Showing posts with label HADITS PILIHAN. Show all posts
Showing posts with label HADITS PILIHAN. Show all posts

Hadits Sunnah Rasul Di Malam Hari Jum'at

Inilah hadits-hadits Sunnah Rasul Di Malam Hari Jum'at. Hadits dan dalil dituliskan sebagai pegangan dalam menjalani amalan sunnah, khususnya di malam dan hari Jumat. Selamat membaca.


Demi kederhanaan artikel ini, marilah kita langsung membaca hadits-haditsmya. Hadits tentang sunnah Rosul pada malam atau hari Jumat sebagai berikut:

1. Membaca Surah Al Kahfi

Dari Abdullah bin Umar ta., berkata, Nabi saw., bersabda:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ، سَطَعَ لَهُ نُورٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ، يُضِيءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وغُفر لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ "

Artinya:
"Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya hingga ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat." (HR. HR An-Nasa'i dan Baihaqi, Abu Bakr bin Mardawaih).

2. Membaca Surah Yasin

Rasulullah saw., bersabda:

من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

Artinya:
"Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya." (HR Abu Daud dari al-Habr).

Dalam riwayat lain disebutkan:

وذكر الثعلبي عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : "من قرأ سورة يس ليلة الجمعة أصبح مغفورا له"

Imam Tsa’labi menuturkan dari Abu Hurairoh Ra. “Barangsiapa membaca Yasin di malam Jumat, maka paginya diampuni dosanya”. [ alJaamii’ Li Ahkaam al-Quraan XV/3, Tafsiir Sirooj al-Muniir III/301 ].

3. Membaca Shalawat

Nabi Muhammad saw., bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ ولَيْلَةِ الْجُمْعَةِ فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْداً وَ شَفِيْعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ –البيهقي

Artinya:
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Banyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat (Al Baihaqi, dihasankan oleh As Suyuthi).

Dalam Hadits lain disebutkan:

إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة فأكثروا علي من الصلاة فيه فإن صلاتكم معروضة علي

“Sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari Jumat, karena itu perbanyaklah membaca shalawat untukku. Sesuhngguhnya shalawat kalian ditampakkan kepadaku.”
Sahabat bertanya:

يا رسول الله وكيف تعرض صلاتنا عليك وقد أرمت

Bagaimana shalawat kami bisa ditampakkan kepada Anda, sementara Anda sudah menjadi tanah (di kkubur)?
Beliau menjawab:

إن الله تبارك وتعالى حرم على الأرض أَنْ تَأْكُلَ أجساد الأنبياء صلى الله عليهم

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi shallallahu ‘alaihim wa sallam.”(HR. Abu Daud, Nasa’i, Ibn Majah, dan dinyatakan shahih Syaikh Al-Albani)

4. Banyak Berdoa

Dari Abu Hurairah ra., berkata, Rasulullah saw., bersabda:

إن في الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه

Artinya:
"Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi)

5. Bersedekah

Dari Ka’ab ra., Rasulullah saw., bersabda:

والصدقة فيه أعظم من الصدقة في سائر الأيام

”Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya.” (haditsmauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).

6. Mandi Sunnah

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw, bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Artinya:
Barangsiapa mandi seperti mandi junub lalu berangkat shalat Jumat di awal waktu, maka ia seperti berkurban dengan unta. Siapa yang berangkat Jumat di waktu kedua, maka ia seperti berkurban dengan sapi. Siapa yang berangkat Jumat di waktu ketiga, maka ia seperti berqurban dengan kambing gibas yang bertanduk. Siapa yang berangkat Jumat di waktu keempat, maka ia seperti berqurban dengan ayam. Siapa yang berangkat Jumat di waktu kelima, maka ia seperti berkurban dengan telur. (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salambersabda,

إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…

Artinya:
”Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Allah jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298).

7. Memakai Wewangian

Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

لا يغتسل رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم الإمام إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى

”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari).

Disebutkan dalam QS. Al-Araf ayat 31. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

 يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ ٣١

Artinya: Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
Bagikan:

Lailatul Qadar dan Hadits Kapan Terjadinya


Apa arti Lailatul Qadar?

Secara bahasa, لَيْلَةِ berarti: malam, الْقَدْرِ berarti: kemuliaan atau kesejahteraan. Maka Lailatul Qadar berarti: malam kemuliaan.

Malam Lailatul Qadar juga disebut malam seribu bulan. Istilah ini diambil dari firman Allah dalam Al Quran, sebagaimana berikut:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

Artinya:
1- Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. 2- Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3- Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4- Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5- Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Kapan terjadinya Lailatul Qadar?

Para ulama sepakat menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi di 10 akhir pada bulan Ramadhan dan sering terjadi di malam ganjil, walaupun tidak menutup kemungkinan di malam genap. Inilah keunikan malam Lailatul Qadar. Terjadi sekali dalam setahun dan terjadi pada tanggal yang menjadi rahasia Allah, serahasia pahala puasa yang langsung ditentukan oleh Allah.

