajah,

Kini rakyatmu tak lagi bodoh,

Kini rakyatmu tak mau terjajah lagi,

Kini rakyatmu tak mau terbodohi lagi.


Indonesia...

Damailah selalu dengan ketuhanan,

Sejahteralah selalu dengan kemanusiaan,

Jayalah selalu dengan persatuan,

Majulah selalu dengan keadilan.


Selamat hari kemerdekaan RI ke-77,

Semoga kemerdekaan ini tetap lestari,

Sebagai warisan bagi anak-cucu negeri,

Sebagai bakti putra-putri nan sejati.


Tonton juga ya

Trimakasih.

Bagikan:

PUISI Selingam Lagu PERPISAHAN Di Sekolah

Inilah puisi untuk selingan lagu perpisahan di sekolah. Puisi ini ini biasa dipakai di sela-sela lagu, sewaktu pergantian reff lagu atau di saat ada jeda vokal. Ada terdapat tiga pilihan judul puisi; Terpujilah guruku, Terimakasih guruku, dan Selamat tinggal.



* Terpujilah Guruku

Entah berapa banyak tinta tergores di papan,
Entah berapa kali wejangan terucap di lisan,
Entah berapa ajaran budi pekerti ditanamkan,
Demi kemuliaan perbekalanku di masa depan.

Dulu 'ku tak kenal akan huruf dan angka,
Dulu 'ku tak tau apa wudhu' dan shalat,
Dulu 'ku tak mengerti warna-warni dunia.
Namun kesabaranmu, t'lah membukakan kebutaan itu.

Wahai guruku,
Kaulah pelita kegelapanku,
Kaulah pahlawan dalam hidupku.
Jasamu 'kan ku ingat selalu,
Tak 'kan lekang oleh waktu.

Biarlah ruang segi empat menjadi bukti,
Biarlah wajah-mungil-ku menjadi saksi,
Biarlah semesta turut berikrar suci.
Pengorbananmu 'kan harum di sisi Ilahi Robbi.
Aaamiiin.

* Trimakasih Guruku,

Mengingat limpahan ilmu yang kau berikan,
Seakan mengunci lisanku tuk berkata apa.
Mengingat pemberdayaan bakat yang kau tumbuhkan,
Seakan memasung kakiku tuk bergerak melangkah.

Namun hatiku terus bergejolak,
Perasaanku tiada henti memberontak,
Memaksa bibirku berteriak,
Tuk berucap terimakasih banyak.

Wahai guruku,
Jutaan terimakasihku tak ada apa-apanya,
Karena ketulusanmu bak berlian pusaka.
Balas budiku tak 'kan seberapanya,
Karena bimbinganmu bak mutiara teristiewa.

Wahai guruku,
Dengan segala kerendahanku ku berharap,
Semoga aku menjadi insan yang beradab.
Dengan segala kemampuanku ku berdoa,
Semoga Allah membalas pahala berlipat ganda. Aaamiiin.

* Selamat Tinggal

T'lah tiba saatnya kita hadapi,
Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.
Kendati berat tuk kita jalani.
Namun janji alam tak mungkin kita lawan.

Siang berganti malam..
Matahari berganti bintang..
Kemarau berganti penghujan..
Semua tunduk dalam dalam ketentuan-Nya.

Guru dan Kawanku,
Betapa berat hati meninggalkan kecerian selama bersama.
Canda.. tawa.. sedih.. dan bahagia...
Kini 'kan berlalu meningalkan hari-hari kita.
Melukiskan kenangan indah di pelupuk mata.

Guru dan Kawanku,
Terima kasih atas keidahan lukisan kenangan ini,
Mohon maaf atas goresan pena yang mengotori.
Meski jarak dan waktu bergulir tanpa henti, 
Namun jalinan hati semoga 'kan tetap tertaut rapi.

Bagikan:

PUISI HARI PAHLAWAN

Inilah tulisan puisi tentang Hari Pahlawan, persembahan dari Taman Baca Virtual. Dibuat sebagai pengungkapan rasa hormat, bangga, dan ungkapan terimakasih kepada mereka, khususnya di moment Hari Pahlawan, TBv.


PUISI HARI PAHLAWAN
Karya: Taman Baca Virtual

Pahlawanku,

Kaulah pejuang kemerdekaan Indonesia,
Kau pertahankan tanah air tercinta,
Kau enyahkan para penjajah bangsa,
Demi kedaulatan negara.

Disaksikan Sang Saka Merah Putih,
Kau pertaruhkan jiwa ragamu,
Kau tinggalkan keluargamu,
Demi kemandirian bangsamu.

