Hadits Sunnah Rasul Di Malam Hari Jum'at
Lailatul Qadar dan Hadits Kapan Terjadinya
Apa arti Lailatul Qadar?
Secara bahasa, لَيْلَةِ berarti: malam, الْقَدْرِ berarti: kemuliaan atau kesejahteraan. Maka Lailatul Qadar berarti: malam kemuliaan.
Malam Lailatul Qadar juga disebut malam seribu bulan. Istilah ini diambil dari firman Allah dalam Al Quran, sebagaimana berikut:
Artinya:
1- Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. 2- Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3- Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4- Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5- Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Kapan terjadinya Lailatul Qadar?
Para ulama sepakat menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi di 10 akhir pada bulan Ramadhan dan sering terjadi di malam ganjil, walaupun tidak menutup kemungkinan di malam genap. Inilah keunikan malam Lailatul Qadar. Terjadi sekali dalam setahun dan terjadi pada tanggal yang menjadi rahasia Allah, serahasia pahala puasa yang langsung ditentukan oleh Allah.
Di dalam hadits-hadits Nabi, turunnya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara spesifik. Akan tetapi petunjuk untuk mencari dan mendapatkannya sangat dianjurkan mengingat keutamaannya yg luar biasa. Yakni 1:1000 (satu amalan sebanding seribu amalan).
Dengan demikian maka para sahabat hingga umat beliau di akhir zaman pun senantiasa merindukan pertemuan dgn Lailatul Qadar. Berikut hasits-hasits yg menjelaakan tanggal terjadinya Lailatul Qadar:
Hadits berikutnya, dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata:
"Demi Allah, sesungguhnya aku tahu malam apakah itu. Lailatul Qadar itu adalah malam, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat di dalamnya, malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan).” (HR. Muslim No. 762)
Hadits berikutnya, dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata:
"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk memberitahu kami terjadinya malam Lailatul Qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari kaum muslimin yang membantah Beliau. Akhirnya beliau berkata: “Aku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar namun fulan dan fulan menyanggah aku sehingga kepastian waktunya diangkat (menjadi tidak diketahui). Namun semoga kejadian ini menjadi kebaikan buat kalian, maka carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh dan kelima (pada sepuluh malam akhir dari Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari No. 2023)
Di lain kesempatan, Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata:
"Dari Ubadah bin Shamit bahwasanya ia berkata, ‘Wahai Rasulullah saw, beritahukan kami tentang Lailatul Qadar!’ Rasulullah saw menjawab, ‘Dia ada dalam bulan Ramadhan. Carilah pada sepuluh terakhir, karena dia terdapat pada malam ganjil, pada malam 21, atau 23, atau 25, atau 27, atau 29, atau di malam terakhir." (Hadits hasan, riwayat Ahmad).
Hadits berikutnya lagi, dari Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya Lailatul Qadar itu akan turun pada malam 27 atau 29, dan sesungguhnya malaikat yang ada di muka bumi pada malam itu lebih banyak dari pada jumlah kerikil." (Hadits Hasan, riwayat Ibnu Huzaimah).
Itulah tanggal-tanggal unik sebagai penunjuk kemunginan kapan malam Lailatul Qadar turun berdasarkan konteks hadits Nabi. Kemudian berdasarkan konteks tutur kata ulama, diantaranya sbb:
Lailatul Qadar terjadi sepanjang malam, sejak waktu Maghrib sehingga terbit fajar (Subuh).
Allah SWT berfirman:
“Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr, 5)
Karena Lailatul Qadar terjadi pada rentang waktu dari Maghrib sampai Subuh, maka amalan apapun yang dilaksanakan sepanjang rentang waktu itu dikategorikan terjadi pada Lailatul Qadar. Dan pahala setiap 1 amalan di saat itu setara dengan pahala amalan 1.000 bulan. Subhaanallaah!
Sungguh Menakjubkan! Begitu besarmya kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Umur umatnya kisaran 60 tahun tetapi nilai ibadahnya bisa melampaui nilai ibadah umat Nabi terdahulu yg umurnya ratusan tahun.
Berkat Lailatul Qadar ini maka beramal 1 malam, pahalanya dicatat 1000 bulan. Setara dengan 83 tahun lebih. Haruskah kita menyia-nyiakan kesempatan emas ini?
Kumpulan Hadits Penting Tentang Istighfar
👌Hadits Anjuran Beristighfar
Dari Abi Hurairoh Ra. beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku pasti memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.’” (Hadits Riwayat Al-Bukhori)
👌Sayyidul Istighfar
Dari Syaddad bin Aus radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: Sayyidul istighfar adalah engkau mengatakan:
ALLOOHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHOLAQTANII WA ANA 'ABDUKA, WA ANA 'ALAA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHO'TU, 'A'IUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA'TU, ABUU-U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA, WA ABUU-U LAKA BI DZANBII, FAGHFIRLII. FAINNAHUU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA.
Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Rabbku, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap berada di dalam perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum malam menjelang, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum pagi menjelang, maka dia termasuk penghuni surga.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari).
👌Istighfar Penghapus Dosa Besar
Dari Zaid bin Haritsah RA dari Nabi SAW bersabda: Barangsiapa membaca "ASTAGHFIRULOOH LAA ILAAHA ILLAA HUWAL-HAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI" artinya: Aku meminta ampun kepada Allah, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri. Dann aku bertaubat kepada-Nya, maka akan diampuni dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Thabrani, Al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah)
Barang siapa beristighfar setiap selesai shalat tiga kali, dengan mengucapkan: ASTAGHFIRULOOH LAA ILAAHA ILLAA HUWAL-HAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI", artinya: Aku meminta ampun kepada Allah, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri. Dann aku bertaubat kepada-Nya, maka akan diampuni dosa-dosanya nya walaupun ia lari dari peperangan.“ (HR. Thabrani di Mu’jam al-Ausath dan al-Shaghir. Sebagian ulama berpendapat ini adalah hadits dhaif karena di dalamnya ada perawi ‘Amru bin Farqad. Dia adalah lemah. Tetapi lafad istighfar ini bagus untuk diamalkan karena ada hadits pendukungnya.)
👌Istighfar Majlis
Dari Abdullah bin Umar RA, dari Nabi SAW berkata: Sungguh, kami menghitung Rasulullah SAW dalam satu majlis mengucapkan (doa) berikut sebanyak 100 kali:
ROBBIGH-FIRLII WA TUB 'ALAYYA. INNAKA ANTAT-TAWWAABUR ROHIIM.
Artinya: Ya Rabbi! Ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu)
👌Istighfar Kaffaratul Majlis
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW telah bersabda: "Barang siapa duduk di suatu majlis, lalu banyak suara gaduh di dalamnua, kemudian sebelum ia berdiri meninggalkan majelisnya mengucapkan:
SUBHAANAKALLOOHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLA ANTA, ASTAGHFIRUKA QA ATUUBU ILAIKA, yang artinya: Mahasuci Engkau ya Allah! Dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu, " niscaya Allah mengampuni apa yang terjadi dalam majelisnya itu. (Hadits Riwayat At Tirmidzi)
👌Hadits Keutamaan Istighfar
Dari Abdullah Bin Ibnu Abbas radhiyallaahu anhuma berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membiasakn istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar dari setiap kesulitannya dan memberikan rizki dengan cara tak terduga-duga. (Hadits Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Thabrani, Baihaki dan lannya).
Dari Sahabat Az-Zubayr Ibnul 'Awwam, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang suka catatan amalnya akan menyenangkannya (di hari Kiamat nanti), maka hendaknya ia memperbanyak istighfar pada catatan amalnya tersebut." (HR. Al-Bayhaqi)
👌Hadits Qudsi Tentang Istighfar
Dari Anas bin Malik RA berkata, Raaullàh SAW bersabda: “Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau memohon dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosa-dosamu yang lalu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu sampai ke awan langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa-dosa sepenuh bumi dan kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, niscaya Aku datangkan utukmu ampunan sepenuh bumi pula.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidi nomor: 2540 dan Riwayat Ahmad: 5/172)
Hadits Full dan Lengkap Tentang Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW
Inilah hadits panjang versi full and lengkap tentang Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW. Hadits berupa teks Arab, bisa dicopy paste. Artinya diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bisa dicopy paste juga. Selamat Membaca!