Di dalam hadits-hadits Nabi, turunnya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara spesifik. Akan tetapi petunjuk untuk mencari dan mendapatkannya sangat dianjurkan mengingat keutamaannya yg luar biasa. Yakni 1:1000 (satu amalan sebanding seribu amalan).

Dengan demikian maka para sahabat hingga umat beliau di akhir zaman pun senantiasa merindukan pertemuan dgn Lailatul Qadar. Berikut hasits-hasits yg menjelaakan tanggal terjadinya Lailatul Qadar:

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَيَقُولُ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: 'Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan bersabda: ‘Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam akhir dari Ramadhan’.” (HR. Al-Bukhari No. 2017; HR. Muslim No. 1169)

Hadits berikutnya, dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata:

وَاللهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ، هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا، هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ (رواه مسلم)

"Demi Allah, sesungguhnya aku tahu malam apakah itu. Lailatul Qadar itu adalah malam, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat di dalamnya, malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan).” (HR. Muslim No. 762)

Hadits berikutnya, dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata:

خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُخْبِرَنَا بِلَيْلَةِ القَدْرِ فَتَلاَحَى رَجُلاَنِ مِنَ المُسْلِمِينَ فَقَالَ: خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ القَدْرِ، فَتَلاَحَى فُلاَنٌ وَفُلاَنٌ، فَرُفِعَتْ وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ، فَالْتَمِسُوهَا فِي التَّاسِعَةِ، وَالسَّابِعَةِ، وَالخَامِسَةِ

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk memberitahu kami terjadinya malam Lailatul Qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari kaum muslimin yang membantah Beliau. Akhirnya beliau berkata: “Aku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar namun fulan dan fulan menyanggah aku sehingga kepastian waktunya diangkat (menjadi tidak diketahui). Namun semoga kejadian ini menjadi kebaikan buat kalian, maka carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh dan kelima (pada sepuluh malam akhir dari Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari No. 2023)

Di lain kesempatan, Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata:

عن عبادة بن الصامت أنه قال ( يا رسول الله ، أخبرنا عن ليلة القدر ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : هي في رمضان ، التمسوها في العشر الأواخر ، فإنها وتر في إحدى و عشرين أو ثلاث و عشرين أو خمس و عشرين أو سبع و عشرين أو تسع و عشرين أو في آخر ليلة )

"Dari Ubadah bin Shamit bahwasanya ia berkata, ‘Wahai Rasulullah saw, beritahukan kami tentang Lailatul Qadar!’ Rasulullah saw menjawab, ‘Dia ada dalam bulan Ramadhan. Carilah pada sepuluh terakhir, karena dia terdapat pada malam ganjil, pada malam 21, atau 23, atau 25, atau 27, atau 29, atau di malam terakhir." (Hadits hasan, riwayat Ahmad).

Hadits berikutnya lagi, dari Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

إنها ليلة سابعة، أو تاسعة وعشرين، وإن الملائكة تلك الليلة في الأرض أكثر من عدد الحصى‏

"Sesungguhnya Lailatul Qadar itu akan turun pada malam 27 atau 29, dan sesungguhnya malaikat yang ada di muka bumi pada malam itu lebih banyak dari pada jumlah kerikil." (Hadits Hasan, riwayat Ibnu Huzaimah).

Itulah tanggal-tanggal unik sebagai penunjuk kemunginan kapan malam Lailatul Qadar turun berdasarkan konteks hadits Nabi. Kemudian berdasarkan konteks tutur kata ulama, diantaranya sbb:

Dalam kitab I’anatuththaalibiin juz II halaman 257, cetakan al ‘Alawiyyah Semarang disebutkan:

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر،

فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء: فهي ليلة تسع وعشرين.

أو يوم الاثنين: فهي ليلة إحدى وعشرين.

أو يوم الثلاثاء أو الجمعة: فهي ليلة سبع وعشرين.

أو الخميس: فهي ليلة خمس وعشرين.

أو يوم السبت: فهي ليلة ثلاث وعشرين.

1. Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qodar malam 29

2. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21

3. Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qodar malam 27

4. Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25

5. Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 23

Disebutkan juga, dalam kitab Hasyiyah ash Shaawi ‘alal Jalaalain juz IV halaman 337, cetakan Daar Ihya al Kutub a ‘Arabiyyah :

فعن أبي الحسن الشاذلي إن كان أوله الأحد فليلة تسع وعشرين ، أو الإثنين فإحدي وعشري أو الثلاثاء فسبع وعشرين أو الأربعاء فتسعة عشر أو الخميس فخمس وعشرين أو الجمعة فسبعة عشر أوالسبت فثلاث وعشرين

1. Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 29

2. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21

3. Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 27

4. Jika awal Ramadhan hari Rabu maka lailatul qodar malam 19

5. Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25

6. Jika awal Raamadhan hari Jumat maka lailatul qadar malam 17

7. Jika awal Raamadhan hari Sabtu maka lailatul qadar malam 23

Dan dalam kitab Hasyiyah al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi juz I halaman 304 , cetakan Syirkah al Ma’arif Bandung:

وذكرو لذلك ضابطا وقد نظمه بعضهم بقوله

: وإنا جميعا إن نصم يوم جمعة ¤ ففي تاسع العشرين خذ ليلة القدر .