Wahai pahlawanku,
Kini negerimu tak lagi terjajah,
Berkat perjuanganmu.
Kini bangsamu tak lagi ditindas,
Berkat jasa-jasamu.

Wahai pahlawanku,
Perjuanganmu tak kan kulupakan,
Kebaikanmu tak kan kuabaikan.
Kemanapun kakiku melangkah,
Semangatmu 'kan mengalir dalam jiwaku.

Di atas sajadah terbentang,
Kutengadahkan kedua tangan,
Gugurmu disyahidkan Tuhan,
Jayamu dimuliakan seluruh alam.

Di atas bumi kupijak,
Kutancapkan tekad suci,
Kemerdekaan 'kan kujaga pasti,
NKRI harga mati.

Merdeka!

#Gemah ripah loh jinawi,
#Toto tentrem kerto raharjo.

Puisi terjemahan bahasa Inggris

HEROES DAY POETRY
By: Taman Bacaan Virtual

My hero,

You are Indonesia's freedom fighter,
You defend your beloved homeland,
You get rid of the invaders of the nation,
For the nation sovereign.

Witnessed by the Red and White Flag,
You bet your soul.
You left your family,
For the sake of your nation's independence.

O my hero,
Now your country is no longer colonized,
Due to your struggle.
Now your people are no longer oppressed,
Thanks to your meritorious.

O my hero,
I will not forget your struggle,
I will not ignore your kindness.
Wherever my feet go,
Your spirit will flow in my soul.

Above the prayer rug,
I stretch out both hands,
Your death is made syahid by God,
Your victory is glorified throughout the world.

On the earth where I tread,
I make a holy determination,
I definite to guard this independence,
Indonesia always in my heart.

Thank you



Bagikan:

PUISI "SALAM PERPISAHAN" UNTUK PERPISAHAN DI SD/MI

Selamat membaca teks puisi Salam Perpisahan pada perpisahan di Sekolah Dasar SD/ Madrasah Ibtidaiyah MI. Untuk sekolah SMP/MTs atau SMA, SMU, SMK perlu diadakan penyesuaian.

Jawaban dari: Puisi Terima Kasih Guruku


Puisi Salam Perpisahan

(naskah untuk dibaca perwakilan guru)

Anak-anakku,
Aku tak ingin memberatkan langkah kepergianmu,
Aku tak ingin menambah suasana haru semakin membiru,
Aku hanya ingin meluapkan rasa,
Seperti apa yang ada pada guru lainnya.

Anak-anakku,
Betapa hatiku tergores kesedihan,
Ketika terucap salam perpisahan.
Walau air mata sanggup ku bendung,
Namun gejolak hati sungguh seakan terpasung.

Anak-anakku,
Dalam hati ini ada warna-warni awan,
Dalam hati ini pun ada warna-warni pelangi.
Semua itu tak dapat terkalahkan oleh sang mentari,
Mentari senyummu yang penuh harapan.

Anak-anakku,
Untaian terimakasihmu,
Luapan kata maafmu,
Pamitan dan salammu,
Adalah berlian bagiku.

Anak-anakku,
Sudah terbayang di pelupuk mata,
Saat langkahmu terayun lemas,
Menyusuri jalan yang 'kan kau tempuh,
Jarak kita-pun tentu 'kan menjauh.

Anak-anakku,
Aku tak ingin kenangan ini bak buih di lautan,
Yang hilang tertertelan gelombang,
Atau lenyap terbawa air hujan,
Laksana jejak kaki di jalanan.

Anak-anakku,
Biarlah waktu terus berlalu,
Biarlah jarak terus menjauh.
Namun iringan doamu,
Kan slalu terpaut dengan doaku.

Anak-anakku,
Selamat jalan, Selamat berpisah,
Selamat mengarungi kehidupan baru.
Semoga gerbang kesuksesan terbuka untukmu. 
Allah 'kan selalu bersama kesabaranmu. Aaamiiin

Bagikan:

PUISI "TERIMAKASIH GURUKU", BUAT PERPISAHAN DI SD/MI

Selamat membaca puisi perpisahan siswa SD/MI, Terimakasih Guruku


Terima kasih Guru-Guruku

(Dibaca oleh perwakilan siswa kelas 6 Sekolah Dasar)

Guru,
Di saat yang tepat ini,
Izinkan kami mencurahkan isi hati kami,
Perkenankan kami menebar untaian kata terima kasih,
Mewakili diri pribadi dan teman-teman se-alumni.