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ البُناني، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ، فَرَكِبْتُهُ فَسَارَ بِي حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَرَبَطْتُ الدَّابَّةَ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ فِيهَا الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ دَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجْتُ. فَأَتَانِي جِبْرِيلُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ، فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ. قَالَ جِبْرِيلُ: أَصَبْتَ الْفِطْرَةَ" قَالَ: "ثُمَّ عُرِجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. قِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ [قَالَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ] فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِآدَمَ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عَرَج بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ. فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِابْنَيِ الْخَالَةِ يَحْيَى وَعِيسَى، فَرَحَّبَا بِي وَدَعَوَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ فَقَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ أرسل إليه. ففتح لنا، فإذا أنا بيوسف، وَإِذَا هُوَ قَدْ أُعْطِيَ شَطْرَ الْحُسْنِ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الرَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إليه. ففتح الباب، فإذا أنا بإدريس، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ قَالَ: يَقُولُ اللَّهُ: {وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا} [مَرْيَمَ: ٥٧] . ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الْخَامِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: [وَ] مَنْ مَعَكَ؟ فَقَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ. فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أنا بهارون، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّادِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بعث إليه. ففتح لنا، فإذا أنا بموسى فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ.ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أنت؟ قال: جبريل. قيل: ومن مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ. فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أنا بإبراهيم ، وَإِذَا هُوَ مُسْتَنِدٌ إِلَى الْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، وَإِذَا هُوَ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ ثُمَّ لَا يَعُودُونَ إِلَيْهِ. ثُمَّ ذَهَبَ بِي إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، فَإِذَا وَرَقُهَا كَآذَانِ الْفِيَلَةِ، وَإِذَا ثَمَرُهَا كَالْقِلَالِ. فَلَمَّا غَشِيَهَا مِنْ أَمْرِ اللَّهِ مَا غَشِيَهَا تَغَيَّرَتْ، فَمَا أَحَدٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ تَعَالَى يَسْتَطِيعُ أَنْ يَصِفَهَا مِنْ حُسْنِهَا. قَالَ: "فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ مَا أَوْحَى، وَفَرَضَ عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَمْسِينَ صَلَاةً، فَنَزَلْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى مُوسَى". قَالَ: "مَا فَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ؟ قَالَ: "قُلْتُ: خَمْسِينَ صَلَاةً فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ". قَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ؛ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، وَإِنِّي قَدْ بَلَوْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَخَبَرْتُهُمْ". قَالَ:" فَرَجَعْتُ إِلَى رَبِّي، فَقُلْتُ: أَيْ رَبِّ، خَفِّفْ عَنْ أُمَّتِي، فَحَطَّ عَنِّي خَمْسًا. فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ: مَا فَعَلْتَ؟ قُلْتُ: قَدْ حَطَّ عَنِّي خَمْسًا". قَالَ: "إِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ" قَالَ: "فَلَمْ أَزَلْ أَرْجِعُ بَيْنَ رَبِّي وَبَيْنَ مُوسَى، وَيَحُطُّ عَنِّي خَمْسًا خَمْسًا حَتَّى قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، هِيَ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، بِكُلِّ صَلَاةٍ عَشْرٌ، فَتِلْكَ خَمْسُونَ صَلَاةً، وَمَنْ هُمْ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ [لَهُ] حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ عَشْرًا. وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ وَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ، فَإِنَّ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً. فَنَزَلْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى مُوسَى فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ". فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَقَدْ رَجَعْتُ إِلَى رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ".
Artinya:
Imam Ahmad berkata: Telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Sabit Al-Bannani, dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah SAW. bersabda sebagaimana berikut: Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yg berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari bigal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di kawasan para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku memasuki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya. Setelah itu aku keluar. Jibril menyuguhkan kepadaku sebuah wadah berisikan khamer dan sebuah wadah lagi, berisikan susu. Maka aku memilih wadah yg berisikan air susu. Lalu Jibril berkata: "Engkau memperoleh fitrah." Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yg terdekat, lalu Jibril mengetuk pintunyaa. Maka dikatakan kepadanya: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Jibril." Dikatakan lagi, "Siapakah orang yang bersamamu?" Jibril menjawab "Muhammad." Dikatakan lagi, "Apakah ia telah diutus utk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah bagi kami (pintu langit terdekat). Tiba-tiba aku bersua dngan Adam, dn Adam menyambut kedatanganku serta berdoa kebaikan untukku. Setelah itu Jibril membawaku naik ke langit yg kedua, ia mengetuk pintunya. Maka dikatakan kepadanya, "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Saya Jibril." Dikatakan kepadanya, "Siapakah yang bersamamu itu?" Jibril menjawab, "Muhammad." Dikatakan lagi "Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya." Maka dibukalah pintu langit yang kedua bagi kami, tiba-tiba saya bersua dengan dua orang nabi anak bibiku yaitu Yahya dan Isa, maka keduanya menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan buatku. Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yang ketiga, lalu Jibril mengetuknya maka dikatakan kepadanya, "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Saya Jibril." Dikatakan kepadanya: "Siapakah orang yang bersamamu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan lagi, "Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya." Maka dibukalah pintu langit yang ketiga untuk kami, tiba-tiba saya bersua dengan Yusuf as., dan ternyata dia telah dianugerahi separo dari ketampanan. Yusuf as. menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan buatku. Jibril membawaku lagi naik ke langit yang keempat, dan ia mengetuk pintunya. Maka dikatakan: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Saya Jibril." Dikatakan lagi, "Siapakah orang yg bersamamu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan lagi: "Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab: "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg keempat bagi kami. Tiba-tiba aku berjumpa dengn Nabi Idris. Lalu Nabi Idris as. menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan bagiku. Kemudian Allah SWT. berfirman: "Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (Maryam: 57). Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yg kelima. Jibril mengetuk pintunya, lalu dikatakan: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Saya Jibril." Dikatakan, "Dan siapakah orang yang bersamamu itu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan lagi, "Apakah dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg kelima bagi kami, tiba-tiba aku berjupa dengan Nabi Harun as. Harun as. menyambut kedatanganku, lalu mendoakan kebaikan untukku. Jibril membawaku naik ke langit keenam. Ia mengetuk pintunya, lalu dikatakan kepadanya: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab: "Saya Jibril." Dikatakan, "Dan siapakah orang yg bersamamu itu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan pula: "Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg keenam bagi kami, tiba-tiba aku berjumpa dngan Musa as. Lalu Musa as. menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan buatku. Kemudian Jibril membawaku naik ke langit ketujuh, dan Jibril mengetuk pintunya, maka dikatakan: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab: "Saya Jibril." Dikatakan: "Siapakah orang yg bersamamu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan lagi: "Apakah dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab: "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg ketujuh bagi kami. Tiba-tiba aku berjumpa dengn Nabi Ibrahim as., sedang bersandar di Baitul Ma'mur. Dan tiba-tiba aku melihat Baitul Ma'mur dimasuki setiap harinya oleh tujuh puluh ribu malaikat, lalu mereka tidak kembali lagi kepadanya. Selanjutnya Jibril membawaku ke Sidratul Muntaha, tiba-tiba aku jumpai di Sidratul Muntaha itu daun-daun, besarnya seperti daun telinga gajah, dan buah-buahan, besarnya seperti gentong . Tatkala Sidratul Muntaha itu dipengaruhi oleh perintah Allah yang mencakup kesemuanya, maka berubahlah bentuknya. Pada saat itu tiada seorang pun dari makhluk Allah SWT. yg mampu menggambarkan keindahannya. Allah menurunkan wahyu-Nya kepadaku, dan Dia memfardhukan atas diriku shalat lima puluh kali setiap siang dan malam. Lalu aku turun hingga sampai ke tempat Musa berada. Musa bertanya: "Apakah yg telah difardhukan oleh Tuhanmu atas umatmu?" Saya menjawab, "Lima puluh shalat setiap siang dan malam." Musa berkata: "Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan kepada-Nya buat umatmu. Karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukannya. Sesungguhnya aku pernah mencoba Bani Israil dan menguji mereka." Maka aku kembali kepada Tuhanku dan berkata, "Wahai Tuhanku, berikanlah keringanan buat umatku." Maka Dia meringankan lima shalat buatku. Lalu aku turun hingga sampai ke tempat Musa berada, dan Musa bertanya, "Apakah yang telah engkau lakukan?" Aku menjawab: "Allah telah memberikan keringanan lima kali shalat buatku." Musa berkata: "Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukannya. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah lagi keringanan kepada-Nya buat umatmu." Aku terus menerus bolak balik antara Musa dan Tuhanku, dan Tuhanku memberikan keringanan kepadaku lima kali shalat setiap aku menghadap. Akhirnya Allah berfirman: "Hai Muhammad, semuanya lima kali shalat setiap siang dan malam hari. Setiap kali shalat berpahala sepuluh kali lipat, maka semuanya genap menjadi lima puluh kali shalat. Barang siapa yg berniat melakukan satu kebaikan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka dicatatkan baginya pahala satu kebaikan; jika dia mengerjakannya, maka dicatatkan baginya pahala sepuluh kebaikan. Barang siapa yg berniat akan mengerjakan suatu keburukan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka amal keburukan itu tidak dicatat. Dan jika dia mengerjakannya, maka dicatatkan satu amal keburukan." Maka aku turun hingga sampai ke tempat Musa berada dan aku ceritakan kepadanya segala sesuatunya. Maka Musa berkata: "Kembalilah kepada Tuhanmu, dan mintalah keringanan kepada-Nya buat umatmu, karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya." Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya aku telah bolak-balik kepada Tuhanku sehingga aku merasa malu (kepada-Nya)."
Imam Muslim juga meriwayatkannya dari Syaiban ibnu Farrukh, dari Hammad ibnu Salamah dengan lafazh sebagaimana di atas. Lafaz hadis ini lebih shahih daripada lafazh yg diriwayatkan oleh Syarik.