وإن كان يوم السبت أول صومنا ¤ فحادي وعشرين اعتمده بلا عذر

وإن هل يوم الصوم في أحد ففي ¤ سابع العشرين ما رمت فاستقر

وإن هل بالأثنين فاعلم بأنه ¤ يوافيك نيل الوصل في تاسع العشري

ويوم الثلاثا إن بدا الشهر فاعتمد ¤ علي خامس العشرين تحظي بها فادر .

وفي الإربعا إن هل يا من يرومها ¤ فدونك فاطلب وصلها سابع العشري .

ويوم الخميس إن بدا الشهر فاجتهد ¤ توافيك بعد العشر

في ليلة الوتر .

1. Jika awal Ramadhan hari Jumat maka lailatul qodar malam 29

2. Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 21

3. Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 27

4. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 29

5. Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 25

6. Jika awal Raamadhan hari Rabu maka lailatul qadar malam 27

7. Jika awal Raamadhan hari Kamis maka malam ganjil setelah malam 20 (21 ramadhan)

Berapa lama rentang waktunya?

Lailatul Qadar terjadi sepanjang malam, sejak waktu Maghrib sehingga terbit fajar (Subuh).
Allah SWT berfirman:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

“Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr, 5)

Karena Lailatul Qadar terjadi pada rentang waktu dari Maghrib sampai Subuh, maka amalan apapun yang dilaksanakan sepanjang rentang waktu itu dikategorikan terjadi pada Lailatul Qadar. Dan pahala setiap 1 amalan di saat itu setara dengan pahala amalan 1.000 bulan. Subhaanallaah!

Sungguh Menakjubkan! Begitu besarmya kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Umur umatnya kisaran 60 tahun tetapi nilai ibadahnya bisa melampaui nilai ibadah umat Nabi terdahulu yg umurnya ratusan tahun.

Berkat Lailatul Qadar ini maka beramal 1 malam, pahalanya dicatat 1000 bulan. Setara dengan 83 tahun lebih. Haruskah kita menyia-nyiakan kesempatan emas ini?

Bagikan:

Kumpulan Hadits Penting Tentang Istighfar

Inilah Kumpulan Hadits-hadits Penting Tentang Istighfar. Cocok dijadikan pegangan hidup, acuan untuk amalan dzikir harian, referensi pidato, ceramah, kultum, dsb. Selamat membaca.


👌Hadits Anjuran Beristighfar

وَعَنْ أبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (وَاللهِ إَنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِليهِ فِي اليَومِ أَكثَرَ مِنْ سَبعِينَ مَرَّةً) رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Dari Abi Hurairoh Ra. beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku pasti memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.’” (Hadits Riwayat Al-Bukhori)

👌Sayyidul Istighfar

عن شداد بن أوس رضي الله عنه: عن النبي صلى الله عليه وسلم: ” سيد الاستغفار أن تقول: اللهم أنت ربي لا إله إلا أنتَ، خلقتَني وأنا عبدُك، وأنا على عهدِك ووعدِك ما استطعتُ، أعوذُ بكَ من شرِّ ما صنعتُ، أبوءُ لكَ بنعمتِك عليّ، وأبوء لك بذنْبي فاغفر لي، فإنه لا يغفر الذنوبَ إلا أنت.” قال: [ومَن قالها مِن النهار مُوْقِنا بها، فمات مِن يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة، ومَن قالها مِن الليل وهو مُوقِن بها، فمات قبل أن يصبح، فهو مِن أهل الجنة]. (رواه البخاري)

Dari Syaddad bin Aus radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: Sayyidul istighfar adalah engkau mengatakan:
ALLOOHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHOLAQTANII WA ANA 'ABDUKA, WA ANA 'ALAA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHO'TU, 'A'IUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA'TU, ABUU-U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA, WA ABUU-U LAKA BI DZANBII, FAGHFIRLII. FAINNAHUU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA.
Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Rabbku, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap berada di dalam perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum malam menjelang, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum pagi menjelang, maka dia termasuk penghuni surga.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari).