Guru,
Tak kuasa kami membendung embun di mata ini.
Mengingat genggaman kuat ketabahanmu.
Di awal membukakan mata pengetahuan kami.
Hingga terkuak sebongkah bakat terpendam dalam diri kami.

Guru,
Dengan jemari mungil ini, kami belajar merangkai huruf,
Dengan hati ini, kami memahami makna setiap kata.
Kini, kami mengerti arti sebuah ketulusan.
Ketulusan yang tak terbayarkan dengan apapun jua.

Guru,
Tanpamu, kami bukanlah siapa-siapa.
Tanpamu, kami tak tahu 'kan bagaimana.
Di sudut dada kiri kami namamu tertanam,
Di sana pula, wajah ketulusanmu tersimpan.

Guru…
Terimakasih atas segala ketulusanmu.
Terimakasih atas segala perhatianmu.
Terimakasih atas segala kasih sayangmu.
Terimakasih atas segala yang kau berikan kepada kami.

Guru,
Aku sadar tak kan mampu membalas jasa-jasamu,
Walaupun ku tahu kau tak mengharapkan itu.
Namun doaku, tak 'kan lekang oleh waktu,
Menyertai setiap langkah perjuanganmu.

Guru,
Maafkan kasalahan kami,
Maafkan kesalahan teman-­teman kami,
Maafkan kesalahan adik­-adik kelas kami,
Maafkan kesalahan ayah-ibu kami.

Guru,
Terimalah untaian terimakasih kami,
Terimalah luapan kata maaf kami,
Terimalah permohonan izin kami, 
Terimalah salam hormat perpisahan kami.
Bagikan:

PUISI PENOBATAN BINTANG PELAJAR MI

PUISI PENOBATAN BINTANG PELAJAR ATAU BINTANG TAULADAN SISWA SD/MI 
DARI TAMAN BACA VIRTUAL.
SELAMAT MEMBACA!


Pagi itu, cuaca begitu cerah,
Matahari tersenyum ceria,
Daun-daun menari gemulai,
Pak tani bu tani mulai ke sawah.

Terdengar di sudut desa kecil,
Suara tangisan bayi mungil,
Beriring riuh tahmid dan takbir,
Menyambut kelahiran si buah hati.

Hari itu bertepatan dengan hari ....
Dicatat sebagai hari kelahirannya,
Diharapkan, sebagai hari keberuntungannya.

Hari-hari berlalu, mengiringi perputaran waktu.
Bayi mungil itu pun beranjak besar,
Orang tuanya menyatakan,
Anak ini sudah genap enam tahun.

Dengan niat dan itikad baik,
Ia disekolahkan di tingkat dasar.
Dipilihkan baginya sekolahan islami,
MI Shirathal Mustaqim.

Di sinilah ia menempa ilmu,
Di sinilah ia belajar budi pekerti.
Demi kebahagiaan hidupnya,
Di dunia dan akhirat nanti.

Dia tak pernah bolos,
Hujan dan angin ia terobos.
Dia tak terbiasa malas,
PR apapun dia libas.

Dia sangat ramah.
Dia jarang terlihat marah.
Dia bahkan lebih suka mengalah.
Walau temannya membuat masalah.

Kepada guru-gurunya,
dia begitu sopan.
Kepada teman-temannya,
dia selalu perhatian.

Total nilai ujiannya yaitu ...
Rata-rata nilainya yaitu ....
Kiranya tiada salah dewan guru menetapkan,
Dialah sosok bintang pelajar yang dinobatkan.

Siapakah dia?
Dia terlahir di keluarga yang harmonis,
Kedua orang tuanya dikenal humoris,
Kakek neneknya berjiwa agamis.

Dia memiliki tinggi badan ... cm.
Berat badannya .... kg.
Ukuran celananya ....
Ukuran sepatunya ....

Dia lahir di .......
Pada tanggal ....
Bulan kelahirannya .....
Pada tahun ......

Siapakah dia?
Saat ini dia duduk di kelas ....
Dia duduk di deretan ke ....
Dia berinisial ....

Dia adalah ..... bin .....

Kepadanya dan kedua orang tuanya, kami persilahkan
menaiki panggung kehormatan
untuk dinobatkan sebagai bintang pelajar
tahun pelajaran 2018-2019.

===

Terimakasih Anda telah membaca bacaan religi dan umum dari
TBv
Taman Baca Virtual
tamanb4c4.blogspot.com.
Puisi judul lainnya bisa dilihat di Menu atau Label.

Bagikan:

ARSIP BULANAN

PEMBACA TBv

PEMBACA ONLINE