👌Istighfar Penghapus Dosa Besar

عن زيد بن الحارثة -رضي الله عنه- عن النبي -صلّى الله عليه وسلّم- إنّه قال: "من قال أستغفر اللهَ الذي لا إله إلا هو الحيَّ القيومَ وأتوب إليه غُفِرَ له وإن كان فرَّ من الزَّحفِ. (رواه ابو داود وغيره)

Dari Zaid bin Haritsah RA dari Nabi SAW bersabda: Barangsiapa membaca "ASTAGHFIRULOOH LAA ILAAHA ILLAA HUWAL-HAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI" artinya: Aku meminta ampun kepada Allah, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri. Dann aku bertaubat kepada-Nya, maka akan diampuni dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Thabrani, Al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah)

عن البراء ابن العازب رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنِ اسْتَغْفَرَ الله فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثَ مرارٍ فَقَالَ : أَسْتَغْفِرُ الله الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ، غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبَهُ وَإِنْ كَانَ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ.

Barang siapa beristighfar setiap selesai shalat tiga kali, dengan mengucapkan: ASTAGHFIRULOOH LAA ILAAHA ILLAA HUWAL-HAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI", artinya: Aku meminta ampun kepada Allah, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri. Dann aku bertaubat kepada-Nya, maka akan diampuni dosa-dosanya nya walaupun ia lari dari peperangan.“ (HR. Thabrani di Mu’jam al-Ausath dan al-Shaghir. Sebagian ulama berpendapat ini adalah hadits dhaif karena di dalamnya ada perawi ‘Amru bin Farqad. Dia adalah lemah. Tetapi lafad istighfar ini bagus untuk diamalkan karena ada hadits pendukungnya.)

👌Istighfar Majlis

عن عبد الله بن عمر -رضي الله عنه- عن النبي -صلّى الله عليه وسلّم- إنّه قال: "كنَّا لنعدُّ لرسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ في المَجلِسِ الواحدِ مائةَ مرَّةٍ: ربِّ اغفر لي، وتُب عليَّ، إنَّكَ أنتَ التَّوَّابُ الرَّحيمُ"(رواه ابو داود)

Dari Abdullah bin Umar RA, dari Nabi SAW berkata: Sungguh, kami menghitung Rasulullah SAW dalam satu majlis mengucapkan (doa) berikut sebanyak 100 kali:
ROBBIGH-FIRLII WA TUB 'ALAYYA. INNAKA ANTAT-TAWWAABUR ROHIIM.
Artinya: Ya Rabbi! Ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu)

👌Istighfar Kaffaratul Majlis

عن أبي هريرة -رضي الله عنه- عن النبي -صلّى الله عليه وسلّم- إنه قال: "مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ".[الترمذي]

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW telah bersabda: "Barang siapa duduk di suatu majlis, lalu banyak suara gaduh di dalamnua, kemudian sebelum ia berdiri meninggalkan majelisnya mengucapkan:
SUBHAANAKALLOOHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLA ANTA, ASTAGHFIRUKA QA ATUUBU ILAIKA, yang artinya: Mahasuci Engkau ya Allah! Dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu, " niscaya Allah mengampuni apa yang terjadi dalam majelisnya itu. (Hadits Riwayat At Tirmidzi)

👌Hadits Keutamaan Istighfar

عَنْ عَبْدِاللهِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ
مَنْ لَزِمَ الْاِسْتِغْفَارْ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبْ. ( رواه ابو داود وابن ماجه واحمد والطبراني والبيهقي وغيرهم )

Dari Abdullah Bin Ibnu Abbas radhiyallaahu anhuma berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membiasakn istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar dari setiap kesulitannya dan memberikan rizki dengan cara tak terduga-duga. (Hadits Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Thabrani, Baihaki dan lannya).

عن زبير ابن عوّام رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم،
مَنۡ أَحَبَّ أَنۡ تَسُرَّهُ صَحِيۡفَتُهُ؛ فَلۡيُكۡثِرۡ فِيۡهَا مِنَ الۡاِسْتِغۡفَارِ. (رواه البيهقي)

Dari Sahabat Az-Zubayr Ibnul 'Awwam, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang suka catatan amalnya akan menyenangkannya (di hari Kiamat nanti), maka hendaknya ia memperbanyak istighfar pada catatan amalnya tersebut." (HR. Al-Bayhaqi)

👌Hadits Qudsi Tentang Istighfar

عن أنس ابن مالك رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم،
قال الله : يا ابن آدم ، إِنَّكَ ما دَعَوْتَني ورَجَوْتَني : غفرتُ لك على ما كانَ مِنكَ ، ولا أُبالِي ، يا ابنَ آدمَ ، لو بلغتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السماءِ ، ثم استَغْفَرتَني : غَفَرْتُ لك ، ولا أُبالي ، يا ابنَ آدم إِنَّكَ لو أتيتني بِقُرابِ الأرض خَطَايا ، ثم لَقِيتَني لا تُشْرِكُ بي شيئا : لأَتَيْتُكَ بِقُرابِها مَغْفِرَة» (رواه الترميذي)

Dari Anas bin Malik RA berkata, Raaullàh SAW bersabda: “Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau memohon dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosa-dosamu yang lalu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu sampai ke awan langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa-dosa sepenuh bumi dan kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, niscaya Aku datangkan utukmu ampunan sepenuh bumi pula.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidi nomor: 2540 dan Riwayat Ahmad: 5/172)
Bagikan:

Hadits Full dan Lengkap Tentang Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW

Inilah hadits panjang versi full and lengkap tentang Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW. Hadits berupa teks Arab, bisa dicopy paste. Artinya diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bisa dicopy paste juga. Selamat Membaca!


قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ البُناني، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ، فَرَكِبْتُهُ فَسَارَ بِي حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَرَبَطْتُ الدَّابَّةَ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ فِيهَا الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ دَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجْتُ. فَأَتَانِي جِبْرِيلُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ، فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ. قَالَ جِبْرِيلُ: أَصَبْتَ الْفِطْرَةَ" قَالَ: "ثُمَّ عُرِجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. قِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ [قَالَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ] فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِآدَمَ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عَرَج بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ. فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِابْنَيِ الْخَالَةِ يَحْيَى وَعِيسَى، فَرَحَّبَا بِي وَدَعَوَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ فَقَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ أرسل إليه. ففتح لنا، فإذا أنا بيوسف، وَإِذَا هُوَ قَدْ أُعْطِيَ شَطْرَ الْحُسْنِ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الرَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إليه. ففتح الباب، فإذا أنا بإدريس، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ قَالَ: يَقُولُ اللَّهُ: {وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا} [مَرْيَمَ: ٥٧] . ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الْخَامِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. فَقِيلَ: [وَ] مَنْ مَعَكَ؟ فَقَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ. فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أنا بهارون، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ. ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّادِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ. قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بعث إليه. ففتح لنا، فإذا أنا بموسى فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ.ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ أنت؟ قال: جبريل. قيل: ومن مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. فَقِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ. فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أنا بإبراهيم ، وَإِذَا هُوَ مُسْتَنِدٌ إِلَى الْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، وَإِذَا هُوَ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ ثُمَّ لَا يَعُودُونَ إِلَيْهِ. ثُمَّ ذَهَبَ بِي إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، فَإِذَا وَرَقُهَا كَآذَانِ الْفِيَلَةِ، وَإِذَا ثَمَرُهَا كَالْقِلَالِ. فَلَمَّا غَشِيَهَا مِنْ أَمْرِ اللَّهِ مَا غَشِيَهَا تَغَيَّرَتْ، فَمَا أَحَدٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ تَعَالَى يَسْتَطِيعُ أَنْ يَصِفَهَا مِنْ حُسْنِهَا. قَالَ: "فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ مَا أَوْحَى، وَفَرَضَ عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَمْسِينَ صَلَاةً، فَنَزَلْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى مُوسَى". قَالَ: "مَا فَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ؟ قَالَ: "قُلْتُ: خَمْسِينَ صَلَاةً فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ". قَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ؛ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، وَإِنِّي قَدْ بَلَوْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَخَبَرْتُهُمْ". قَالَ:" فَرَجَعْتُ إِلَى رَبِّي، فَقُلْتُ: أَيْ رَبِّ، خَفِّفْ عَنْ أُمَّتِي، فَحَطَّ عَنِّي خَمْسًا. فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ: مَا فَعَلْتَ؟ قُلْتُ: قَدْ حَطَّ عَنِّي خَمْسًا". قَالَ: "إِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ" قَالَ: "فَلَمْ أَزَلْ أَرْجِعُ بَيْنَ رَبِّي وَبَيْنَ مُوسَى، وَيَحُطُّ عَنِّي خَمْسًا خَمْسًا حَتَّى قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، هِيَ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، بِكُلِّ صَلَاةٍ عَشْرٌ، فَتِلْكَ خَمْسُونَ صَلَاةً، وَمَنْ هُمْ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ [لَهُ] حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ عَشْرًا. وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ وَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ، فَإِنَّ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً. فَنَزَلْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى مُوسَى فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ". فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَقَدْ رَجَعْتُ إِلَى رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ".

Artinya:

Imam Ahmad berkata: Telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, te­lah menceritakan kepada kami Sabit Al-Bannani, dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah SAW. bersabda sebagaimana berikut: Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yg berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari bigal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di kawasan para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku mema­suki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya. Setelah itu aku keluar. Jibril menyuguhkan kepadaku sebuah wadah berisikan khamer dan sebuah wadah lagi, berisikan susu. Maka aku memilih wadah yg berisi­kan air susu. Lalu Jibril berkata: "Engkau memperoleh fitrah." Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yg terdekat, lalu Jibril mengetuk pintunyaa. Maka dikatakan kepadanya: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Jibril." Dikatakan lagi, "Siapakah orang yang bersamamu?" Jibril menjawab "Muhammad." Dikatakan lagi, "Apakah ia telah diutus utk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah bagi kami (pintu langit terdekat). Tiba-tiba aku bersua dngan Adam, dn Adam menyambut kedatanganku serta berdoa kebaikan untukku. Setelah itu Jibril membawaku naik ke langit yg kedua, ia mengetuk pintunya. Maka dikatakan kepadanya, "Siapakah kamu?" Jibril menja­wab, "Saya Jibril." Dikatakan kepadanya, "Siapakah yang bersamamu itu?" Jibril menjawab, "Muhammad." Dikatakan lagi "Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah di­utus untuk menghadap kepada-Nya." Maka dibukalah pintu langit yang kedua bagi kami, tiba-tiba saya bersua dengan dua orang nabi anak bibiku yaitu Yahya dan Isa, maka keduanya menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan buatku. Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yang ketiga, lalu Jibril mengetuknya maka dikatakan kepadanya, "Siapakah kamu?" Jibril men­jawab, "Saya Jibril." Dikatakan kepadanya: "Siapakah orang yang ber­samamu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan lagi, "Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya." Maka dibukalah pintu langit yang ketiga untuk kami, tiba-tiba saya bersua dengan Yusuf as., dan ternyata dia telah dianugerahi separo dari ketampanan. Yusuf as. menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan buatku. Jibril membawaku lagi naik ke langit yang keempat, dan ia mengetuk pintunya. Maka dikatakan: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Saya Jibril." Dikatakan lagi, "Siapakah orang yg bersamamu?" Jibril menja­wab: "Muhammad." Dikatakan lagi: "Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab: "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg keempat bagi kami. Tiba-tiba aku berjumpa dengn Nabi Idris. Lalu Nabi Idris as. menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan bagiku. Kemudian Allah SWT. berfirman: "Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (Maryam: 57). Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yg kelima. Jibril mengetuk pintunya, lalu dikatakan: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab, "Saya Jibril." Dikatakan, "Dan siapakah orang yang bersamamu itu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan lagi, "Apakah dia telah diutus utk mengha­dap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg kelima bagi kami, tiba-tiba aku berjupa dengan Nabi Harun as. Harun as. menyambut kedatanganku, lalu mendoakan kebaikan untukku. Jibril membawaku naik ke langit keenam. Ia mengetuk pintunya, lalu dikatakan kepadanya: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab: "Saya Jibril." Dikatakan, "Dan siapakah orang yg bersamamu itu?" Jibril menjawab: "Muhammad." Dikatakan pula: "Apakah dia telah diutus un­tuk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab, "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg keenam bagi kami, tiba-tiba aku berjumpa dngan Musa as. Lalu Musa as. menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan buatku. Kemudian Jibril membawaku naik ke langit ketujuh, dan Jibril mengetuk pintunya, maka dikatakan: "Siapakah kamu?" Jibril menjawab: "Saya Jibril." Dikatakan: "Siapakah orang yg bersamamu?" Jibril men­jawab: "Muhammad." Dikatakan lagi: "Apakah dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya?" Jibril menjawab: "Dia telah diutus utk menghadap kepada-Nya." Maka dibukakanlah pintu langit yg ketujuh bagi kami. Tiba-tiba aku berjumpa dengn Nabi Ibrahim as., sedang bersandar di Baitul Ma'mur. Dan tiba-tiba aku melihat Baitul Ma'mur dimasuki setiap harinya oleh tujuh puluh ribu malaikat, lalu mereka tidak kembali lagi kepadanya. Selanjutnya Jibril membawaku ke Sidratul Muntaha, tiba-tiba aku jumpai di Sidratul Muntaha itu daun-daun, be­sarnya seperti daun telinga gajah, dan buah-buahan, besarnya seperti gentong . Tatkala Sidratul Muntaha itu dipengaruhi oleh perintah Allah yang mencakup kesemuanya, maka berubahlah bentuknya. Pada saat itu tiada seorang pun dari makhluk Allah SWT. yg mampu menggambarkan keindahannya. Allah menurunkan wahyu-Nya kepadaku, dan Dia memfardhukan atas diriku shalat lima puluh kali setiap siang dan malam. Lalu aku turun hingga sampai ke tempat Musa berada. Musa bertanya: "Apakah yg telah difardhukan oleh Tuhanmu atas umatmu?" Saya menjawab, "Lima puluh shalat setiap siang dan malam." Musa berkata: "Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringan­an kepada-Nya buat umatmu. Karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukannya. Sesungguhnya aku pernah mencoba Bani Israil dan menguji mereka." Maka aku kembali kepada Tuhanku dan berkata, "Wahai Tuhanku, berikanlah keringanan buat umatku." Maka Dia meringankan lima shalat buatku. Lalu aku turun hingga sampai ke tempat Musa berada, dan Musa bertanya, "Apakah yang telah engkau lakukan?" Aku menjawab: "Allah telah memberikan keringanan lima kali shalat buatku." Musa berkata: "Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melaku­kannya. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah lagi keringanan kepada-Nya buat umatmu." Aku terus menerus bolak balik antara Musa dan Tuhanku, dan Tuhanku memberikan keringanan kepadaku lima kali shalat setiap aku menghadap. Akhirnya Allah berfirman: "Hai Muhammad, semuanya lima kali shalat setiap siang dan malam hari. Setiap kali shalat berpahala sepuluh kali lipat, maka semuanya genap menjadi lima puluh kali shalat. Barang siapa yg berniat melakukan satu kebaikan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka dicatatkan baginya pahala satu kebaikan; jika dia mengerjakannya, maka dicatatkan baginya pahala sepuluh kebaikan. Barang siapa yg berniat akan mengerjakan suatu keburukan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka amal keburukan itu tidak dicatat. Dan jika dia mengerjakannya, maka dicatatkan satu amal keburukan." Maka aku turun hingga sampai ke tempat Musa berada dan aku ceritakan kepadanya segala sesuatunya. Maka Musa berkata: "Kembalilah kepada Tuhanmu, dan mintalah keringanan kepada-Nya buat umatmu, karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya." Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya aku telah bolak-balik kepada Tuhanku sehingga aku merasa malu (kepada-Nya)."


Imam Muslim juga meriwayatkannya dari Syaiban ibnu Farrukh, dari Hammad ibnu Salamah dengan lafazh sebagaimana di atas. Lafaz hadis ini lebih shahih dari­pada lafazh yg diriwayatkan oleh Syarik.

Bagikan:

KOLEKSI HADITS TENTANG ETIKA SUAMI ISTRI



Inilah koleksi hadits tentang etika bagi pasangan suami dan istri atau pasutri. Hadits-hadits disini mencakup hak dan kewajiban bagi pasutri berdasarkan hadits nabi yg bisa dijadikan pedoman dalam mengarungi bahtera hidup berkeluaga LILLAH.

Mudah-mudahan dng berpegang teguh kepada pedoman yg tepat ini keluarga kita berjalan sesuai harapan, yaitu sakinah, mawaddah, wa rohmah. Yakni keluarga yg diberikan ketenangan, cinta dan kasih sayang yg hakiki. Keluarga yg agamis, harmonis serta romantis. Aamiiin YRA.

Etika Suami

عن حكيم بن عاوية عن ابيه عن النبي صلي الله عليه وسلم  قال  سأله رجل  ما حق المرأة علي الزوج ؟ قال  : تطعمها اذا طعمت  وتسوها اذا اكتسيت  و تضرب الوجه ولا تهجر الا في البيت
{ رواح احمد  وابو داود وابن ماجه }

Dari Hakim bin Mu’awiyah, dari ayahnya, dari Nabi saw.  Berkata mu’awiyah  ;  seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw tentang hak seorang istri dari suaminya. Nabi saw menjawab  ; engkau harus memberinya makan jika engkau mendapat makan, memberinya pakaian jika engkau mendapat pakaian,jangan memukul wajahnya dan jangan meninggalkan mereka  kecuali ia berada di rumah.
(HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibn Majah)   (5)

عن ابي هريرة قال   قال رسول الله صلي الله عليه وسلم   :  اكمل المؤمنين ايمانا احسنهم خلقا  وخياركم  خياركم  لنسائهم
{ رواه الترمذي  واحمد  وابن ماجه }

Dari Abu Hurairoh, ia berkata, Rasulullah saw bersabda  ;  iman orang-orang mukmin yang paling sempurna adalah yang terbaik akhlaknya dan yang terbaik diantara kamu sekalian adalah yang terbaik memperlakukan istri.
(HR. Tirmidzi, Ahmad  dan Ibn Majah )  

عن ابي هريرة  قال  قال  رسول الله صلي الله عليه وسلم   :  لا يفرك  مؤمن مؤمنة  ان كره منها خلقا  رضي  منها اخر  او قال غيره
{رواه  مسلم  واحمد }

Dari Abi Hurairoh, ia berkata , Rasulullah saw bersabda  ;  Seorang mukmin tidak boleh membenci seorang mukminah. Jika ada satu perangai yang tidak disukainya, maka ada perangai lain yang di sukainya,  atau ia akan berkata lain.
(HR. Muslim dan Ahmad) 

عن عبد الرحمن بن سعد قال سمعت ابا سعيد الخدري يقول  قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :  ان من اشر الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجل يفضي الي امرأته وتفضي اليه ثم ينشر سرها
{ رواه  مسلم }

Dari Abdurrahman bin Sa’id, ia berkata ; aku mendengar abu Sa’id al-Khudri berkata,  Rasulullah saw bersabda  :  sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya disisi Allah Swt pada hari kiamat adalah suami yang menunaikan hajatnya kepada istrinya dan istri yang menunaikan hajat kepada suaminya, kemudian suami tesebut menceritakan rahasia isrinya
(HR. Muslim)    

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika haji wada’,

فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ. فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf” (HR. Muslim no. 1218).

Etika Istri

عن عائشة   ان رسل الله صلي الله عليه وسلم  قال  :  لو امرت احدا  ان يسجد لاحد لامرت المرأة ان تسجد لزوجها  ولو ان رجلا امر امرأته ان تنقل الي جبل احمر الي جبل اسود ومن جبل اسود الي جبل احمر لكان نولها ان تفعل
{ رواه ابن ماجه  واحمد }

Dari ‘aisyah ra, sesunguhnya telah bersabda Rasulullah saw  : Jika saja aku  (boleh) memerintah seseorang untuk sujud kepada seseorang, niscaya aku memerintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. Jika seorang suami memerintahkan istrinya untuk pindah dari gunung merah ke gunung hitam dan dari gunung hitam ke gunung merah niscaya bagaimana caranya pun istri harus melakukannya

عن عبد الله بن عمرو  ان رسول الله صلي الله عيه وسلم  قال :  الدنيا متاع  وخير متاعها المرأة الصالحة
{ رواه  مسلم والنسائي واحمد }

Dari Abdillah bin ‘Amr, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda  ;  dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang  salehah.
(HR. Muslim, Nasa’I dan Ahmad)

عن أبي أمامة عن النبي صلي الله عليه وسلم  يقول  :  مااستفاد المؤمن بعد تقوي الله خيرا له من زوجة صالحة  ان امرها  اطاعتها  وان نظر اليها سرتها  وان اقسم اليها ابرته وان غاب عنها نصحته في نفسها وماله
{ رواه  ابن ماجه }

Dari  Abi Umamah, dari Nabi saw ,  sesungguhnya Nabi saw pernah bersabda  ;  Tidak ada lagi yang lebih berguna bagi seorang mukmin setelah bertaqwa  kecuali istri yang  salehah. Jika ia menyuruh, istrinya taat, jika ia memandang, sang isri membuatnya bahagia, jika  suaminya menggilir, ia berbuat baik dan jika suaminya tidak ada ia menjaga diri dan harta suaminya.
(HR. Ibn Majah)

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهَا فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu istri menolak ajakan suaminya melainkan makhluk yang di langit (penduduk langit) akan marah kepada istri tersebut sampai suaminya ridha kepada istrinya.” (HR. Muslim no. 1436)

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَصُمِ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنْ فِيْ بَيْتِهِ وَهُوَ شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ كَسْبِهِ مِنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّ نِصْفَ أَجْرِهِ لَهُ.

“Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnat) sedangkan suaminya ada (tidak safar) kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya dan apabila ia menginfakkan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.” Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5195), Muslim (no. 1026) dan Abu Dawud (no. 2458) dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dan lafazh ini milik Muslim.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن عبد الرحمن ابن عوف  قال  قال رسول الله لي الله عليه وسلم  :  اذا  صلت المرأة خمسها  وصامت  شهرها  وحفظت فرجها  واطاعت زوجها  قيل لها  ادخلي الجنة  من اي  ابواب  الجنة
{ رواه  احمد }

Dari Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata,  telah bersabda Rasulullah saw  ;  bila seorang wanita menjalankan shalat yang lima waktu, menjalankan puasa ramadhan, menjaga kehormatannya, serta berbakti pada suaminya, maka dikatakan kepadanya, silahkan masuk kedalam surga dari pintu surga yang mana saja.
(R.Ahmad)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhum, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اثْنَانِ لاَ تُجَاوِزُ صَلاَتُهُمَا رُؤُوْسَهُمَا: عَبْدٌ آبِقٌ مِنْ مَوَالِيْهِ حَتىَّ يَرْجِعَ، وَامْرَأَة ٌعَصَتْ زَوْجَهَا حَتَّى تَرْجِعَ

"Ada dua golongan yang SHALAT MEREKA TIDAK MELEWATI KEPALA-KEPALA MEREKA (tidak diterima oleh Allah), yaitu budak yang melarikan diri dari tuannya sampai ia kembali kepada tuannya dan ISTRI YANG DURHAKA KEPADA SUAMINYA HINGGA IA KEMBALI TAAT."

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh” (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada haji Wada’,

فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ

“Bertakwalah kalian dalam urusan para wanita (istri-istri kalian), karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh mengizinkan seorang pun yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian” (HR. Muslim no. 1218)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَأْذَنُ المَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَهُوَ شَاهِدُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak boleh seorang wanita mengizinkan seorang pun untuk masuk di rumah suaminya sedangkan suaminya ada melainkan dengan izin suaminya.” (HR. Ibnu Hibban 9: 476.

Bagikan:

ARSIP BULANAN

PEMBACA TBv

PEMBACA ONLINE